Dia Kembali

Dia Kembali
Bab 33 Tak pernah terbayang


__ADS_3

"Kita ini dimana kenapa begitu indah, Abi disini banyak sekali bunga yang menyala seperti lampu, apakah ada listriknya atau bagaimana " tanah Bhuvi dengan kagum


Tadi Abi tiba tiba membawanya ketempat ini, dan inilah kejutannya begitu indah sekali, sangat indah sampai sampai dirinya tak bisa mengucap apa apa lagi, tadi setelah sekian lama diam dan mengamati semuanya baru dirinya bisa bertanya pada Abi.


"Ini adalah taman kami, apakah kau suka memang di sini bunganya menyala tidak ada listrik seperti duniamu, lihatlah sungai di sana juga begitu indah apakah kau ingin melihat airnya begitu jernih sampai-sampai jika kau masuk ke dalamnya aku bisa melihatnya "


"Boleh aku mau kesana ayo cepat Abi bawa aku kesana "


"Mari "


Abi mengandung tangan Bhuvi dan mereka berjalan kearah sungai yang airnya begitu tenang, dan benar airnya begitu bersih dan membuat mata segera.


Bhuvi duduk dan memasukan tangannya kearah air "wah sejuknya aku suka "


"Nanti setiap hari kau akan tetap ada di sini Bhuvi, kau bisa menikmatinya setiap hari jika kau memang benar-benar tak mau kembali lagi pada duniamu maka kau akan di sini terus menerus"


Bhuvi yang fokus melihat kearah atas pohon segera bangkit dan berjalan kearah sana, saat tangannya terulur ada hewan yang hinggap ditanya seperti boneka Barbie bentuknya kecil putih tapi mengemaskan.

__ADS_1


"Abi ini apa "


"Hai " tiba tiba saja makhluk itu berbicara.


Bhuvi yang kaget langsung melemparkannya dan berlari kearah Abi " jangan takut sayang, tunggu lihat lah aku, aku akan memperlihatkan sesuatu padamu "


"Baiklah coba kau perlihatkan padaku "


Abi mundur dan memejamkan matanya tiba tiba saja ada yang keluar dari dalam tubuhnya, Bhuvi yang kaget langsung mundur keluar sebuah sayap.


"Kau sebenarnya apa Abi, kenapa kau mempunyai sayap"


Seperti terhipnotis Bhuvi menganggukan kepalanya dan Abi langsung memangku Bhuvi dan terbang, Bhuvi yang melihat taman ini dari atas makin terkesima begitu bagus.


Bhuvi makin mempererat pegangannya pada Abi, takut takut jatuh nantinya " kau suka sayang "


"Aku suka sekali, kau hebat bisa punya sayap "

__ADS_1


Abi makin mengepakkan sayapnya dan makin terbang keatas, lalu Abi berhenti dan menatap Bhuvi.


Dan tanpa Bhuvi sangka sangka Abi mencium bibirnya, Bhuvi yang makin terbuai mengikuti setiap sentuhan yang diberikan Abi.


Pegangan tangan Bhuvi pun makin erat, dirinya tak mau melepaskannya. Setelah tautan bibir mereka terlepas Abi menatap Bhuvi dan tersenyum senang.


"Tak akan ada yang bisa memiliki mu Bhuvi hanya aku saja yang akan memilikimu, di perutmu sebentar lagi akan hadir anakku dan dirimu "


Bhuvi memegang perutnya mengusapnya dengan perlahan, "kau yakin kau tidak bohong Abi "


"Tentu untuk apa aku bohong, lihat saja dia akan segera hadir sayang, pegangan yang erat sayang kita akan turun kebawah "


Bhuvi dengan patuh melakukannya memegang erat leher Abi, dan Abi langsung saja meluncur turun dengan sayap yang lebar dan cantik.


"Akhhh pelan pelan Abi "


Abi malah tersenyum dan makin mempercepat lajunya dan makin membuat Bhuvi takut angin begitu kencang menerpa wajahnya, sampai sampai untuk membuka mata saja susah.

__ADS_1


Abi ini memang keterlaluan ya, awas saja akan dirinya balas Abi.


__ADS_2