Dia Lelakiku

Dia Lelakiku
BAB 30


__ADS_3

Mira jatuh pingsan ketika sedang menangis histeris. Galuh yang melihat mira pingsan lansung memeriksa kondisi Mira. Berbeda dengan ibunya yang lansung memanggil dokter yang menangani Mira. Setelah dokter datang, Galuh keluar dari kamar inap Mira. Buk Sukma memandang Galuh dengan emosi.


" Apa maksud kamu menceritakan yang sebenarnya? kamu taukan kondisi Mira, tapi kenapa kamu masih melakukan." teriak Bu Sukma agak emosi.


" Saya paham, tapi apa salahnya mengingatkan sedikit demi sedikit, saya yakin Mira adalah gadis yang kuat." ucap Galuh membela diri.


" Tindakan kamu bisa menghilangkan nyawa anak saya, paham kamu, kamu dokter tapi kenapa sembrono kali." ucap Bu Sukma sinis.


" Justru karena saya dokter, saya ingin Mira pelan - pelan tau keberadaannya sekarang." ucap Galuh penuh keyakinan.


" Mira itu maunya Abian, jangan kamu coba dekati dia lagi, biarlah dia tau dengan sendirinya, toh Abian juga tidak protes." ucap buk Sukma agak menekan ucapannya.


" Saya tetap akan memberi tahu Mira dengan perlahan, karena saya tau Mira seperti apa, dia tidak akan mau laki - laki yang sudah menikah." kata Galuh.


" Abian tidak mencintai perempuan itu." ucap Bu Sukma.


" Anda salah, Abian sangat mencintai Dita." jawab Galuh tidak mau kalah.


" Baiklah, saya pamit karena ada urusan." ucap Galuh masih sopan kepada ibu sahabatnya itu.


Galuh meninggalkan ibu Sukma ditempat. Ia mau pulang karena jam dinasnya sudah berakhir. Galuh membuka jas putihnya dan meletakkan dikursinya. Dia merapikan kemejanya, lalu berjalan keluar dari ruangannya. Tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Dokter Galuh." teriak seseorang gadis yang pengen ia hindari.


Galuh terus berjalan lagi tanpa menengok kearah gadis itu.


" Dokter tunggu." teriak gadis itu berlari dan sudah sampai didepan Galuh.


"Ada apa Siska?" tanya Galuh dengan agak malas.


" Sebagai dokter harus ramah loh " ucap Siska tersenyum.


" Itu jika anda pasien saya atau manusia normal." jawab Galuh ketus.


" Aku juga pasienmu, aku mau periksa." ucapan Siska membuat Galuh kaget.


" Kamu salah dokter, saya dokter kandungan." jawab Galuh dengan tersenyum mengejek.


" Kemaren aja kamu yang periksa luka Dita bisa." ucap Siska manyun.


" Itu karena suaminya agak gimana gitu, makanya saya bantu sesuai kemampuan saya." ucap Galuh.


" Saya mau periksa kandungan saya." ucap Siska polos.


" Kamu hamil? kamu udah nikah? tanya Galuh kaget luar biasa.


" Bukan gitu maksudnya." ucap Siska mau mengklarifikasi ucapannya tadi.


" Trus apa?" ucap Abian memandang Siska dengan tajam.


" Periksa rahimku aja, sehat apa nggak biar tau persiapan jika hamil anakmu nanti." ucap Siska.


" huk huj huk." Galuh terbatuk-batuk mendengar ucapan Siska.

__ADS_1


" Dokter nggak apa-apa?" tanya Siska menyentuh pundak Galuh.


" Jangan sentuh saya." ucap Galuh menjauhkan badannya dari tangan Siska.


" Is, kamu kok gitu dengan calon istri sih." ucap Siska masih tersenyum.


" Udah jangan ganggu saya, kamu salah orang dan jam dinas saya sudah selesai." jawab Galuh datar.


" Ya udah, aku ikut kamu." ucap Siska mengikuti Galuh dari belakang.


" Kamu mau ikut kemana, saya mau pulang kerumah." ucapnya dengan wajah datar.


" Kamu itu nggak cocok wajah datar tau nggak." ucap Siska.


Galuh sudah sampai diparkiran mobilnya. Ketika ia masuk mobil, Siska juga bergerak masuk kemobil dengan cepat.


" Kamu ngapain masuk mobil saya." ucap Siska.


" Mau ikut kamu." ucap Siska santai.


" Aku mau pulang loh, cepatan turun." ucap Galuh lagi.


