Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 31 Sesuatu yang Abi lakukan


__ADS_3

Bhuvi dipangku oleh Abi, setiap Abi melangkah pasti banyak yang memberi hormat.


"Abi turunkan aku, aku tidak mau seperti ini "


"Sudah sayang seperti ini saja tak akan ada yang marah, kau adalah permaisuriku"


"tapi aku malu mereka menatapku seperti itu lebih baik turunkan, aku ke rumahmu bisa jalan sendiri"


"Aku yakin kau akan kesakitan bila jalan sudah biar aku pangku saja seperti ini, sebentar lagi kita akan sampai ke istana"


Ternyata benar mereka sudah sampai di sebuah istana yang begitu besar, Bhuvi sampai melongo melihat istana itu biasanya dia melihat di kartun-kartun atau di buku cerita tapi ini nyata ada di hadapannya.


Saat Abi masuk sudah ada seorang perempuan yang berdiri tak jauh dari mereka. Abi masih saja tidak menurunkan Bhuvi.


"Kau sudah datang Bhuvi bagaimana apakah kau suka, pasti kau akan suka, aku yakin itu kau sudah datang kemari berarti kau tidak bisa pergi lagi kau harus tetap disini "ucap perempuan itu.


Bhuvi yang bingung melihat ke arah Abi "dia adalah ibuku kau bisa memanggilnya Ibu juga, dia baik kau tak usah takut "


Bhuvi hanya bisa mengangguk saja rasanya malu dipangku seperti ini dan di hadapannya ibunya Abi apa tak salah, dia begitu muda dan cantik sekali.

__ADS_1


"Sudah kau bawa dulu Bhuvi ke kamarmu dan gantilah pakaiannya jangan basah seperti ini dan jangan sampai kau membawa Bhuvi lagi keluar ada seseorang yang akan membawanya pergi dari sini jika kau tidak mau Bhuvi di bawa pulang maka kau bawa dia ke kamarmu, jangan sampai mereka mengetahuinya Abi "


"Baik ibunda aku akan melakukan apa yang kau katakan, aku akan menjaga Bhuvi dengan benar "


Setelah sedikit hormat Abi membawa Bhuvi ke dalam kamarnya, Bhuvi selama menuju ke kamar Abi hanya bisa melihat ke sana kemari melihat pajangan kuno yang begitu banyak dan indah berwarna emas dan juga perak saat kamar dibuka ya ampun begitu mewahnya tempat tidurnya besar sekali, sepetinya 5 orang pun cukup tidur ditempat tidur itu. Abi mendudukkan Bhuvi di sana.


"Ini adalah kamarmu apakah tak salah Abi, ini begitu besar dan mewah sekali "


"Yah tentu tidak salah ini adalah kamarku, bagaimana apakah kau suka ini akan menjadi milikmu sampai kapanpun ini adalah milikmu Bhuvi, kau tidak akan pernah meninggalkan kan ku kan jika ada seseorang yang mengajakmu untuk pulang ke duniamu, kau tidak akan ikut kan Bhuvi "


"Memangnya siapa yang akan kemari datang dan mengambilku, aku kan sudah bilang akan ikut denganmu lalu kenapa tiba-tiba aku harus kembali lagi ke duniaku. Aku tidak mau di sana tadi kita sudah melakukan itu apakah tidak apa-apa, apakah aku tak akan hamil Abi "


"Tentu tidak apa-apa kenapa kita kan suami istri. Apa salahnya aku sudah menandai mu Bhuvi, kau bisa melihat di tanganmu ada tanda merah itu adalah tanda bahwa kau sudah aku sentuh, kau sudah seutuhnya menjadi permaisuri ku dan jika suatu saat kau menikah dengan laki-laki lain dan tidak punya keturunan itu adalah sudah ketentuan yang kami atur"


"Mungkin bisa tapi tidak akan berhasil. Kau hanya akan bisa mengandung anakku saja Bhuvi "


Bhuvi hanya tersenyum canggung. Apa maksudnya hanya bisa hamil anaknya Abi, memangnya dirinya bisa hamil oleh sosok tak terlihat seperti ini.


