
Bhuvi membuka kedua bola matanya, dirinya menatap sekitar hutan, semuanya hutan, "kita dimana Abi "
"Sudah di negriku, kau suka "
Bhuvi menatap sekilas kearah Abi, lalu kembali menatap sekitar dengan ragu Bhuvi menganggukan kepalanya "ya aku suka sangat suka "
"Kau ingin bertemu dengan orang tuaku "
Bhuvi masih diam, dia ragu untuk bertemu dengan kedua orang tuanya Abi " tidak aku tidak mau, maksudnya aku belum siap, apakah boleh kita kesana "
Abi melongok kemana arah tangan Bhuvi, ternyata kearah air terjun " tentu kenapa tidak ayo "
Abi menarik tangan Bhuvi mereka bersama sama berjalan kearah saja, Bhuvi yang kagum dengan air terjun yang begitu indah langsung turun dan merasakan air nya yang begitu sejuk.
"Masuklah Abi, kita berenang disini "
Dengan senang hati Abi melakukan apa yang dimau oleh Bhuvi sang pujaan hati, Abi masuk kedalam air dan berhadapan dengan Bhuvi, mereka malah bermain air dengan mecipratkannya dan tertawa dengan begitu renyah.
"Ahh stop Abi stop "
__ADS_1
Abi berhenti dan makin mendekati Bhuvi, Bhuvi pun mundur terus sampai tubuhnya mentok kearah baru besar, Bhuvi bersandar dibantu itu dan mengalungkan tangannya ke leher Abi.
"Kau suka disini sayang "
Bhuvi menganggukan kepalanya "ya aku senang, aku begitu senang, disini nyaman sekali, aku suka air terjun ini "
"Ya memang bagus air terjun ini, air terjun ini akan menjadi saksi kita berdua Bhuvi, apakah kau siap menjadi pramusiriku seutuhnya "
Bhuvi diam dia tak menjawab, Abi membelai pipi Bhuvi yang basah, lalu berpindah kebibir Bhuvi yang sedikit terbuka.
Abi dengan perlahan mendekatkan bibirnya, lalu menempelkannya kearah bibir Bhuvi, tak ada respon Bhuvi malah menutup kedua bola matanya.
Abi kembali mencium Bhuvi dan tangannya tak tinggal diam, dengan perlahan lahan Abi membuka satu persatu pakaian Bhuvi, sampai tak ada sehelai pun pakaian yang menghalangi dirinya untuk melihat keindahan dan kemolekan tubuh Bhuvi.
"Aku mencintaimu Bhuvi, aku sangat mencintaimu "
Bhuvi yang sedang merasakan sesuatu yang baru saja dirinya rasakan tak menjawab dia hanya menikmati setiap sentuhan yang dibagikan oleh Abisatya padannya tak peduli dengan apa yang akan terjadi nantinya, yang terpenting sekarang dirinya ingin selalu merasakan sentuhan yang diberikan oleh Abi.
Mereka berdua telah melakukan hubungan intim, dan itu satu hal yang membuat Abi senang akhirnya Bhuvi jatuh ketangannya dan neneknya tak akan bisa mendapatkan Bhuvi lagi.
__ADS_1
***
"Ahhh tidak kenapa Bhuvi pergi tolong bantu cucu saya Ki tolong Ki " teriak neneknya saat sudah ada dirumah dan mencari kenalannya dulu yang telah membantu Bhuvi jauh dari Abi.
"Sudah terlambat Bhuvi dan juga laki laki itu sudah melakukan penyatuan cucu mu sudah memberikan keperawanannya pada sosok itu "
"Tidak mungkin, tidak mungkin cucuku sebodoh itu, tolong kau bawa kembali cucu ku "
Sosok laki laki paruh baya itu diam, "akan aku coba, aku akan pergi kenergiri itu dan menyelamatkan cucumu tapi aku tak janji bisa mendapatkannya kembali "
"Tolong selamatkan cucuku, aku tak bisa membiarkan dia hidup dengan makhluk seperti mereka "
"Seharusnya kau merelakannya karena kau sudah melakukan perjanjian dengan bangsa itu, kau harus rela "
"Tidak aku tidak mau, tolong "
"Akan saya coba "
Nenek Bhuvi mengangguk semoga saja sang cucu masih bisa kembali kepelukannya
__ADS_1