Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 40 pingsan


__ADS_3

"Bhuvi kau dari mana saja kenapa kau basah seperti ini, Aji terimakasih telah membantu Bhuvi pulang "


"Iya nenek sama sama tadi aku melihat Bhuvi akan bunuh diri. Untung saja aku datang terlebih dahulu kalau tidak dia sudah terjun dan mungkin sekarang tinggal nama saja"


Bhuvi langsung menatap laki laki itu dengan galak enak saja dia berkata seperti itu, kenapa harus bilang segala coba.


"Bhuvi masuk dan jelaskan apa maksud mu melakukan itu"


Bhuvi dengan langkah yang goyah masuk kedalam rumah sedangkan aji masih diluar "Ayo Aji masuk "


"Tidak nek aku masih ada pekerjaan kapan kapan aku akan mampir kemari permisi nek "


"Baiklah kalau begitu sekali lagi terimakasih ya nak, untuk saja ada dirimu yang bantu terimakasih "

__ADS_1


"Ya sama sama nek "


Neneknya Bhuvi langsung masuk dan mendatangi cucunya" kau ini kenapa ingin bunuh diri "


"Aku ingin bertemu Abi "


"Untuk apa lagi hah sudah lupakan dia "


Nenek Bhuvi langsung memegang dadanya tiba tiba saja neneknya terduduk " akhh Dita tolong dadaku sakitu Dita"


Bhuvi yang binggung segera menghampiri neneknya namun neneknya langsung menepis tangannya dan mamahnya datang dengan panik.


"Bu ibu kenapa Bu "

__ADS_1


Malah pingsan neneknya Bhuvi, lalu datang ayahnya Bhuvi dan langsung membawa neneknya Bhuvi kerumah sakit sedangkan mamahnya masih ada dirumah, karena dia harus mengambil uang dulu.


"Ada apa ini Bhuvi kenapa tiba-tiba nenek pingsan seperti itu, apa yang kau lakukan kau tahukah nenek punya penyakit jantung apa yang kau katakan jangan sampai kau membuat nenek tiada"


"Aku hanya mengatakan yang sesungguhnya kalau aku tidak mau menikah dengan Aji, karena aku sedang mengandung jadi jangan paksa aku lagi untuk menikah dengan siapapun itu karena aku sebentar lagi akan mempunyai anak, tidak ada Abi pun aku akan tetap membesarkan anak ini sendiri jika kalian tidak mau menampung aku, aku bisa mengurus dia sendiri aku bisa pergi dari rumah ini"


"Bhuvi kau sangat keterlaluan sudah mengecewakan mamah nenek dan semua keluarga, apakah kau gila hamil anak dari sosok itu dia itu bukan manusia kau gila aku tidak akan pernah membiarkanmu keluar, awas saja jika terjadi sesuatu pada nenek kau yang bertanggung jawab kau harus menanggung semuanya Bhuvi aku akan terus menagihnya kalau terjadi apa apa dengan nenek "


Pintu ditutup dengan keras oleh mamahnya, Bhuvi hanya bisa diam menatap kepergian ibunya dan mendengar suara pintu yang dikunci, masa bodoh mau dirinya dikurung sampai kapan pun dirinya tak peduli.


Bhuvi masuk kedalam kamar mandi dan menguyur tubuhnya ini, rasanya lelah hidup tanpa Abi.


"Kau baik-baik saja kan di sana aku begitu khawatir dengan keadaanmu lihatlah aku sedang mengandung darah dagingmu, seharusnya saat ini kau sedang senang karena aku mengandung tapi kau tidak ada apa yang terjadi padamu Abi, apakah pisau itu membuatmu terluka apakah itu sangat menyakitkan aku tidak bisa menahan diriku untuk di sana dia menarikku"

__ADS_1


__ADS_2