
Bhuvi terbangun dengan muntah muntah lagi, entah kenapa ada apa dengan perutnya ini tak bisanya, kenapa seperti ini coba.
"Ada apa denganku apakah aku masuk angin, lebih baik aku kerumah sakit saja untuk mengecek semuanya"
Bhuvi segera bersiap siap dan akan mengecek semuanya rasanya tak nyaman terus muntah muntah, kepalanya juga pusing sangat pusing malahan.
Dirinya tak pernah seperti ini, Bhuvi yang sudah selesai segera keluar dari dalam kamarnya dan lagi lagi berpapasan dengan neneknya.
"Mau kemana Bhuvi "
"Bukan urusan nenek, nenek tak usah ikut campur mau kemana pun aku, kau tak usah tahu "
"Bhuvi " bentak neneknya yang kesal
__ADS_1
"Apa, ada apa mau pukul aku, pukul saja aku tak peduli pukul saja "
"Kau ya , aku membesarkanmu dengan kasih sayang tapi ini balasanmu kau membantahku seperti ini, bahkan saat aku menjodohkan mu kau tidak mau menikah dengan laki-laki itu, padahal itu laki-laki terbaik pilihanku tapi kau menolaknya dengan mentah-mentah hanya karena sosok yang tak terlihat itu, apakah kau sadar dengan apa yang kau lakukan kau memilih laki-laki yang salah. Seharusnya kau mau mengikuti apa mauku bukan seperti Bhuvi "
Bhuvi diam cukup lama lalu tanpa banyak bicara lagi Bhuvi pergi meninggalkan neneknya mas bodo dengan neneknya yang akan marah yang terpenting dirinya harus kerumah sakit sekali, dirinya harus memeriksakan semua ini.
"Lihatlah Dita anak mu sungguh tak sopan untuk apa aku membesarkannya kalau begini dia begitu keras kepala dan banyak membantahku sungguh aku tak suka dengan tindakannya , dia belum tahu siapa aku, akan aku buat dia tak akan pernah bisa bertemu lagi dengan sosok Abi, lihat saja aku akan membuat itu terjadi "
"Sama saja, kau dan dia sama saja tak ada bedanya kalian berdua memang cocok menjadi anak dan ibu, karena sikap dan sifat kalian itu sama, kalian ini tak ada bedanya " marah neneknya Bhuvi.
**
"Selamat kamu sedang mengandung " ucap dokter dengan senyum yang tak hilang dari bibirnya.
__ADS_1
Bhuvi diam, entah apa yang harus dirinya lakukan dirinya hamil, anak Abi pastinya tapi bagaimana sekarang Abi tak ada disampingnya kenapa tiba tiba seperti ini.
"Apakah dokter yakin "
"Tentu aku sudah memeriksanya kau sering mual kan pusing, itu adalah awal kehamilan nanti juga kau tak akan mual saat kandunganmu makin besar "
Bhuvi yan berbicara dia langsung bangkit dan meninggalkan ruangan dokter entah kenapa saat dirinya menjelaskan keluhannya suster langsung membawanya keruangan bidan.
Apakah sangat terlihat kalau dirinya mengandung, bagaimana ini Abi tak ada, pada siapa dirinya harus meminta pertanggung jawaban karena Abi saja yang pernah menyentuhnya.
Bagaimana agar dirinya bisa bertemu dengan Abi dan membicarakan tentang semua ini, Bhuvi mengusap air matanya dan menatap sekitar, banyak orang yang menatap padanya karena memang sekarang dirinya masih diarea rumah sakit.
"Aku harus bilang apa sama mamah, kalau sampai dia tahu pasti dia akan marah besar, kalau Abi ada disampingku aku tak masalah tapi dia sekarang tak ada bahkan dia tak ada dalam mimpiku apakah dia baik baik saja "
__ADS_1