Dia Lelakiku

Dia Lelakiku
BAB 12


__ADS_3

Mira sangat heran kenapa belakangan ini sangat susah menghubungi Abian. Ia tidak melihat Abian masuk kerja seminggu ini. Dan ia juga tidak melihat gadis yang mengejar - ngejar Abian seminggu ini. Mira mencoba bertanya kepada karyawannya Abian mengenai absennya Abian. Namun mereka juga tidak tau alasan bosnya itu kenapa tidak masuk. Siang ini Mira merasa sangat suntuk sekali karena ia libur kerja. Mira yang merasa bosan saat ini di kosnya.akhirnya memutuskan untuk jalan keluar. Setelah mandi dan berganti pakaian ia berjalan sendiri menuju salah satu mall di Jakarta. Tidak sengaja ia bertemu sahabat Abian yaitu Galuh. Ya Mira juga sangat mengenal Galuh dengan baik. Ia sudah dikenalkan Abian dengan Galuh sudah cukup lama.


" bang Galuh." Mira melambaikan tangannya.


Galuh yang juga melihat Mira juga melambaikan tangannya.


" Apa kabar mir?" tanya Galuh sambil mengulurkan tangannya.


" Alhamdulillah baik bang, abang apa kabarnya?" tanya Mira menyambut uluran tangan Galuh.


" Sama siapa kesini?" tanya Galuh.


" Sendiri aja." jawab Mira.


" Ohw samalah, yuk cari tempat duduk." ajak Galuh.


Mereka masuk ke kedai coffe dan memesan kopi dan beberapa potong roti.


" Abang tau nggak bang Abian sibuk apa?" tanya Mira membuka pembicaraan.


" Wah kurang tau juga karena sudah seminggu ini tidak jumpa, biasa setiap malam Minggu ia nginap dirumah, tapi Minggu kemarin dia nggak ada kabar sekali." ucap Galuh menerangkan panjang lebar.


" Mira juga sama, seminggu ini dia tidak masuk kerja, dihubungi susah kali." curhat Mira kepada Galuh.


" Mungkin dia sibuk dengan proyek barunya, apalagi berita kemarin salah satu rekan bisnisnya itu meninggal dunia, jadi mungkin agak berpengaruh ke proyeknya." ucap Galuh.


" Ohw, rekan bisnisnya terbaru bukannya pak Rama bang?" tanya Mira memastikan.


" Iya Rama Arkarna." jawab Galuh.


" Jadi. pak Rama meninggal bang, innalilah wa innailaihi Raji'un". Mira mengingat pertemuan mereka waktu dirumah Pak Rama.


" Pasti kenalkan sama pak Rama? Abian beruntung terpilih bekerjasama dengan beliau, ini proyek besar bagi Abian agar perusahaannya makin maju." kata Galuh. Mira sibuk dengan pikirannya sendiri.


" Apa ada hubungannya Abian nggak masuk kerja dengan gadis itu?" tanya Mira dalam hatinya.


" Loh kok melamun sih." kata Galuh.


Galuh yang melihat Mira melamun mencoba mengagetkannya. Namun Galuh melihat pandangan Mira tertuju keluar kedai coffe. Mira terlihat mengepalkan tinjunya dengan kuat. Ia melihat Abian berjalan dengan mesranya dengan gadis yang bernama Dita. Galuh juga kaget melihat kemesraan sahabatnya dengan gadis itu.


" Katanya nggak suka, tapi diam - diam main belakang." ucap Galuh dalam hatinya sambil tersenyum.


Mira yang mulai nampak geram menghampiri Abian dan Dita yang masuk salah satu tempat makan.


" Boleh ikut gabung?" pertanyaan Mira membuat Abian dan Dita kaget berbarengan.


" Mira." ujar Abian kaget.


" Boleh gabung nggak Dita?" tanya Mira tersenyum, namun senyumnya bagai malaikat pencabut nyawa bagi Abian.


" Dita terserah bang Abi aja." jawab Dita malas berbasis - basi disaat moodnya yang mulai tidak bagus lagi.

__ADS_1


" Gimana bang Abi." kata Mira mengejek dengan sebutan Abi karena tidak biasanya Mira memanggil Abian dengan begitu.


" Silahkan." kata Abian tanpa senyuman.


" bang Abi, Dita ke toilet dulu ya." pamit Dita ke Abian.


Abian hanya memberikan anggukan. Ditapun berjalan kearah toilet. Hatinya mulai badmood lagi setelah melihat Mira ada disini. Ia ingin mencoba menenangkan dirinya agar tidak terpancing emosi.


