
5 tahun kemudian.
" Daffin jangan lari - lari" teriak Dita nampak kerepotan menjaga Daffin yang berusia 5 tahun dan seorang balita kecil berumur 3 tahun yaitu adiknya Daffin bernama Aya.
" Ayo makan sayang." ucap Dita menyuapi Aya makan.
Sebenarnya Dita punya baby sister tapi anak - anak sering bersama Dita. Dita punya baby sitter semenjak ia hamil 2 bulan. Hamil kedua Dita agak berat daripada hamil pertama karena setiap pagi ia mual. Nafsu makan Dita juga menurun ketika hamil kedua. Hamil kedua Dita juga manja pada Abian. Ia bahkan pernah merengek agar Abian tidak berangkat kekantor.
Dita sedang asik menyuapi Aya yang duduk dengan manis di gazebo belakang rumah.Mereka lebih sering main dibelakang rumah karena ada gazebo, taman bermain yang luas. Sebelah rumahnya kolam renang untuk anak dan untuk dewasa.Dita melihat Daffin datang menghampirinya membawa bola kaki yang dimainkan tadi.
" Ma, hari ini papa jadi cepat pulang?" tanya Daffin yang memang sudah jelas jika bicara.
" Iya, kita tunggu aja ya, katanya nanti Mezza mau datang kesini." ucap Dita dengan senang.
" Acikk, kak Eca atang." ucap Aya ikut senang.
" Ah biasa aja, lebay kali." ucap Daffin yang merasa adiknya lebai sekali.
"Halo, Assalamualaikum anak - anak papa." ucap Abian yang datang dari dalam rumah.
" Asyik papa udah pulang, pa kita jadi pergi?" tanya Daffin semangat untuk mengajak papanya pergi.
" Loh emang mau kemana? Mezza dan keluarganya datang loh bertemu." ucap Dita.
" Kan hari ini Daffin ulang tahun ma, katanya papa mau ajak daffin main di miniopolis." rengek Daffin.
" Iya sayang, aku memang udah janji sama Daffin." ucap Abian.
" Ya tunggu Mezza datang dulu, kan ini masih jam 11." ujar Dita kepada suaminya.
" Daffin kita berangkat habis dhuhur ya." ucap Abian sambil jongkok memeluk Daffin.
" Semoga aja dia tidak lama main disini." ucap Daffin cemberut.
" Nggak boleh cemberut, nanti gantengnya hilang loh." ucap Abian.
"Lagian dia tiap tahun pengennya rayain barengan, diakan cewek, nanti maunya aneh." ucap Daffin kesal karena setiap tahun ulang tahun mereka selalu dirayakan berbarengan.
" Kan tanggalnya memang sama." ucap Dita turun dari gazebo lalu berjalan menuju rumah.
" Hey anak gadis papa." sapa Abian sambil menggendong anak batitanya lalu mencium pipinya.
" Geli pa." ucap Aya tertawa karena kegelian.
" Udah maam?" tanya Abian kepada gadis kecilnya.
" Udah dong." ucap Aya tertawa memperlihatkan gigi putihnya.
__ADS_1
" Pintar anak papa, kedalam yok." ajak Abian kepada Aya dan Daffin.
Abian menggendong kedua anaknya masuk kedalam rumah. Dia membawa mereka kedalam kamar utama. Daffin memang sudah belajar tidur sendiri. Tapi terkadang juga lebih sering tidur berbarengan tidur dikamar utama. Sedangkan Aya memang sudah tidur dikamar yang terhubung langsung dengan kamar utama.
Lama mereka bermain dikamar utama, tiba - tiba pintu kamar diketok seseorang. Dita lansung membuka pintu karena ia yakin ini asisten rumah tangganya.
" Iya bi, Kenapa?"tanya Dita dengan ramah.
" Dibawah sudah ada non Siska non." ucap bibi yang paling senior dirumah Dita.
" Ya, bentar lagi Dita turun bi." ucap Dita menutup pintu kembali.
" Ayo anak - anak bersiaplah mandi, biar nanti siap dhuhur lansung berangkat." ucap Dita.
" Daffin mandi sama papa aja, dan Aya biar sama mbak Lala aja." ucap Abian sambil menggendong Daffin kekamar mandi.
Dita lansung keluar dari kamarnya menuju lantai dasar. Ketika ketemu baby sisternya, ia segera memberikan Aya kepada Mbak Lala. Setelah itu ia menemui Siska dan keluarga kecilnya.
" Hei, apa kabar sis?" tanya Dita ketika menghampiri Siska sahabatnya.
" Alhamdulillah baik, kemana perayaan ulang tahun hari ini?" tanya Siska.
" Kita ke miniopolis, Daffin pengen kesana dia." ucap Dita.
