Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 24 Aku membutuhkan mu


__ADS_3

"Lihatlah hantu menyebalkan apa ada jawaban ku yang salah " tak ada jawaban hening


"Ist jawablah hantu menyebalkan apakah ada jawaban ku yang salah, aku tak mau nilai yang jelek ayo bantu aku"


Tak ada jawaban lagi, Bhuvi melihat kebelakang dan sosok itu tak ada, dia tak ada, Bhuvi langsung menepuk dahinya " aku lupa, kalau dia tak ada katanya dia pulang, tapi kenapa pulangnya lama sekali apakah dia tak akan kembali lagi "


"Ehh tunggu bagus dong kalau dia nggak kembali tapi kok rasanya ada yang hilang gitu, kenapa sih Bhuvi tiba-tiba kayak gini kamu tuh seharusnya seneng karena sosok itu tuh nggak ganggu kamu lagi, dia udah nggak ada di samping kamu lagi seharusnya kamu itu senang banget karena dia nggak ada di samping kamu, ini malah merasa kehilangan aneh banget sih kamu, dasar Bhuvi aneh ah"


Bhuvi membuka jendela dan melihat kearah luar, "kamu sebenarnya ke mana sih emang beneran pulang atau emang sengaja mau hilang dari aku, tiba-tiba menghilang kayak gitu aja"


"Tiba tiba saja aku menjadi seperti ini, menjadi kefikiran terus tentang sosok laki laki itu, apakah laki laki itu tak akan kembali lagi, apakah dia tak akan datang lagi dan membantu dirinya untuk mengerjakan tugas "


Bhuvi yang sedang melamun dikagetkan dengan suara ketukan pintu apakah itu Abi, sosok yang sedang dipikirkannya. "sebentar akhirnya kau pulang juga kan, kau ini ya kalau pergi selalu saja lama, "


Bhuvi yang senang segera membuka pintu. Tapi saat pintu itu terbuka dirinya kecewa ternyata bukan sosok itu yang datang ibunya yang datang, ibunya langsung memeluknya dengan begitu erat sampai-sampai dirinya engap dibuatnya.

__ADS_1


"Mamah mencarimuna kemana-mana, kenapa ponselmu tidak aktif mamah ke rumah ke sini tapi kau tidak ada. Mama sampai dimarahi oleh tetanggamu karena mengedor-ngedor pintumu di malam hari kamu tidur di mana kemarin nak, kamu di mana mama cari kamu kemana-mana,kamu ini ya suka bikin mamah takut aja"


Bhuvi melepaskan pelukan itu dan membawa mamahnya masuk kedalam rumah, Bhuvi kecewa ternyata yang datang bukan sosok itu malah mamihnya yang datang, kenapa coba malah mamahnya yang datang, padahal yang dirinya harapkan adalah laki laki itu.


"Bhuvi kamu baik baik aja, kenapa kamu melamun seperti ini nak, kamu baik baik aja kan, kamu marah ya sama mamah "


"Engga kok aku gak marah sama mamah, kenapa aku harus marah sama mamah, masalah kemarin lupain aja aku juga minta maaf karena udah bentak-bentak mama dan juga nenek. Aku hanya ingin tahu kebenarannya aja kalau kalian emang mau sembunyiin ini sampai aku mati ya silakan. Aku tidak akan bertanya lagi, aku tak akan mengungkit ngungkit lagi tentang masalah itu"


"Kenapa kau berbicara seperti itu, ini belum saatnya kau tahu tentang masalah itu mama hanya ingin kau tetap tidak tahu saja sudahlah kau tidak ditemui oleh sosok itu kan sosok laki-laki yang pernah ada di dalam mimpimu tidak muncul lagi kan, dia tidak masuk ke dalam mimpimu lagi dan mencoba untuk membawamu pergi lagi kan"


Ibunya langsung menampar pipi Bhuvi, sampai sampai Bhuvi kaget dan memegang pipinya " maaf nak maaf mamah tak segaja, jangan katakan itu, jangan sampai katakan itu nak, tolong jangan seperti itu, jangan mengatakan hal itu lagi, mamah tak bermaksud untuk menamparmu, mamah sungguh minta maaf, mamah minta maaf nak "


Bhuvi diam memegang pipinya yang pering, bahkan Bhuvi masih melihat kearah bawah, lalu mendongakan kepalanya " sudahlah mah, lebih baik mamah pulang saja aku ingin istirahat aku capek. Aku baru saja pulang kuliah dan aku juga baru selesai mengerjakan tugasku, lebih baik Mama pulang saja. Aku ingin istirahat Mama nikmatilah hidup Mama yang sekarang. Aku ingin sendiri bisa mamah pulang sendiri kan tidak usah aku sampai mengantarkan Mama ke depan rumah"


"Maafkan mamah nak, mamah tak sengaja tolong maafkan mamah sayang, maafkan mamah "

__ADS_1


"Sudah aku maafkan mah, lebih baik sekarang mamah pulang saja, ayo kau antar sampai depan rumah, mamah pulang ya jangan menghawatirkan keadaanku, aku baik baik saja, mamah pulang saja ya, aku akan baik baik saja "


Bhuvi menarik tangan mamahnya dan sedikit mendorongnya lalu menutup pintunya dengan cukup keras, Bhuvi mengunci pintunya dan tubuhnya merosot sedangkan diluar mamahnya terus saja mengedor pintunya.


"Bhuvi maafkan mamah, mamah minta maaf Bhuvi sungguh mamah minta maaf kamu jangan marah sama mamah Bhuvi, maafkan mamah Bhuvi buka pintunya nak, buka tolong maafkan mamah, mamah sudah salah mamah sangat salah dan mamah minta maaf Bhuvi buka pintu "


"Bu bisa gak jangan buat ulah terus kita disini yang sedang istirahat terganggu, dari kemarin ibu tuh terus aja gedor-gedor kamarnya Bhuvi kita ini punya bayi Bu di sini, dan Ibu jangan terus teriak-teriak tiap malam berisik Bu tolonglah jangan seperti ini kalau ada masalah jangan seperti ini Bu repotin orang lain, ngebisingin yang lain juga Bu, kalau ibu sekali lagi seperti ini kami akan bawa pak RT, kami akan bawa ibu ke pak RT "


"Saya minta maaf Sungguh saya minta maaf, sekali lagi saya minta maaf pada semua yang sudah terganggu atas apa yang saya lakukan saya tidak akan melakukan ini lagi mohon maaf saya permisi dulu"


Bhuvi yang mendengar ibunya dimarahi melihat sedikit kearah kaca, ibunya sudah menghilang ibunya sudah tak ada ibunya sudah pergi.


Bhuvi mengusap air matanya bukannya dirinya jahat pada ibunya tapi dirinya kesal dengan ibunya, kenapa harus menamparnya apakah tak bisa berbicara baik baik, apa tak bisa menegurnya dengan kata kata saja jangan seperti tadi.


"Kamu dimana sih Abi, aku lagi butuh kamu, aku pengen kamu ada disampingku, kamu kemana pulangnya kenapa lama banget, aku butuh kamu aku tak bisa tanpa kamu, aku mengaku sekarang aku tak bisa tanpa kamu "

__ADS_1


Bhuvi berjalan kearah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya semoga saja dirinya dan juga Abi bisa bertemu dalam mimpi, dan dirinya bisa berbicara dengannya.


__ADS_2