Dia Lelakiku

Dia Lelakiku
BAB 10


__ADS_3

Abian menarik tangan Dita menuju ruangannya dengan keras. Ia tidak menyadari bahwa itu menyebabkan Dita kesakitan. Dita meringis kesakitan.


" sakit bang." mencoba untuk melepaskannya tapi tidak berhasil karena Abian mencengkeramnya dengan kuat.


Semua karyawannya Abian memandang aneh dengan kejadian itu. Karena baru beberapa hari Dita magang ditempat mereka kerja tapi sudah banyak membuat kekacauan. Abian menutup pintu ruangannya dengan kencang. Lalu memencet remote yang berada dimeja kerjanya sehingga lemari ruangannya bergeser dan tampaklah sebuah tempat tidur. Dibalik lemari ruangan ada kamar istirahat yang sengaja dirahasiakan. Abian mendorong tubuh Dita keranjang dengan cara kasar. Wajah Abian memerah dan tatapan yang tajam menampakkan kebencian untuk Dita. Dita mulai takut melihat Abian seperti ini. Setelah mendorong Dita Abian membuka kemejanya. Dita semakin takut sehingga tubuhnya mulai gemetaran.


" Apa yang Abang lakuin?"tanya Dita ketakutan.


" Menurutmu apa " katanya sambil membuang bajunya sembarangan.


Abian berjalan mendekati Dita lalu mendorongnya lagi sehingga Dita dalam posisi tidur. Abian lansung menindihnya lalu memaksa mencium bibirnya dengan cara paksa. Dita mengelak dan memberontak dengan sekuat tenaga sehingga yang kena pipinya.


" Ini kan yang kamu mau ketika menggoda saya." ucapnya penuh emosi.


" Tolong lepaskan aku, aku mohon..." Dita mulai menangis ketakutan.


Abian tidak peduli ia mencoba lagi untuk mencium bibirnya Dita. Dita menutupnya dengan telapak tangannya. Lalu Abian menarik tangannya dan memeganginya dengan kuat.


" ampun bang, aku janji tidak akan menggangu lagi." mohon Dita lagi.


" aku tidak percaya, kamu selalu bilang aku lelakimu, maka sebagai lelakimu aku minta hakku." kata Abian tersenyum devil.


" aku janji tidak akan berani mengucapkan kata-kata itu lagi,mohon lepaskan aku." ucap Dita dengan suara parau karena menangis.


Abian yang melihat gadis itu ketakutan dan menangis akhirnya melepaskannya. Ia memang sengaja hanya untuk menakut-nakuti Dita. Dita sudah ketakutan maka ia harus mengakhirinya. Dia duduk ditepi ranjang, lalu dia melihat Dita duduk menangis sambil menutup wajahnya dengan tangannya.


" Bilang sama papamu untuk membatalkan niatnya yang ingin menikahkan kita, bilang itu kemauan mu." ucap Abian dengan jelas.


" Ba..ik." ucap Dita.


Abianpun memasang bajunya kembali.


" kamu masih boleh magang disini dengan catatan jangan menggoda saya lagi, keluar lah dan mulai bekerja." perintah Abian.


Dita masih belum bergerak dari duduknya. Ia duduk meringkuk dan masih dalam keadaan menangis.


" Keluar." perintah Abian dengan nada tinggi.


Dita yang kaget mendengar suara tinggi Abian segera berlari dari ruangan Abian. Ia segera berlari ke toilet untuk menghapus air matanya. Ia mencuci mukanya untuk menutupi matanya yang berair. Setelah beberapa menit akhirnya dia berhenti menangis. Dita keluar dari toilet menuju kubikel tempatnya bekerja. Semua yang berada diruangan itu melihatnya. Ia pura - pura tidak menyadari pandangan mereka. Ia mulai pura - pura fokus pada pekerjaannya padahal hatinya sangat sakit sekali.


...****************...

__ADS_1


Sebulan setelah kejadian itu Dita masih magang ditempat Abian. Ia ingin cepat - cepat selesai dari magangnya. Sebulan terakhir ini Dita selalu menghindar dari Abian. Sebisa mungkin ia menghindari. Jika bertemu dia sudah tidak pernah lagi menatap Abian. Bahkan ketika Abian datang, ia hanya mengucapkan selamat pagi tapi tatapan matanya selalu kelantai. Dita yang sekarang sangat membenci Abian. Tatapan mata yang diberikan biasanya cinta sekarang berubah menjadi kebencian. Bisnis Abian dengan papanya Dita masih berjalan dengan lancar. Pak Rama memutuskan untuk tidak memaksa Abian karena keinginan anaknya. Pak Rama tidak tau alasan dibalik Dita yang tidak mau menikah dengan Abian. Hubungan Abian dengan Mira juga semakin ada perkembangan. Mira sudah mau dilamar dalam waktu dekat.


Siang ini Abian sedang sibuk diruangan kerjanya. Tiba - tiba Hpnya berdering dengan nama Pak Rama yang tertera.


" Halo assalamualaikum pak." sapa Abian.


" waalaikumsalam, maaf ini saya asistennya pak Rama, Beliau kecelakaan dan anda diminta tolong untuk membawa putrinya kerumah sakit Medistra."


Abian sangat terkejut mendengar berita tersebut.


