
Mamahnya Bhuvi menaburkan sesuatu di air minum anaknya " maafkan mamah nak, bukannya mamah jahat tapi ini demi kebaikan mu nak "
"Mamah tidak mau kau melahirkan anak laki laki itu akan menjadi apa anak mu jadinya pasti akan sangat menakutkan anak mu itu, kalau sampai dilahirkan, membayangkannya saja diriku ini tak bisa Bhuvi, aku tak akan sanggup "
Setelah semuanya selesai mamahnya Bhuvi membawa air minum itu anaknya dan juga Aji dan untungnya langsung diminum habis oleh Bhuvi.
Tinggal tunggu reaksinya saja, semoga saja semuanya berhasil itu kan bukan anak sembarangan takutnya akan sulit dilahirkan nantinya.
"Jadi bagaimana apakah kau mau nanti malah berkencan denganku, kali ini saja aku ingin pergi bersama jika kau nanti tak suka dan jenuh kau boleh pulang lagi tak usah ikut aku bagaimana "
Bhuvi diam dirinya harus berfikir dulu, ikut atau tidak kalau pun pergi dirinya akan diam tak akan banyak bicara Bhuvi menatap ibunya yang malah tersenyum ceria padannya
"Sudah terima saja Bhuvi jangan sungkan sungkan, ayo terima kan Aji juga akan menjadi suamiku ayo sudah terima saja ajakannya, kapan lagi kau makan malam bersama laki laki tampan sepertinya "
Mamahnya ini terlalu ikut campur, kenapa coba seperti itu awas saja ya, Bhuvi menatap Aji lalu tersenyum samar, sudahlah kita ikuti saja permainan mereka, dirinya juga tak ada kerjaan kan ya sudahlah.
__ADS_1
"Baiklah kita pergi berdua hanya berdua tak ada orang ketiga atau pun keluarga "
"Siap, aku akan menjemputmu "
"Kita ketemu saja ditempat bagaimana "
"Bhuvi jangan begitu seorang perempuan yang diajak pergi oleh laki laki sebaiknya dijemput saja agar tak terjadi apa apa, jadi kalau mamah khawatir mamah tinggal tanya Aji, memangnya kalau kau pergi sendiri kau akan pergi bersama siapa, kau ini ya suka ada ada saja sudah berangkat bersama saja jangan sendiri sendiri "
"Nah itu, benar kata mamah mu, bersama ku saja ya, akan aku kirimkan pakaian untuk mu "
Aji tersenyum dan menganggukan kepalanya " kau memang beda dengan perempuan lain "
"Tentu kami beda karena kami juga lahir di rahim yang berbeda kau ini ngaco sekali ya, jangan jangan kau sekolah selalu bolos ya "
"Bhuvi jaga nada bicaranya "
__ADS_1
"Tak apa mah jangan larang Bhuvi aku suka dengannya yang apa adanya, tidak pencitraan dihadapan ku, sudah aku tak masalah jangan marahi Bhuvi "
Bhuvi yang acuh membuka majalah dan membolak balikannya saja, tak ada niat untuk membacanya, hanya untuk menghilangkan rasa jenuh dan rasa khawatirnya pada Abi.
"Yasudah Bhuvi segeralah bersiap "
Seperti robot yang patuh Bhuvi hanya menganggukan kepalanya dan segera pergi kearah kamarnya.
"Kau ingin menunggu nak "
"Tentu aku menunggu saja biar nanti bawahanku yang membawakan pakaian untuk ku, takutnya Bhuvi akan kabur lagi "
"Ide yang bagus seperti itu saja, kau tunggu dia, dia tak akan lama "
"Baik mah aku akan menunggu "
__ADS_1
Aji mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, sedangkan mamahnya Bhuvi akan menemani sang anak yang berdandan anaknya harus terlihat sempurna dan cantik dihadapan Aji.