Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 44 kedatangan sosok yang tak terduga


__ADS_3

Bhuvi yang sudah ada dikamarnya memegang perutnya dengan erat.


"Aduh kenapa sih perutku sakit sekali, kenapa seperti ini coba, tadi tak apa apa tak mungkin kan karena aku makan banyak, biasannya juga tak seperti ini "


Bhuvi berjalan kearah tempat tidurnya bahkan untuk berjalan saja sulit, sangat sulit sampai sampai rasanya jauh sekali ingin menggapai tempat tidur.


"Aw sakit, mamah sakit mamah "


Bhuvi menahannya, suaranya tak keluar bahkan sulit sekali, untuk memanggil mamahnya juga sulit, tadi saja sambil meringis dan menahan kesakitan.


"Aww tolong siapa saja tolong" ucap Bhuvi dengan suara yang sangat kecil.


Perlahan lahan kesadaran Bhuvi hilang, entah apa yang terjadi pada Bhuvi setelah ini.


Bhuvi membuka mata dan dirinya binggung dirinya dimana, didepannya begitu gelap tak ada cahaya sedikit pun, apa yang terjadi padannya sebenarnya.


"Bhuvi "

__ADS_1


Bhuvi membalikan badannya dan melihat seorang perempuan dengan wajah marahnya menatap kearahnya.


"Keluargamu begitu jahat ingin menyingkirkan cucuku. Lebih baik aku bawa saja cucuku itu daripada mereka bunuh"


"Ibunda maksudnya apa "


"Keluargamu ingin kau tidak melahirkan anak Abi dan mungkin kalaupun dilahirkan anak kalian akan berbeda dari anak yang lainnya, lebih baik aku ambil saja anak Abisatya, karena kalaupun sampai lahir di duniamu cucuku tidak akan pernah bahagia karena keluargamu tidak menerima dia, apalagi nenekmu ingin kau mengeluarkan anak itu dari perutmu dan dia mencapai semuanya aku sarankan padamu untuk tidak sembarangan meminum atau memakan apapun yang diberikan oleh orang lain, kau sudah tertipu aku akan membawanya dan setelah itu kau akan bangun dan tak merasakan apa-apa lagi anak itu tidak akan pernah ada di perutmu lagi dan aku bersumpah kau tidak akan pernah bisa mendapatkan seorang anak dari laki-laki manapun selain dari anakku, kau akan selalu kehilangan anakmu saat kau mengandung ini adalah hukuman untuk keluargamu, keluarga besarmu mereka terlalu gegabah sudah melanggar sebuah perjanjian dan sekarang dia dengan seenak jidatnya ingin mengeluarkan cucuku dari perutmu, sebenarnya dari awal aku ingin mengambil cucuku tapi aku ingin tahu apakah kau akan mempertahankannya apakah keluargamu akan menerimanya, tapi nyatanya tidak mereka hanya ingin dirimu saja tanpa anak yang kau kandung"


Bhuvi memegang perutnya memeluknya dengan erat "aku tidak tahu kalau akan ada seseorang yang memberiku sesuatu untuk mengeluarkan anak ini, aku minta maaf aku tidak tahu aku tidak bermaksud untuk menggugurkan anak ini"


"Lalu bagaimana dengan keadaan Abi apakah dia baik-baik saja, apakah aku bisa kembali ke sana untuk bersamanya"


"Untuk sekarang kau tidak bisa kembali pada anakku, hatiku sudah kecewa dengan keluargamu aku tidak mau nanti aku malah melampiaskan semua kemarahanku padamu, biarkan kemarahanku ini reda dulu apa yang keluargamu lakukan pada anakku itu sangat fatal, bahkan Abisatya sampai sekarang belum bangun kau tahu itu dia tersiksa karena ulah nenekmu itu dan kau juga tidak akan bisa kembali ke sana, nenekmu sudah memasang sesuatu lagi untuk kau hanya Abi yang bisa menembusnya nanti, nenek mu terlalu licik untuk menjadi manusia, seharusnya dia menjadi iblis saja karena itu yang cocok untuknya, suatu saat aku akan mengambilnya dam akan menjadikan dia sebagai dayangku bahkan dayang yang terendah"


Bhuvi diam, dia tak bisa berbicara apa apa lagi, karena memang neneknya begitu licik tak ada yang harus dirinya banggakan dari neneknya, ibunya Abisatya tiba-tiba mendekatinya dan memegang perutnya lalu memejamkan kedua bola matanya dan entah merapalkan apa, lalu secara perlahan dia pun membuka kedua bola matanya.


