Dia Lelakiku

Dia Lelakiku
BAB 33


__ADS_3

Galuh pusing dengan masalah yang dihadapinya. Ia tidak menyangka bahwa dalam tiga hari lagi dia akan dinikahkan dengan wanita yang tidak disukainya.Iabsudah berkali-kali meyakinkan kedua orang tuanya, namun tidak membuahkan hasil apapun. Orang tuanya tetap bersikeras untuk menikahkan dia dan Siska.


Pagi ini Abian ada janji dengan Siska mau membeli cincin pernikahan. Tapi sebelum pergi ke toko perhiasan dia mampir dulu dirumah Mira. Meskipun ibu tirinya Mira tidak suka dengan Abian karena insiden pingsannya Mira tapi ayahnya Mira masih terbuka dengan dirinya.


Abian sudah duduk diruang tamu berduaan dengan Mira. Ibu tirinya Mira sedang di dapur memasak sedangkan ayahnya sedang diluar.


" Mir gimana kabarmu?" tanya Galuh kepada Mira.


" Hampir tiap hari kesini masih tanya kabar." jawab Mira tersenyum tipis.


" Gimana perasaanmu sekarang?" tanya Mira.


" Ya masih sakit sih, tapi aku akan belajar untuk menerima dengan ikhlas." jawab Mira.


" Bagus, itu baru Mira yang abang kenal." ucap Galus tertawa.


Mira juga tertawa melihat Galuh tertawa. Bagaimana ia berterima kasih kepada sahabat mantan pacarnya itu.


" Terima kasih ya bang, abang begitu baik dengan ku." ucap Mira dengan tulus.


" Semua tidak gratis loh Mir." ucap Galuh tersenyum.


" Jadi harus dibayar berapa?" tanya Mira tersenyum.


" Dengan senyummu kayak gini aja abang udah senang." ucap Galuh tersenyum melihat gadis yang disukainya tersenyum.


" hahahaha, lucu kali abang ini." ucap Mira dengan tertawa.


" Abang harap kamu bisa tertawa seperti ibu terus." ucap Galuh kepada Mira.


Mira hanya tersenyum mendengar ucapan Galuh. Ia tidak tau apa yang akan diucapkan lagi.


" Mir Abang mau bertanya boleh nggak?" tanya Galuh.


" Silahkan." jawab Mira.


" Jika ada lelaki yang menyukai mu dalam waktu dekat ini dan siap melamar, bagaimana menurutmu? tanya Galuh menatap Mira tanpa menoleh kemanapun.


" Aku belum siap bang, aku mau sendiri dulu." jawab Mira.


" Kenapa?" tanya Galuh.


" Aku mau mengobati luka hati ini sendiri, dan itu butuh waktu." jawab Mira.


" Tapi dengan kehadiran orang yang mencintaimu juga bisa mengobati luka hatimu, kadang luka itu akan terobati dengan adanya orang lain."ucap Galuh meyakinkan Mira.


" Entahlah, mungkin ini yang disebut trauma, rasanya dalam waktu dekat belum ingin untuk membuka hati." jawab Mira.


" Ya Abang paham, mungkin kamu butuh waktu." jawab Mira.


" Jika lelaki itu mencintai aku dengan tulus maka dia akan memperjuangkan aku bang." jawab Mira membuat Galuh terdiam.


" Haruskah aku berjuang untuk mendapatkan mu sementara aku dituntut untuk menikahi gadis lain." ucap Galuh dalam hati.

__ADS_1


" Kenapa bengong?" tanya Mira mengagetkan Galuh dari lamunannya.


" Saya mau nikah Mir." ucap Galuh terus terang.


" Selamat, benaran?" tanya Mira senang.


" Iya, Abang dipaksa nikah sama orang tua abang dengan gadis pilihan orang tua abang." jawab


Galuh.


" Loh kenapa bisa gitu?" tanya Mira.


" Ceritanya panjang banget." jawab Galuh.


" Trus Abang mau?" tanya Mira lagi.


" Abang tidak bisa menolak padahal abang sukanya sama gadis lain." jawab Galuh.


" Abang bawa aja gadis itu ke orangtuanya Abang." ide dari Mira.


" Masalahnya gadis itu tidak mau abang perjuangkan." jawab Galuh sendu menatap Mira.


" Abang nggak mau berjuang lebih ekstra lagi untuk mendapatkan gadis itu?" tanya Mira.