" Mezza apa kabar? kok ulang tahun cemberut?" tanya Dita lagi melihat anak gadis sahabatnya manyun.
" Eca mau ke istana anak - anak, kenapa Daffin nggak pernah ngalah sih aunty." ucap Meza manyun.
" Kenapa harus bersamaan, ndiri - ndiri lebih bagus." ucap Mezza.
" Kebersamaan itu lebih indah sayang." ucap Siska kepada putrinya.
Tidak lama kemudian Galuh masuk bersama dua anak kembarnya. Anak kembar milik Galuh dan Siska berumur hampir 4 tahun. Siska dinyatakan hamil setelah Mezza berumur 5 bulan.
" Aduh gantengnya ponakan aunty." ucap Dita tersenyum manis kepada kembar bernama Zahran dan Zayyan.
Setelah selesai sholat dhuhur mereka berangkat menuju miniopolis. Lembar begitu gembira bersama Daffin ketika masuk ke miniopolis. Sedangkan Aya dan Mezza hanya diam mengikuti mereka dari belakang.
" Ayo kak Eca ikut sini." ajak Zahran menarik tangan Mezza antusias.
" Pergi aja sendiri." tolak Mezza berusaha melepaskan tangan Zahran.
" Coba dulu, seru tau." ucap Zayyan juga ikut menarik tangan Mezza.
" Low dia nggak mau ikut, nggak usah ajak." ucap Daffin sambil mencibir Mezza karena ia tau gadis itu kesal kepadanya sama seperti tahun lalu ketika dia kesal kepada gadis itu.
" Aya nggak ajak?" tanya Aya kepada mereka semua.
__ADS_1
" Kamu benaran mau ikut, kamu masih kecil." ucap Zayyan.
" Kan ada bang Daffin, Wek." cibir Aya mengejar Daffin abangnya.
Mereka memulai petualang mereka dengan senang hati. Mereka mencoba apa yang menurut mereka lucu. Ada yang mandi bola, ada yang main perosotan, dan masih banyak lainnya.
Daffin dan kembar main perosotan sedangkan Mezza dan Aya main Lego. Setelah main perosotan, Daffin main excavator sedangkan kembar main sepeda mini. Meza masih tetap main Lego. Aya sudah bermain bola di kolam bola.
Abian dan Dita duduk dikursi yang telah disediakan dan tidak jauh dari mereka Siska dan Galuh juga duduk berpelukan. Mereka tetap romantis meskipun didepan umum.
" Sayang terimakasih sudah menjadi ibu untuk anak - anakku, makasih udah melahirkan anak yang cakep dan mendampingi mas selama ini." ucap Abian memeluk pinggang Dita.
" Sama mas, makasih udah sabar membimbing Dita, semoga kita sampai tua selalu setia dan bersama." ucap Dita menyandarkan kepalanya dibahu Abian.
"Pastinya, kamu nggak mau melahirkan anak-anak lucu lagi buat mas?" tanya Abian disambut dengan muka masam Dita.
" Kamu kira aku induk kucing mas, melahirkan banyak - banyak, sakit tau." ucap Dita jengkel.
" Siapa yang bilang kamu induk kucing, kamu ya istri aku masa disamain dengan induk kucing." ujar Abian sambil tertawa mendengar jawaban Dita.
" Habisnya, dikira enak apa punya anak banyak." ucap Dita.
" Ya udah jika memang sudah tidak mau lagi, mas sudah bahagia kok saat ini hidup bersama kamu dan Daffin dengan Aya." ucap Abian mengecup kening Dita.
" Kayaknya pasangan sebelah kita nggak kalah romantis mas." ucap Dita kepada Abian.
" Dokter itu pandai membuat kembar, sehingga sekali cetak lansung menghasilkan 2 anak." ujar Abian tersenyum.
" Hus kamu kira sahabat ku mesin pencetak anak." ujar Dita mencubit perut Abian.
"Sakit sayang." ucap Abian sambil mengelus perutnya yang sakit bekas cubitan Dita
" I love you Dita Tiara Arkarna." ucap Abian lagi sambil mengecup kening Dita.
" I love You too." ucap Dita membalas ungkapan hati suaminya.
Mereka tersenyum bahagia sambil menyaksikan anak - anak mereka bermain. Begitupun dengan Galuh dan Siska mereka juga bahagia bersama keluarga kecilnya.
TAMAT
NB : terimakasih yang sudah membaca, boleh berikan saran atau kritikan yang membangun. terimakasih semua.🙏🙏
...****************...
#Pengumuman#
Cerita selanjutnya adalah kisah Alan, Dion Dan Febby yang mengejar cinta masing - masing dalam judul:
__ADS_1
" Mengejar cintamu"
Semoga banyak yang suka. Terimakasih banyak bagi yang sudah membaca.