"Aku sudah mengambil cucuku, berbahagialah dengan calon suamimu jangan pikirkan lagi anakku, anakmu yang aku ambil akan baik-baik saja dia akan aku rawat seperti aku merawat Abisatya dulu kau tidak usah risau dan kau tidak usah mengkhawatirkan anakmu dan juga anakku Abisatya karena mereka akan baik-baik saja saat di dunia kami saat di duniamu dia tidak akan pernah bahagia, mereka berdua tak akan pernah aman nenekmu biang masalah dari semua ini "

__ADS_1


"Tapi aku ingin bersama Abi, apakah bisa aku ingin bersamanya apakah kau bisa membantuku, aku juga ingin bersama anakku kau bisa membantuku"


"Tidak aku tidak bisa hanya Abi yang bisa membawamu, hanya dia aku ibunya tidak bisa membawamu, karena Abi adalah suamimu makanya dia bisa membawamu ke dunia kami, aku tidak bisa membawamu kau akan bisa ikut ke negeriku lagi saat Abi sadar dan mau membawamu lagi karena aku pun masih kecewa, aku tidak mau ada kau di istanaku aku kecewa dengan keluargamu Bhuvi mereka egois dan tidak tahu diri apa yang pernah kami beri tidak dihargai oleh mereka semua"


Ibu Abisatya langsung pergi,dia pergi dengan anggun dan tak menghiraukan kembali Bhuvi, dia pergi begitu saja.


Sedangkan Bhuvi yang di dunia nyata dia langsung terbangun dan menatap sekitar masih di dalam kamarnya, namun saat melihat jam sudah jam 8 pagi dan saat memegang perutnya tidak ada rasa sakit, itu bagaimana caranya Ibu Abi mengambil anaknya.


Itu sangat mustahil dan kenapa bisa sebenarnya Abi itu apa, sebenarnya keluarganya itu apa sampai sekarang aku tidak tahu kalau dia itu makhluk apa. Kenapa ibunya bisa mengambil anaknya dan ibunya juga menyumpahi dirinya tidak akan pernah bisa mempunyai anak hanya Abi yang bisa memberikannya


Apakah itu sebuah kutukan untuknya ? keadaan Abisatya juga sekarang tidak baik dirinya ingin pergi ke sana ingin melihat Abi tapi bagaimana caranya, apa yang dilakukan oleh neneknya ternyata fatal sekali sampai-sampai Abi belum sadar.


Bhuvi menutup kedua bola matanya dan menangis dirinya tak tahu harus melakukan apa sekarang, kenapa begitu rumit kenapa harus begini, padahal dirinya sudah bahagia dengan Abi, dirinya juga sudah menerima untuk tinggal di negeri Abi selamanya.


Bhuvi segera bersiap-siap sekarang dirinya akan mengecek ke dokter kandungan apakah benar anak yang ada dalam kandungannya sudah tidak ada, apakah anak yang selama ini dirinya jaga sudah tidak ada.


Dirinya harus mengecek semuanya, dirinya hanya harus tahu kebenarannya apakah benar mimpinya itu nyata ibu dari Abisatya mengambil anak yang ada dalam perutnya, tapi dirinya tidak merasakan apa-apa hanya semalam saja merasakan sakit yang begitu hebat tapi tak ada darah yang mengalir di **** ************* yang dirinya tahu kalau keguguran itu akan mengeluarkan darah kan, ya lebih baik sekarang cek saja dulu ke dokter.

__ADS_1


__ADS_2