Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 23 Merasa kehilangan


__ADS_3

"Kau pulang Abi"


"Tentu Ibu aku pulang kau memanggilku untuk pulang kan, maka aku akan pulang dan menemui ibu ku tercinta"


"Kukira kau ingin diam di dunia manusia selamanya Abi, kau tidak mendapatkan perempuan itu kan sudah kau menikahlah dengan perempuan yang lain kalau memang dia tidak mau ikut denganmu, akhiri semua perjanjian itu dan aku akan berbicara pada ayahmu untuk mengakhiri sebuah perjanjian itu ya, kita akhiri saja "


"Tidak Ibu sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan Bhuvi, aku sudah mencintainya dan aku tidak akan bisa melepaskannya dan Ibu jangan pernah mengatakan pada ayah kalau kita akan melepaskan perjanjian itu , sebuah perjanjian tetaplah perjanjian dan harus selalu ditepati. Aku hanya ingin bersamanya saja"


"Tapi kau harus segera menjadi raja dan memimpin kerajaan ini secepatnya, kau tidak bisa seperti ini terus menerus. Kau harus menikah. Kau paksa saja perempuan itu untuk datang kemari "


"Tidak aku tidak mau ada paksaan, aku ingin Bhuvi sendiri yang menginginkan datang kemari tanpa ada sebuah paksaan sedikitpun, kita sudah pernah memaksa Bhuvi untuk datang kemari tapi dia tidak pernah mau kan. Yang ada malah kita sendiri yang nanti akan menanggung sebuah masalah memaksa dia untuk tetap tinggal di sini, perlahan saja Bu, Bhuvi pasti akan aku dapatkan Bhuvi pasti akan ada disampingku, ibu hanya tunggu prosesnya saja "


"Tapi kalau begini terus bagaimana, aku ingin kau mempunyai seorang keturunan Abi, aku ingin melihat kau merayakan pernikahanmu tapi jika perempuan itu tidak mau bangsa manusia itu tidak mau maka sudah lepaskan saja kau menikah lah dengan bangsamu sendiri. Ibu telah memilihkan calonnya untukmu, calon yang baik dan pasti akan sangat pas untuk mu, ibu yakin itu bagaimana kau siapkan "


"Aku tidak mau Ibu aku akan membujuk Bhuvi dan aku akan tetap merayakan pernikahan kami aku tidak akan pernah menikah lagi, aku hanya ingin Bhuvi yang menjadi permaisuriku dan menjadi ratuku hanya dia yang akan menjadi ratuku dan hanya dia yang akan menjadi pendampingku selamanya Ibu, meskipun aku harus menunggu bertahun-tahun berpuluh-puluh tahun lagi pun aku sanggup untuk menunggu Bhuvi dan Ibu jangan pernah mencarikan aku kembali seorang istri karena istriku hanyalah Bhuvi tidak ada yang lain"


"Entahlah Ibu sudah pusing perempuan itu sangat sulit untuk dibawa kemari padahal tak ada bedanya dunia manusia dan dunia kita, lebih baik kau jangan dulu ke rumah perempuan itu kau lihat apakah dia akan membutuhkanmu atau tidak, kita lihat saja ya, jangan sampai ibu yang bertindak dan mendatangi perempuan itu


"Baik ibunda, biar aku urus sendiri saja, dan aku yakin aku bisa ibu membawa dia kemari "


***


Bhuvi yang kesiangan segera bersiap-siap biasanya dirinya dibangunkan oleh Abi kalau ingin kuliah, tapi karena dia tidak ada Bhuvi bangun sendiri dia tidak ingat kalau Abi sudah pergi meninggalkannya katanya pulang sih tapi nggak tahu pulang ke mana.

__ADS_1


Semoga saja dia tak kembali lagi kan ,semoga saja semuanya kembali lagi seperti semula hidupnya akan tenang kembali. Dirinya tak mau diganggu lagi oleh hantu itu menyebalkan kalau diganggu terus.


"Kenapa sih aku malah jadi kebiasaan, padahal kan dulu aku bangun sendiri tanpa harus dibangunkan, ingat Bhuvi dia bukan manusia dia itu adalah jin.


Bhuvi segera mengambil buku-bukunya dan tasnya pula dia berlari keluar dari kamarnya dan tak lupa mengunci pintunya. Sekarang sudah jam 08.00 dan kelasnya masuk 8.30 jangan sampai dirinya telat dan tidak mengikuti mata pelajaran.


Bhuvi yang tidak mendapatkan angkutan umum sama sekali akhirnya berlari untuk pergi ke kampusnya. Untung saja kampusnya tidak terlalu jauh kan saat di lorong pun Bhuvi berlari-lari dengan begitu kencang dan untungnya saja dirinya tidak telat.