"Jangan berpikir seperti itu ibuku dulu adalah seorang manusia sama sepertimu, tapi dia bisa mengandung aku kan aku ada disini dan bisa bersamamu, dunia kita sama tak ada bedanya kau kau tinggal disini atau dunia mu sama saja, jadi jangan takut ya kau akan bahagia disini"

__ADS_1


Bhuvi mengangguk anggukan kepalanya saja. Abi pergi sejenak lalu membuka lemarinya di sana banyak sekali gaun-gaun kuno sangat banyak sekali. Abi membawa salah satunya dan membantu Bhuvi untuk mengganti pakaiannya tadinya Bhuvi menolak namun Abi tidak mau ada penolakan.


"Nah begini cantik kan tinggal di tata rambutmu biar aku sisiri rambutmu ya, agar kau cantik setelah itu kita jalan-jalan ke taman. Kau pasti akan suka di sini, aku yakin itu kau akan betah dan tak akan ingat dengan dunia mu lagi, kau akan bahagia disini bersamaku "


Bhuvi tak menjawab hanya diam melihat setiap yang dilakukan Abi, Abi menyisir rambut Bhuvi dengan begitu lembut lalu mengepang satu rambut itu, Abi begitu ahli seperti sudah biasa saja melakukan ini.


"Nah seperti ini cantik nanti saat penobatan kau akan resmi menjadi ratuku dan kita akan memimpin kerajaan ini kita yang akan berkuasa sayang. Ibu dan ayahku akan mundur dari singgasana dan digantikan oleh kita berdua, kita akan sama sama disini dan kau juga akan mengandung anakku,"


"Apakah kita boleh tidur Abi aku rasanya mengantuk rasanya lelah sekali dan badanku sakit-sakit juga, apakah kita bisa tidur sebentar saja dan nanti kita akan jalan-jalan keluar boleh seperti itu "


"Tentu jika itu yang kau mau mari kita tidur, aku tahu kau pasti kelelahan "


Abi segera membaringkan Bhuvi dengan perlahan diikuti oleh dirinya yang berbaring juga di samping Bhuvi seperti biasa dirinya tidak tidur hanya menemani Bhuvi tidur saja, dirinya akan menjaga Bhuvi 24 jam jangan sampai ada seseorang yang mengambil Bhuvi.


Ibunya sudah tahu kalau ada orang yang diutus oleh neneknya Bhuvi untuk mengambil permaisurinya sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah membiarkan orang itu mengambil Bhuvi darinya.


Hanya dengan mengusap rambut Bhuvi saja Abi sudah bisa menidurkannya dengan cepat. Abi mengusap perut Bhuvi dan melafalkan sesuatu.


"Kau pasti akan cepat tumbuh di perut ibu mu, aku yakin aku akan mendapatkan ibumu dan sampai kapanpun ibumu akan menjadi milikku, dia akan terus menjadi permaisuriku tak akan bisa ada yang memiliki Bhuvi sampai kapanpun dan jika ada yang menikahi Bhuvi mereka tidak akan pernah bisa mendapatkan seorang anak dari Bhuvi, sampai kapanpun ia akan terus keguguran dan tak akan bisa mendapatkan anak, "

__ADS_1


Abi makin mempererat pelukannya dan mengusap perutnya Bhuvi dengan perlahan dirinya sudah merapalkan sesuatu yang membuat Bhuvi tidak akan bisa mempunyai anak di dunianya bersama laki laki lain, hanya akan bisa mempunyai anak saat bersamanya saja dengan laki-laki lain dia akan mengalami keguguran terus-menerus.


Dirinya sudah membuat itu untuk Bhuvi agar Bhuvi tak akan bisa dimiliki oleh siapa siapa lagi, dan neneknya tak akan bisa menikah Bhuvi dengan siapa siapa lagi.


__ADS_2