
"Bhuvi kamu apa apaan berpenampilan seperti ini, kamu ini akan kencan bukannya mau main sama teman "
Bhuvi melihat penampilannya, memangnya kenapa dirinya memakai kaos dan Jelena jins memangnya ada yang salah, terus pakai sepatu dan tas gendong apa salah."Kenapa memangnya ada yang salah , ini aku ini gayaku jadi gak masalahkan, kamu Aji apakah kau akan malu pergi bersamaku dengan penampilan seperti ini apakah kau tak suka, apakah kau akan membenciku coba kau lihat aku"
Aji menatap Bhuvi, Aji sendiri dia sudah memakai pakaian formal seperti ingin kekantor saja "ya tak apa jika ini memang gayamu tak masalah ayo pergi "
"Bhuvi ganti bajumu "
"Kenapa sih mah Aji aja nggak masalah kan dengan pakaian aku, jadi untuk apa aku ganti baju beneran kan Aji nggak papa aku kayak gini kamu nggak malu kan bawa aku dengan penampilan yang kayak gini, soalnya kalau aku suruh ganti baju aku nggak akan mau"
"Ya nggak kenapa-napa aku nggak masalah kok udah nggak papa mah , Aji nggak masalah kok mau penampilan Bhuvi seperti apapun Aji nggak masalah yang terpenting kan orangnya yang ikut sama Aji untuk penampilan itu nomor kesekian buat aku"
"Yaudah hati hati ya maaf Bhuvi biasannya gak kayak gini"
"Apaan sih Mama ini emang Bhuvi kayak gini kali nggak ada bedanya. Bhuvi yang dulu sama yang sekarang, Bhuvi emang kayak gini sederhana dan gak mau ribet"
Bhuvi langsung saja pergi mendahului Aji, kita buat aji tak suka pada dirinya, kita buat Aji membencinya dan menjauhinya.
Bhuvi langsung saja masuk dan duduk menunggu Aji tak lama kemudian Aji masuk dan menjalankan mobilnya.
"Aku sudah memesankan restoran untuk kita makan"
"Kenapa restoran tidak usah kita makan di kaki lima saja ya aku ingin makan pecel lele nasi uduk ayam bakar yang itu aja lah, tak usah ke restoran-restoran aku tidak cocok kalau makan di restoran nanti kau akan malu jika membawaku ke !lestoran "
"Tapi "
"Ya sudah kalau kau tidak mau tidak masalah kita putar balik saja kita tidak jadi pergi kita pulang saja "
"Baiklah baiklah ayo kita kesana kita ketempat yang kau mau tak usah seperti itu ya, kita pergi kesana sekarang juga"
"Baiklah bagus kita pergi kesana saja, karena aku tak cocok jika harus makan direstoran kau juga nanti akan malu juga membawaku kesana, ketempat yang aku mau saja ya "
"Hemm Baiklah ".
Bhuvi hanya tersenyum saja, kita lihat apakah dia akan bertahan dengannya saat dibawa makan di kaki lima, orang seperti Aji tak akan mau pastinya.
**
"Ayo makan sudah aku pesankan "
"Makannya pake tangan "
"Tentu pake tangan memangnya mau pakai apa, kau tak bisa ya makan pake tangan "
__ADS_1
"Em tidak akan aku coba, lalu cuci tangan dimana "
"Tak ada, aku tadi membeli Aqua, kau pake ini saja sana cuci tanganmu seperti aku tadi "
Dengan binggung Aji melakukan apa yang Bhuvi suruh memang aneh sih tapi mau bagaimana lagi dirinya baru pertama kali seperti ini, tapi demi Bhuvi akan dirinya lakukan.
Saat Aji sudah kembali lagi, dirinya malah melihat Bhuvi yang makan dengan kaki keatas, apa apaan ini, kalau ibunya tahu pasti tidak akan merestuinya.
"Bhuvi kau duduk seperti itu "
"Ya kenapa, ayo cepat makan makan tak usah malu malu ya "
Aji duduk dan melihat sekitar banyak sekarang orang dan mereka duduk hampir berdekatan, Aji mencomot ikan lele dan mencoba memakannya sambil melihat Bhuvi.