" Mau, tapi apakah mungkin dengan status abang yang sudah menikah?" tanya Galuh kepada Mira.


" Secepat itu Abang menikah?" tanya Mira tersenyum.


" Wah cepat juga ya, tapi maaf sepertinya aku tidak bisa hadir bang, kan belum terlalu sehat." ucap Mira.


" Nggak apa-apa, yang penting kamu sehat." ucap Galuh.


" Eh abang ada janji sama gadis itu cari cincin, abang pamit dulu ya." ucap Galuh setelah melihat jam tangannya.


" Ok, silahkan lanjut." jawab Mira tersenyum.


Galuh meninggalkan Mira yang masih duduk dikursi tamunya. Mira senang Galuh akan menikah, tapi ia sedikit takut jika ia tidak bisa dekat lagi dengan Galuh.


" Tapi buat apa lagi aku dekat sama dia, dulukan karena cerita tentang sahabatnya" gerutu Mira dengan pelan.


Mira berdiri dari tempat duduknya berjalan menuju kamarnya.


Sedangkan ditempat lain Siska menunggu Galuh dari satu jam yang lalu. Ia agak kesal dengan Galuh yang tidak tepat waktu. Tiba-tiba ia melihat mobil Galuh masuk ke halaman rumahnya yang besar. Galuh keluar dengan memakai baju kaos berwarna biru.


" Lama kali, bisa on time nggak sih." ucap Siska dengan kesal.


" Semua dari awal juga salah kamu." jawab Galuh dengan wajah dingin.


" Kamu bisa aja menolak jika tidak suka." jawab Siska semakin kesal.


" Mau beli cincin apa nggak nih?" tanya Galuh makin kesal.


" Terserahlah." jawab Siska juga kesal.

__ADS_1


" Ya udah, buruan naik kemobil saya." ucap Galuh kesal.


Mereka pergi ketoko perhiasan dalam keadaan diam. Tidak ada yang bersuara satu pun didalam mobil. Tiba di toko Siska semakin kesal dengan Galuh yang menyuruhnya dengan sesuka hatinya.


" Silahkan kamu pilih sesuai keinginan kamu." kata Galuh dengan wajah dingin.


Siska dengan kesal memilih cincin dengan asal saja. Ia juga kehilangan mood ketika bersama Galuh. Setelah cincin dibeli, Siska merasakan perutnya keroncongan.


" Makan yok." ajak Siska.


" Pergi aja sendiri, aku kenyang." ucap Galuh.


" Ya sudahlah, mau bilang apa." jawab Siska mengikuti langkah kaki Galuh.


"apakah aku bahagia menikah dengan lelaki seperti ini?" tanya Mira dalam hatinya.


";Dulu dia humble, tapi karena aku ingin dekat trus padanya, ia makin cuek sama aku." kata Siska dalam hati lagi.


" Mikirin apa kamu?" tanya Galuh.


" Nggak ada mikirin apa - apa." jawab Siska menunduk. Ia tidak biasanya seperti ini.


" Kamu tumben banyak diam hari ini, biasa ngerocos aja." ucap Galuh heran.


" Nggak ada, lagi nggak mood aja." jawab Siska.


" Sis kamu bisa menolak pernikahan ini pada orang tuamu, kamu anak perempuan, pasti mereka paham." ucap Galuh.


" Dengan surat undangan yang sudah dibagikan? kamu mau orang tuaku malu." ucap Siska.


" Itukan ide." ucap Galuh.


" Kamu aja yang menolaknya, saya lebih terima jika kamu menolaknya." ucap Siska.


" Aku nggak bisa, kamu tidak boleh jatuh hati pada saya." ucap Galuh.


" Kenapa?" tanya Siska.


" Karena hatiku masih tersangkut dengan wanita lain." ucap Galuh.


" Gadis itu aja yang kamu nikahi" jawab Siska mulai geram.


" Maunya aku gitu, tapi aku lagi berjuang mengejar cintanya." ucap Galuh.


" Ingat, kamu tidak boleh mengundang Abian." ucap Siska.


" Kenapa? tanya Galuh.


" Aku tidak mau Dita juga tau pernikahan ini." ucap Siswa.


" Ya kenapa jika Dita tau." jawab Siska.


" Kita sembunyikan saja masalah pernikahan kita dari apapun." jawab Siska.

__ADS_1


__ADS_2