Lalu ia melihat di Tv berita kecelakaan pak Rama sangatlah parah. Mobil yang ditumpanginya hancur. Abian segera menuju rumah sakit sebelum terlambat. Abian menuju kubikel Dita.


" Dita ayo kerumah sakit, papamu kecelakaan." ucapan Abian membuat Dita oleng. Abian segera menangkapnya agar tidak jatuh.


" papa." ucapnya dengan kaget.


Diapun berjalan dengan cepat mengikuti Abian yang didepannya. Dita melihat Hpnya yang banyak sekali panggilan dari nomor tidak dikenal serta dari nomor asisten papanya. Wajah Dita sangat cemas sekali dan pikirannya juga kacau. Ia takut terjadi apa-apa sama papanya. Sesampai dirumah sakit, Dita kaget banyaknya wartawan yang menunggu diluar. Mereka lansung menyerbu ke arah Dita ketika Dita keluar dari rumah sakit.


" mbak gimana keadaan pak Rama Arkarna dan istrinya?" Dita kaget jika didalam kecelakaan itu juga ada mamanya.


Melihat Dita yang diam, Abian mencoba untuk membantunya bicara


" Maaf ya mas,mbak kami belum ketemu pasien." Lalu ia berjalan menarik tangan Dita dengan lembut.


" Dita mama kamu kritis, kamu jaga mama ya dan diri kamu, papa yakin kamu anak yang kuat." ucap papanya.


" papa juga harus kuat demi Dita pa." ucap Dita menangis tersedu-sedu.


" papa... sudah.. ti..dak kuat ..la.gi nak." ucap papanya terbatas.


" papa harus kuat." ucap Dita memberikan semangat.


" Bian." panggil papanya Dita.


Abian mendekati pak Rama.


" ya pak, bapak pasti kuat." ucap Abian.


" saya sudah.. tidak.. bisa ja..ga..Dita, kamu to..long ni..kahi..Dita." ucap pak Rama.


" papa jangan ngomong yang aneh-aneh, papa pasti sembuh." ucap Dita.

__ADS_1


" ini permintaan terakhir om, jaga Dita." ucap pak Rama.A


bian merasa diposisikan yang membingungkan.Ia tidak mencintai Dita, tapi ia sungguh tidak tega menolak permintaan terakhir pak Rama. Lama ia berpikir akhirnya dia memutuskan menerimanya.


" Ini agak berat om, mungkin saya bisa berunding sebentar dengan Dita." Abian menarik tangan Dita untuk keluar.


" Ayo lakukan, setidaknya demi permintaan terakhir papam" kata Dita putus asa.


" Baiklah, tapi ini hanya sementara." jawab Abian dengan cepat.


Diskusi mereka sangat cepat menimbang kondisi papanya Dita yang makin melemah. Mereka kembali keruangan papanya Dita. Abian dan Dita sudah setuju untuk dinikahkan dirumah sakit. Tidak lama kemudian seorang penghulu datang dan dua orang saksi dengan asisten pak Rama.


" saya terima nikah dan kawinnya Anindita Tiara Arkarna binti Rama Arkana dengan mahar tersebut dibayar tunai." ucap Abian dengan lantang.


" Sah." kata saksi


Dita bersalaman dengan Abian lalu mencium tangannya Abian. Lalu Abian mengecup keningnya Dita. Pak Rama tersenyum lega melihat Dita sudah ada yang menjaganya. Lalu pak Rama meniupkan nafas terakhirnya. Dita lansung histeris melihat papanya yang sudah meninggal. Ia langsung pingsan. Abian mengendong Dita lalu menidurkanya di ranjang rumah sakit. Dokter lansung memeriksa kondisi Dita.


" Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Abian mulai cemas.


" Pasien hanya sok, sebentar lagi pasti bangun."jawab dokter.


Benar kata dokter tidak sampai 10 menit Dita sudah siuman. Dia mulai menangis kembali.


" Papa ayo bangun pa, jangan tinggalkan Dita pa." tangisnya semakin histeris.


" udah dit, biarkan papamu tenang disana." Abian membantu menenangkannya.


Dita semakin menangis karena hatinya begitu hancur. Ia mencoba mencubit tangannya dengan kuat, berharap ini hanya mimpi. Namun ia merasakan bahwa ini kenyataan. Kenyataan bahwa papanya telah tiada. Lalu teman - temannya Dita juga datang.Mereka memeluk Dita yang masih menangis.


" sabar ya dit, yakinlah kamu bisa." kata Alan memeluknya.


" aku sayang papa lan, siapa lagi yang jaga Dita jika papa nggak ada." kata Dita tersedu-sedu.


" Ada aku, aku akan menjagamu." kata Alan meyakinkan.


" ada aku juga." kata Dion.


" Ada aku juga sahabatmu yang kepo." kata Siska.


" iya ada kami dit, ikhlaskan om Rama ya." febypun ikut memeluknya.

__ADS_1


Mereka juga merasakan kehilangan papanya Dita. Karena beliau sangat baik kepada mereka semua.


" Semuanya sudah beres, ayo kita bawa pak Rama pulang." kata Abian ke Dita. Ditapun mengangguk. Dita memang sudah tidak ada keluarga besar. Mama dan papanya adalah anak tunggal. Dita hanya punya sepupu jauh. Ia belum mengabari mereka tentang kepergian papanya.


__ADS_2