"Kalau didepan ibuku kau jangan makan seperti ini ya Bhuvi "
"Kenapa aku suka seperti ini, memangnya ibumu tak suka ya kalau perempuan seperti ini makannya "
"Tentu saja ibuku tak suka, dia suka perempuan yang anggun "
"Kalau begitu kenapa kau tidak mencari perempuan yang anggun saja aku ini memang seperti ini, aku ini ya makannya seperti ini coba kau cari perempuan yang memang pantas untukmu dan sejajar denganmu saja"
"Tidak aku tak bisa aku sudah tertarik padamu, suatu saat kau juga bisa berubah kan tak akan seperti ini lagi"
"Hemm begitu ya tapi kau harus coba "
"Lain kali saja "
Bhuvi mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya juga untuk memesan kembali " pak saya pesan lagi ya, pake daging ayam, usus dan juga tahu tempe "
"Siap neng "
Bhuvi menunggu makannya datang sambil melihat Aji yang makan dengan perlahan dia, dia makan dengan berantakan, bahkan saat makan mengunakan tangan hanya sedikit yang bisa dia makan.
"Kau Bhuvi memesan lagi " tanya Aji
"Tentu apakah kau mau, apakah kau mau pesan lagi, jika mau akan aku pesankan tapi habiskan dulu yang itu jangan mubazir "
"Tidak aku tidak mau yang ini saja belum habis "
"Hemm baguslah habiskan jangan menyia nyakan makanan "
Saat makanan itu tiba Bhuvi kembali menyantapnya dengan lahap, pokoknya enak sekali, dan ini memang langganannya dirinya selalu makan disini saat dikosan.
__ADS_1
Tuh kan tiba tiba ingan kosan barang barangnya bagaimana ya, apakah sudah diambil oleh ibunya atau belum ya.
Bhuvi yang sudah menghabiskan dia piring sangat kekenyangan sampai sampai Bhuvi bersendawa dihadapan Aji, sebenarnya dirinya tak pernah seperti ini, tapi dihadapan laki laki ini kita lakukan agar dia lebih ilfil padanya.
"Kau belum habis juga " tanya Bhuvi
"Belum "jawab Aji dengan bete
"Hemm Baiklah aku tunggu jangan lama lama aku ingin pulang "
"Ya sudah ayo kita pulang, aku sudah saja makannya, aku sudah kenyang "
"Kau yakin "
"Tentu yakin "
Aji langsung saja berlalu dan membayar semuanya, Bhuvi mengikutinya dari belakang dan langsung masuk, selama perjalan mu Aji hanya diam saja tak banyak bicara dia sepertinya marah.
"Lain kali kau jangan seperti itu ya makannya coba diubah sedikit-sedikit"
"Sudah kubilang aku tidak bisa mengubahnya"
"Masa sih aku lihat Bhuvi yang dulu tidak seperti ini, aku tahu dirimu Bhuvi aku pernah bertemu denganmu dulu kakekmu kan dulu bekerja sama dengan orang tuaku, jadi kita pernah bertemu dan aku tahu cara makanmu tidak seperti itu, dan cara berpakaian mu pun tidak seperti itu, aku tahu kau lebih banyak menggunakan gaun maksudnya dress pendek"
"Mungkin itu dulu tapi sekarang tidak sudahlah kau jangan mengait-kaitan aku dengan masa lalu, aku tidak pernah melihatmu jadi jangan sok kenal denganku ya"
"Ya karena kau masih kecil makannya tak mengigat aku, waktu itu kau masih SMP "
"Sudah lama itu, gaya seseorang bisa berubah kapan saja dan di manapun"
"Ya aku tahu "
Bhuvi melihat keluar jendela, tiba perutnya sakit kenapa ini, sangat sakit sekali ada apa ini, tadi tak apa apa tapi sekarang kesana sakit.
"Ada apa Bhuvi "
"Em tidak aku baik baik saja tak ada yang terjadi semuanya baik baik saja "
"Kau yakin "
"Ya aku yakin "
Bhuvi menahan rasa sakit diperutnya, dirinya tak boleh minta tolong pada laki laki ini, dirinya tak Sudi ditolong oleh laki laki menyebalkan ini, yang terus saja kekeh ingin bersamanya.
__ADS_1