
Akhir pekan, tepat dimana Jennie akan pergi untuk datang ke acara pertemuan pengurus OSIS se Ibu Kota.
Jennie bernafas lega sebab lagi lagi Stevan menjadi pahlawannya yang bersedia mengantarkannya ke sana terlepas dari ajakan Anto untuk berangkat bersamanya.
Ya, walaupun alasannya Stevan di suruh oleh Hana karena kurang percaya dengan Jennie. tetap saja Jennie wajib berterimakasih kepada Stevan.
"entar bantuin tugas gue ya kak" ucap Stevan cengengesan sambil membukakan helm di kepala Jennie.
"pamrih mulu lo bocil.. " timpal Jennie seraya memukul pundak Stevan yang kini meringis berlebihan.
"berapa kali gue bilang, gue bukan bocil.. gini gini juga gue banyak yang naksir" ucap Stevan bangga, sementara Jennie rasanya ingin muntah saja.
"udah cabut sono.. " ucap Jennie seraya menendang ban motor Stevan untuk mengusirnya. malas jika harus meladeni Stevan, secara tidak akan ada habisnya jika berdebat dengannya.
"ok, kabarin kalo udah kelar.. tar gue jemput" ucap Stevan seraya menhidupkan kembali mesin motornya.
"hmm"
Anto yang baru saja tiba langsung menghampiri Jennie yang sedari tadi berdiri kebingungan sebab merasa asing.
"hi Jen, udah lama? " tanya Anto tersenyum manis.
"lumayan " ucap Jennie datar mengekor langkah Anto.
menyanyikan lagu kebangsaan oleh seluruh peserta acara sebagai pembuka acara.
setelah lagu selesai di kumandangkan, semua kembali duduk di bangkunya masing-masing.
__ADS_1
Terdengar suara pembawa acara menyapa semua peserta yang merupakan utusan pengurus OSIS dari tiap-tiap sekolah yang berada di wilayah Ibu kota.
Kemudian pembawa acara mempersilahkan ketua Forum pengurus OSIS se Ibukota untuk memberikan sambutan.
terdengar suara tepuk tangan semuanya mengiringi langkah sang ketua menuju podium.
terlihat para kaum perempuan berdecak kagum dengan pesona sang ketua yang tidak pernah berhenti mengulas senyuman. terlebih Jas almamater menambah daya tariknya.
Jennie yang sedari menunduk malas, kini memberanikan diri untuk mendongak karena penasaran dengan tampang sang ketua sampai bisa membuat yang lainnya tak henti berdecak kagum.
deg.. tatapan Jennie dan sang ketua tidak sengaja bertemu, membuat Jennie langsung memalingkan mukanya, tetapi tidak dengan sang ketua yang malah terus menatap ke arahnya sehingga yang lainnya merasa heran sebab sang ketua tidak berpaling menatap ke arah meja dimana Jennie dan Anto duduk di sana.
Setelah selesai dengan pembahasan sesi pertama, pembawa acara mempersilahkan semua peserta untuk istirahat dan memakan makanan yang sudah di sediakan panitia.
Jennie bernafas lega karena sedari tadi dirinya merasa bosan sebab belum paham mengenai organisasi. Anto yang mengajaknya makan bersama Ia tolak halus dengan alasan tidak berselera makan. Jennie pun pamit untuk keluar sebentar pada Anto.
"hah.. mending gue makan ini.. " batinnya yang mulai menyantap siomay tersebut.
Jennie terhenyak saat seseorang tiba-tiba duduk di sampingnya.
"Hi.. gue Deryl.. " ucap Deryl menyodorkan tangannya mengajak Jennie berkenalan.
"iya gue tau.. " timpal Jennie datar masih mengunyah makanannya. jelas Jennie tahu siapa nama orang yang kini duduk di sampingnya, sebab sedari tadi orang tersebutlah yang menjadi bahan pembicaraan para kaum perempuan.
ya.. Deryl si sang ketua yang mempesona.
Deryl tak hentinya menatap Jennie yang asyik dengan makanannya.
__ADS_1
" Jennie.. namanya cantik secantik orangnya " ucap Deryl mengulas senyuman setelah membaca nametag milik Jennie.
sementara Jennie memutar bola matanya jengah dan rasanya ingin muntah saja. sebab bukan sekali dua kali ucapan tersebut terdengar di telinganya.
" ko gue baru liat lo di Forum ini? " tanya Deryl karena baru pertama kali melihat kehadiran Jennie di acaranya.
" kenapa? cewek brandal kayak gue gak pantes ikut organisasi? " timpal Jennie ketus di tengah kunyahannya tanpa menoleh ke arah Deryl sedikitpun.
Deryl terkekeh mendengar ucapan Jennie, baru kali ini dirinya menemukan sosok seperti ini. Jika saja perempuan lain yang di dekati oleh Deryl pasti sudah kegirangan.
" oke Jennie.. gak usah tunggu esok atau nanti, gue suka sama lo dari kemarin.. " ucap Deryl tegas membuat Jennie langsung tersedak.
" gila nih cowok.. "
" di minum.. " ucap Deryl seraya menyodorkan air mineral kepada Jennie dan Jennie langsung menyambarnya.
glek..glek.. glek.. Jennie meminumnya sampai habis.
" gila lo, gue cewek ke berapa yang lo gombalin? " ucap Jennie ketus, tetapi kali ini dirinya berani menoleh ke arah Deryl.
Jennie sendiri sudah biasa mendapat gombalan seperti ini, maka dari itu Jennie akan menganggap Deryl sama seperti laki-laki yang selalu membual kepadanya.
" fix.. nih cowok playboy "
" pertama, dan mungkin satu-satunya.. " timpal Deryl dengan santai membuat Jennie kembali tersedak dan langsung cegukan.
Deryl merasa tertantang dengan Jennie yang terus saja memalingkan mukanya ketika menjadi pusat tatapannya saat kembali ke sesi acara tersebut.
__ADS_1
sepertinya perjuangan cinta akan segera dimulai.