
"Aji kau kembali lagi "
Aji diam menatap neneknya Bhuvi "jujur pada saya nek apakah Bhuvi sudah menikah dia tadi bilang kalau dia sudah menikah apakah nenek sudah gila menjodohkan saya dengan perempuan yang sudah punya suami"
"Tidak kamu salah faham, kamu mendengarkan kata-kata Bhuvi, dia itu hanya ingin mengelabui mu saja dia itu hanya ingin menolak perjodohan ini Bhuvi sama sekali belum menikah kau bisa mengecek semuanya kau bisa tanya ke warga-warga yang ada di dekat rumahku tanya pada mereka apakah Bhuvi sudah menikah, masa Bhuvi di umur yang masih belasan tahun sudah menikah"
"Lalu kenapa Bhuvi berbicara seperti itu pada saya, dia bilang dia sudah menikah waktu itu dia bilang pacar sekarang sudah menikah jadi yang benar itu yang mana, kalau begini saya lebih baik mundur"
Neneknya Bhuvi langsung turun dan mendekati Aji " jangan begitu nenek jamin Bhuvi belum menikah, kalau pun sudah menikah mungkin nenek akan berbicara dengan mu, tak akan menjodohkan kalian berdua tak mungkin nenek melakukan itu, tolong percayalah pada nenek, nenek mana mungkin bohong sama kamu, sejak kapan nenek bohong kan " .
Aji diam, dia menatap nenek Bhuvi dengan sangat lekat"kau buktikan saja, aku tak mau kalau harus menikahi istri orang, jika sampai itu terjadi aku akan menuntut mu karena sudah menipuku, menipu keluarga ku juga "
"Baiklah setelah sembuh kau datang kerumah ku, akan aku buktikan semuanya, kalau Bhuvi belum menikah kalau dia tak menikah dengan siapa siapa "
Aji langsung saja pergi, dirinya sudah terlanjur marah dengan apa yang dilakukan oleh keluarga Bhuvi apalagi dengan kata kata Bhuvi yang membuatnya ciut fan kecewa.
***
__ADS_1
Bhuvi yang sudah sampai duduk termenung, rumah sepi tak da siapa siapa dirumah, pada kemana mereka apakah mereka pergi, tapi yasudah tak usah di pikirkan.
Bhuvi memejamkan matanya, fikirannya sangat mumet sekali, rasanya kepalanya ingin pecah, rasanya ingin sekali membanting seseorang untuk melampiaskan semua kekesalannya.
"Akhhh kesal rasanya, aku pusing harus bagaimana ini,aku tidak mau menikah aku sudah mempunyai pasangan kenapa nenek tega "
"Bhuvi "
Bhuvi yang kaget langsung membuka kedua bola matanya, "mamah kau mengangetkan ku saja "
"Ayo makan dulu "
"Maksud mu apa Bhuvi, kau menuduh mamah mu yang tidak tidak "
"Yang tidak tidak, memang itu kebenarannya Mama memberikan sesuatu pada minumanku kan untuk mengeluarkan bayi yang ada dalam kandunganku ini mama sudah sekongkol dengan nenek kalian kenapa jahat padaku, apakah aku ini bukan anakmu apakah aku ini bukan cucu dari nenek sampai-sampai kalian semua tega padaku"
Mamahnya Bhuvi langsung menangis dan memeluk anaknya" Kau adalah anak mama, ini yang terbaik untukmu nenek juga ingin yang terbaik untukmu, kau harus menikah dengan Aji ini demi melunasi hutang keluarga kita, keluarga kita mempunyai hutang begitu besar pada keluarga Aji karena perusahaan kakek sudah bangkrut tolong bantu kami Bhuvi, jika bukan kamu siapa lagi yang akan membantu keluarga ini, tolong Bhuvi jangan seperti ini ya "