"Biasanya kamu tak telat Bhuvi, kenapa apa ada masalah lagi, untung aja kan belum dateng dosennya."


"Aku kesiangan Rani nggak biasanya juga kan aku kesiangan kayak gini, entah kenapa "


"Makannya aku juga aneh kok kamu belum datang sih, padahal udah mau mulai "


***


Saat di kantin ada Bas yang terus saja menatap ke arah Bhuvi namun Bhuvi tak menghiraukannya dia hanya memakan baksonya dengan lahap dan tanpa Bhuvi sadari ada Dahlia yang mendekatinya.


"Bhuvi apakah aku boleh berbicara denganmu, hanya sebentar saja tak akan lama "


"Mau apa kau berbicara dengan Bhuvi dasar selingkuhan ya kamu "


"Sudah Rani. Kau ingin berbicara apa Dahlia padaku, urusan kita sudah selesai dan aku juga sudah putus dengan Bas, kau bisa berpacaran dengan dia sampai kapanpun aku tidak peduli aku tidak mau lagi berurusan dengan kalian berdua, aku tidak mau berurusan lagi denganmu ataupun dengan Bas "

__ADS_1


"Tolong dengarkan dulu aku, aku tahu karena aku telah berselingkuh dengan Bas hubunganmu dengan Bass harus berhenti di tengah jalan, maafkan aku sungguh aku minta maaf padamu Bhuvi. Aku tidak akan pernah melakukan hal ini lagi dan aku juga sudah mengakhiri hubungan ini aku hanya ingin meminta maaf padamu atas semua kesalahanku ini, sungguh aku minta maaf padamu "


"Sudahlah yang sudah terjadi tidak usah dipikirkan lagi, aku pun sangat berterima kasih padamu karena kau telah memperlihatkan bagaimana sebenarnya Bas jadi aku tidak perlu sakit hati untuk kedepannya untung saja aku dan bass juga belum menikah kan jadi tidak menyesal juga. Sekarang yang terpenting adalah hidupku sudah bahagia tanpa bass dan kau sudah membantuku untuk memperlihatkan wujud bass yang sebenarnya "


"Sekali lagi aku minta maaf aku permisi"


Dahlia langsung pergi meninggalkan Bhuvi dan juga Rani "kenapa sih kamu maafin dia kalau aku ya yang jadi kamu udah aku jambak-jambak tahu nggak sih rambut perempuan itu, aku kesel tau nggak sih emang sih kamu udah kasih pelajaran sama bass tapi seenggaknya kan kesel juga sama perempuannya. Udah tahu udah punya pacar tapi masih aja mau jadi selingkuhannya, itu perempuan bodoh atau gimana sih, mau maunya aja kan"


"Udahlah Ran nggak apa-apa, semuanya juga udah terlanjur yang terpenting sekarang aku udah tahu gimana bass yang sesungguhnya. Daripada nanti ketemunya setelah aku udah cinta-cinta banget sama bass dan aku bodohnya mau aja diselingkuhin kan, ya udah lebih baik sekarang aja kan ketahuannya itu akan lebih baik "


"Iya juga sih ya udah yuk lanjut makan aja lah"


Mereka berdua segera lanjut makan tapi tiba-tiba saja pikiran Bhuvi tertuju pada sosok laki-laki itu, pada sosok laki-laki yang gagah tinggi berkumis tipis tapi tampan.


Rasanya ada yang hilang dalam dirinya biasanya diganggu oleh sosok itu, ya meskipun baru beberapa minggu dirinya menghabiskan waktu dengan sosok itu tapi rasanya saat dia pergi hampa saja hatinya.


Rasanya ada yang hilang dalam dirinya, apakah dirinya mulai menyimpan rasa tapi tidak mungkin, dia dan juga sosok itu beda dunia dan tidak akan pernah bisa bersatu sampai kapanpun.


Dirinya adalah manusia sedangkan laki-laki itu entahlah bukan, dirinya tidak mungkin kan tiba-tiba ikut dengan sosok laki-laki itu dan hidup bersamanya.


Lalu bagaimana dengan dunianya bagaimana dengan ibunya neneknya kakeknya ayahnya, ya meskipun dirinya sekarang sedang marah pada keluarganya. Tapi tetap saja dirinya harus memikirkan semuanya, memikirkan tentang keluarganya.


Dirinya tidak bisa gegabah ikut dengan sosok itu apalagi dirinya juga belum mengetahui apa alasan dirinya harus ikut dengan sosok itu, tidak ada alasan yang jelas untuk dirinya ikut bersamanya dan neneknya pun juga tidak mengatakan alasannya kenapa dirinya harus ikut dengan sosok itu, dirinya harus jadi jaminan kenapa harus dirinya yang menjadi perjanjian di antara mereka.

__ADS_1


__ADS_2