" Nggak mau, low kamu malas bawa aku pulang setidaknya bawa aku jalan." ucap Siska.


" nggak, jalan aja sendiri." tolak Galuh


" Ya udah ikut kerumah mu aja, biar kenalan dengan calon mertua sekalian." ucap Siska.


" Mimpimu." ucap Galuh


" Turun nggak, daripada aku tarik." ancam Galuh.


" Tarik aja, jika nggak malu sama orang lain." jawab Siska dengan santai lagi.


Galuh keluar dari mobilnya lalu menarik tangan Siska dengan keras.


" Jangan tinggalkan aku, aku tau aku salah, tapi anakmu ini bagaimana." Siska berpura - pura menangis.


" Galuh." teriak seseorang dibelakangnya. Dia adalah papanya Galuh yang juga dokter disini.


" Papa." ucap Galuh lemas.


" Bawa perempuan itu pulang sekarang." perintah papanya lansung menuju mobilnya.


" Jika kamu berani macam-macaam awas ya." ancam Galuh.


Siska tersenyum penuh dengan kemenangan. Siska kembali masuk kemobil Galuh. Galuh membawany dengan laju. Tidak lama kemudian mereka sampai dirumah Galuh.


" Awas kamu jika ngomong macam-macam." ancam Galuh.


" Iya, aku cuma ngomong satu macam bahwa kamu milikku." ucap Siska.


Galuh dan Siska masuk kedalam rumah Galuh. Dimana sudah ada mama dan papanya Papanya memandang tajam kearah anak pertamanya. Ia tidak menyangka anak nya ang baik - baik bisa menghamili seorang gadis, lalu ditambah anaknya tidak mau bertanggung jawab.

__ADS_1


Galuh duduk bersebelahan dengan Siska.


" Papa nggak mau tau, kamu harus nikahi wanita ini." perindah papanya.


" P, ini tidak seperti yang papa bayangkan.* ucap Galuh.


" Kamu sudah menghamili anak orang, tapi tidak mau bertanggung jawab." ucap papanya.


" Kamu berikan alamatmu biar kami lamaran lewat Orang tuamu." perintah Papanya Galuh.


" Pa dia berbohong." ucap Galuh.


" Galuh, kamu ini anak laki - laki wajib bertanggung jawab." perintah mamanya.


" Kenapa papa mama lebih percaya saya ayu gadis itu." tanya Galuh.


" Ya buat apa juga perempuan ini bohong pada kami." ucap papanya.


Galuh menatap tajam wanita disampingnya. Namun wanita itu bersikap seperti biasa aja.


" Bicaralah yang sebenarnya." geram Galuh.


" Galuh, bersikap gentle lah sama wanita." jawab mamanya.


" Bilang orang tuamu, nanti malam kami akan berkunjung, tidak usah menunda-nunda, nanti perutmu semakin besar." ucap mama Galuh lagi.


" Tapi Tante..." ucap Siska terputus.


" Nggak usah takut, kami akan ngomong baik - baik kepada keluarga mu." ucap papanya Galuh.


" Galuh antar pulang, siapa namamu nak?" tanya mama Galuh pada Siska.


" Siska Tante." jawab Siska mengenalkan dirinya.


" Antarkan Siska pulang Galuh." perintah mamanya Galuh.


" Tapi ma...." jawab Galuh terputus.


" Tidak ada alasan, mama nggak mau cucu mama kenapa - kenapa." ucap mamanya Galuh.


Galuh semakin kesal dengan kedua orangtuanya yang lebih percaya kepada gadis itu. Galuh berjalan menarik tangan Siska.


" Galuh, jangan ditarik Siskanya, nanti cucu mama kenapa-napa." ucap mama Galuh dengan sedikit teriak.


Galuh melepaskan tangannya dari tangan Siska. Ia berjalan cepat menuju mobilnya. Siska mengikuti Galuh dengan cepat.


" Pokoknya saya tidak mau tau, kamu harus jelaskan ini kepada orangtuamu, dan kamu harus jujur, saya tidak mau terjebak dalam pernikahan ini." ucap Galuh dengan tegas.


" Jika saya tidak mau bagaimana?" tanya wanita itu.


" Saya akan buat kamu hamil benaran sebelum menikah nantinya." ucap Galuh mengancam.


"Wah takut." ejek Siska sambil tersenyum.

__ADS_1


" Kamu jangan coba-coba main - main dengan saya." ucap Galuh.


Galuh masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah Siska.


__ADS_2