
Bhuvi tak berani pulang, dia hanya bisa diam dan menatap kearah sungai besar, apalagi sekarang sedang hujan badai tapi tak membuat Bhuvi takut dia hanya diam menatap air itu.
"Abi kau ke mana kenapa kau meninggalkanku, kau tak apa-apa kan kau baik-baik saja apakah aku harus bunuh diri untuk bertemu denganmu, apakah aku harus menyusul mu bagaimana caranya agar aku bisa bertemu denganmu aku sekarang mengandung aku sekarang hamil anakmu, bagaimana ini dan harus dengan cara apa aku berbicara pada keluargaku, tolong aku Abi di sini aku pusing di sini aku stress memikirkan semua ini, tidak aku tidak menyangka kalau aku akan secepat ini mengandung anakmu kenapa kau meninggalkan aku di saat-saat seperti ini aku tidak bisa hidup kalau seperti ini" teriak Bhuvi, badannya sudah lemas dan juga sudah sangat kedinginan.
Namun dirinya tak berani pulang dan menjelaskan semuanya, semua tentang kehamilannya, meskipun waktu itu dengan lantang dirinya berkata kepada nenek dan ibunya dirinya sudah menyerahkannya semuanya pada Abi tapi tetap saja saat berbicara kalau dirinya mengandung itu akan sangat menakutkan.
"Akhh apa yang harus aku lakukan kenapa hidupku seperti ini, kenapa aku harus ada di posisi ini, kenapa seperti itu tuhan tolong aku Tuhan apakah aku harus mati saja "
__ADS_1
Bhuvi memegang pembatas sungai dan naik, Bhuvi melihat kedalam air dan baru yang berserakan mungkin kalau dirinya jatuh akan langsung mati, tapi apakah akan langsung bertemu Abi ?
Tapi kalau tak dicoba tak akan tahukan lebih baik bunuh diri saja, Bhuvi kembali menaikan kaki yang satunya lagi, saat tubuhnya akan melayang tiba tiba ada yang memegang tangannya padahal Bhuvi sudah memejamkan matanya.
Saat kedua bola matanya dibuka alangkah kagetnya melihat orang yang menolongnya, lalu membawanya naik lagi keatas.
"Yah aku gila makanya kau jangan menikahi aku, karena aku ini orang gila dan tak pantas untukmu lebih baik biarkan aku mati jangan menahan ku seperti ini, aku tidak mau lagi hidup sudah lepaskan "
__ADS_1
"Sudah ayo pulang aku akan membawa mu pulang, jangan karena masalah laki-laki kau ingin bunuh diri, sebenarnya apa masalahmu apakah begitu besar apakah kau begitu mencintai laki-laki itu, sampai-sampai kau rela bunuh diri deminya kalau memang dia ada maka tampakkan pada diriku, jika dia memang ada dan memang mencintaimu juga aku akan melepaskan mu dan tak akan menikahimu kau bawa laki-laki itu kehadapanku"
Bhuvi diam, mau bagaimana menampakkan Abi sedangkan dia tidak bisa dilihat oleh siapa-siapa selain dirinya, Bhuvi dengan pasrah akhirnya mau dibawa oleh Aji untuk pulang ke rumah, karena dirinya juga tidak bisa memperlihatkan Abi pada Aji, sedangkan dirinya saja sekarang tidak tahu bagaimana keadaan Abi di sana apakah dia selamat,apakah dia baik-baik saja dirinya tidak tahu.
"Pakai selimut ini "
Aji menyimpan di paha Bhuvi, namun Bhuvi sama sekali tak mengambilnya dia hanya diam saja sambil menatap kearah luar jendela, dirinya sungguh binggung apa lagi yang harus dirinya lakukan untuk bisa bertemu dengan Abi, melihat keadaannya dan menceritakan semua kesengsaraan nya ini.
__ADS_1
Bagaimana jika neneknya tahu dan menyimpannya apakah neneknya akan membuat anak ini hilang darinya, dirinya sekarang sangat tahu kalau neneknya orang yang menyebalkan.