Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 22 Jangan seperti itu


__ADS_3

Bhuvi membuka pintu kosannya, dirinya sudah pulang dari menginapnya dirumah Rani, pagi pagi sekali dirinya pulang dan entah kenapa ingin saja cepat cepat pulang.


"Kenapa kau tak pulang "


Bhuvi mengusap dadanya, dan menatap kearah sosok yang berbicara tadi, sungguh dirinya lupa kalau di kosannya ada mahluk lain yang menempati.


"Kau mengagetkan ku saja "


Bhuvi berjalan kearah sosok itu dan duduk disampingnya lalu menyenderkan kepalanya di bahu sosok itu, ternyata seperti sedang menyender pada manusia saja ya, sama saja tak ada bedanya ternyata.


"Kenapa, apa ada sesuatu yang menganggu mu sayang, apakah laki laki yang kemarin menganggu mu "


Bhuvi menggelengkan kepalanya " tidak sama sekali tak menganggu aku hanya ingin tahu saja, perjanjian apa yang kalian buat "

__ADS_1


"Jika aku berbicara padamu sekarang kau pasti akan sakit hati, lebih baik kau tak tahu saja "


"Memangnya sangat sensitif sekali ya, memangnya parah banget ya, aku hanya ingin tahu ini masalahnya tentang hidupku "


"Sudahlah jangan difikirkan apakah kau sudah makan, apakah kau nyaman tidur bersama teman mu itu, lebih baik kalau ada masalah apapun kau pulang kerumah jangan menginap dirumah teman, itu tak baik itu tak akan menyelesaikan masalah, mau kau pergi kemana pun masalah itu tak akan pernah selesai"


Bhuvi melihat sekilas kearah sosok itu, ternyata sosok ini tampan juga ya, manis lagi, pokoknya jauh sekali dari mantannya si Bas Bas itu .


"Ya aku tahu aku memang tampan makannya kau seharusnya bangga mempunyai suami seperti ku "


"Tadi kau bilang sendiri kalau aku ini tampan jangan mengelak aku bisa mendengar kata hatimu, ingat aku ini bukan makhluk biasa sayang, aku ini bisa melakukan apapun yang aku mau dan aku bisa mengetahui apapun tentangmu, apa yang sedang kau pikirkan "


"Kau tak sopan ya membaca fikiran ku, aku tak suka "

__ADS_1


"Tak akan aku lakukan kalau begitu, aku tak akan melakukannya bila kau tak menyukainya, lebih baik sekarang kau makan, aku tahu kau belum makan dari kemarin. Malam ibumu datang kemari dan menggedor gedor pintu rumah, lalu ada yang marah marah juga diluar mungkin terganggu dengan gedoran ibumu, kasian dia "


Bhuvi hanya diam dan menghembuskan nafasnya dengan sedikit kasar "sudahlah biarkan aku sedang marah padannya "


"Tak boleh begitu dia adalah ibumu, dia adalah yang melahirkan mu, mau bagaimana pun keadaanya kau harus bertemu dengan ibumu, kasian dia pasti dia kepikiran kau kemana, dia pasti khawatir jangan egois ya"


"Kau peduli dengan hal seperti itu "


"Tentu aku juga punya ibu, dan aku begitu menghormatinya mau bagaimana pun dia salah aku akan tetap memaafkan ibuku, mau bagaimana pun ibuku, dia tetap ibuku tak akan bisa ada yang mengubahnya "


Bhuvi kembali diam, hanya bisa diam saja kata kata dari sosok itu membuat dirinya menyesal karena sudah bersikap begitu pada sang ibu.


"Kau segeralah makan aku harus pulang dahulu ke negeriku, aku harus bertemu dengan kedua orang tuaku, ada yang perlu kami bicarakan, kau baik baik disini ya "

__ADS_1


Abi bangkit mencium kening Bhuvi dengan lembut lalu begitu saja menghilang seperti, perlahan lahan pudar dan menghilang, meninggalkan Bhuvi sendirian hening tak ada suara apa apa lagi, Bhuvi pun hanya diam saja.


__ADS_2