__ADS_1
Bhuvi melepaskan pelukan ibunya " jadi aku ini sebagai pelunas hutang mah, aku pada keluarga Abisatya sebagai tumbal lalu aku kepada keluarga Aji sebagai pelunas hutang, aku ini dilahirkan hanya untuk memuaskan hasrat kalian saja kan jika kalian mau kalian bisa melunasi tanpa aku harus menikah dengan Aji, kenapa harus seperti itu mah kenapa"
"Tidak kami sudah mencoba untuk melunasi hutang itu, tapi sampai sekarang belum juga lunas, kami bingung harus menjual apalagi Bhuvi, kalau misalnya kami menjual rumah ini hanyalah satu-satunya yang kami punya tolonglah mengerti dalam posisi ini, ini juga yang terbaik buat kamu saat kamu menikah dengan Aji kau akan senang kau akan hidup senang, dia laki-laki baik dia pasti akan menerimamu akan menjadikanmu seorang ratu dalam hidupnya, tolong Bhuvi hanya dirimu yang bisa membantu kami semua tolong lah nak "
Bhuvi menatap ibunya dengan lekat, tangis ibunya sudah sangat tak karuan, bagaimana ini, kenapa ibunya tak dari awal berbicara kalau ini demi keluarga mereka kenapa baru sekarang, apakah ibunya berkata jujur atau berbohong lagi, dirinya tak mau dibohongi untuk kesekian kalinya.
Tapi kalau dilihat lihat memang mobil dan juga perusahan kakeknya sudah tak ada, kakeknya juga sudah tak mengelola lagi, dan ayahnya juga sama tak mengelola lagi perusahan kakeknya.
"Akan aku pikirkan mah "
Bhuvi bangkit namun mamahnya memegang tangan Bhuvi dengan erat "tolong pikirkan dengan benar-benar Bhuvi hanya dirimu yang bisa membantu keluarga kita tidak ada yang lain, kalau bukan dirimu siapa lagi yang akan menolong lupakan Abi lupakan semuanya, lupakan apa yang pernah kalian lakukan lupakan apapun itu tolong"
"Tapi aku sudah berbicara pada Aji kalau aku sudah menikah, lalu apakah dia akan setuju apakah dia akan melakukan pernikahan ini mah, karena aku juga sudah terlanjur berbicara seperti itu jadi kita tunggu saja keputusan dari keluarga Aji apakah mereka akan setuju atau tidak"
"Bhuvi apa yang kau lakukan "
"Aku pun di sini ingin egois kalian tidak bisa memaksaku kalau dari awal kalian berbicara mungkin aku akan mempertimbangkannya dan menerimanya, tapi karena kalian berbicaranya telat dan aku sudah berbicara itu pada Aji jadi kita tunggu saja keputusan dari Aji dan aku juga akan memikirkan dulu semuanya, mamah bilang aku harus melupakan semua kenanganku dengan Abi tak akan pernah bisa aku lupakan sampai kapanpun, kalian yang sudah membuat aku dekat dengannya kalian semua yang sudah membuat aku hidup bersamanya, jadi jangan salahkan Abi atau diriku salahkanlah diri kalian semua yang telah membuat perjanjian dengan mereka, aku tidak pernah tahu menahu tentang perjanjian itu, tapi kalian menarikku dalam perjanjian itu dan membuat aku harus berhubungan dengan Abi dan sekarang aku sudah menerimanya dan sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakannya, kalaupun dia sampai kembali lagi aku akan tetap memilih Abi aku lebih baik meninggalkan Aji daripada harus meninggalkan Abi kembali, karena dia adalah laki-laki pertamaku dan akan menjadi laki-laki terakhirku nantinya"
__ADS_1
Bhuvi perlahan melepaskan tangan ibunya dan berjalan kearah kamarnya dengan lunglai, badannya begitu lemas mungkin efek karena tak makan, dirinya kurang makan jadi seperti ini tak ada tenaga sedikit pun.
Apalagi dirinya belum makan dari tadi pagi, perutnya kosong baru kerasa sekarang.