Mira menatap Abian seperti menuntut penjelasan. Abian hanya diam tanpa merasa harus menjelaskan apa - apa. Mira tambah geram dengan sikap Abian yang hanya diam saja.


" Bisa jelaskan ada apa ini?" tanya Mira.


" Tidak ada yang harus dijelaskan." kata Abian dengan dingin.


Mira merasa aneh dengan sikap Abian yang dingin kepadanya. Pandangannya tertuju ke cincin yang ada dijari manis Abian.


" Itu cincin apa? kamu sudah nikah?" tanya Mira mulai emosi ketika ia tau ia dikhianati.


" Tolong jaga sikap, kenapa kamu tidak sabar menunggu besok." kata Abian.


" Kenapa harus besok, kamu bohongi aku, kamu menikahi gadis tadi?" tanya Mira dengan suara agak meninggi.


" tolong kamu pelankan suara kamu, jika tidak aku tidak akan menjelaskan, pulanglah besok aku jelaskan semuanya." pinta Abian.


" Kenapa harus menunggu besok? aku maunya hari ini Abang jelaskan." kata Mira.


Abianpun pusing melihat amarah Mira saat ini. Ia paham jika Mira marah padanya.


" Ya silahkan jelaskan biar aku tidak sakit hati." ucap Mira menuntut.


" Aku hanya nikah kontrak dengan Dita karena permintaan terakhir almarhum papanya." jawab Abian.


" Kamu suka diakan? kamu bisa aja menolak?" kata Mira yang masih marah.


" Aku memang bisa menolak, tapi ini hanya sementara, saya hanya kasihan, ini bentuk kemanusiaan aja." kata Abian.


" Jika ada seribu bapak yang mau meninggal, lalu memintamu menikahi putrinya, lalu kamu akan menikahi semuanya." ucap Mira yang merasa itu hanya alasan Abian saja.


" Kamu tidak bisa percaya dengan aku? apakah aku sebejat itu di matamu?"tanya Abian menatap tajam Mira.


Mira tau arti tatapan ini. Ia sangat tau bahwa Abian tipe orang yang tidak bisa menjalin suatu hubungan tanpa kepercayaan.


" Aku percaya kamu tapi tidak dengan gadis itu." ucap Mira.


" Kamu tidak usah percaya dia, cukup percaya aku, tunggu saja sampai dia siap secara mental baru kami akan akhiri dan secepatnya kita akan menikah." kata Abian.


Mira mulai tersenyum mendengar janji Abian. Ia tau bahwa Abian adalah laki-laki yang tidak pernah ingkar dengan janjinya.


" Tapi kamu kenapa mesra sekali sama dia, aku cemburu loh." kata Mira dengan manja.


" Nggak biasanya kamu manja, percaya sama aku." ucap Abian sambil mengelus kepala Mira dan tersenyum.

__ADS_1


Mereka berdua tersenyum bahagia tanpa menyadari bahwa seorang gadis telah berlinang air mata tidak jauh dari mereka. Gadis itu nampak keluar meninggalkan tempat makan. Abian yang lama menunggu Dita tidak kembali dari toilet. Abian ingin menyusul Dita ke toilet namun tangannya dipegang oleh Mira.


" Biarin aja, kamu kuatir dengan dia?" tanya Mira cemburu.


" Bukan begitu, aku takut nanti dia kenapa-napa, dia masih linglung." ucap Abian.


" Sebentar lagi pasti datang." ucap Mira mencoba menghilangkan kecemburuannya.


Abian melihat tiba-tiba melihat layar hp tertera nama Dita memanggilnya.


" Dimana dit? kok lama banget?" tanya Abian.


" Dita udah pulang, Abang lanjut aja karena Dita tiba - tiba nggak enak badan." jawab Dita diseberang sana.


" Kok pulang sendiri, tunggu aku di mobil aja ya." kata Abian kuatir.


" Nggak usah, aku udah dijalan bareng teman." kata Dita yang lansung mematikan telponnya sepihak.


" Kamu kayaknya kuatir banget." ucap Mira.


" Nggak biasa aja, kamu dah makan?" tanya Abian.


" Belum sih, yok pesan makanan." ajak Mira. Merekapun memesan makanan lalu makan siang bersama.


...****************...


Ditempat lain Dita tampak murung didalam mobil Galuh. Galuh memang hanya melihat dari jauh ketika Mira mendatangi Abian. Ia juga melihat gadis yang duduk disebelahnya ini mendengar apa yang dibicarakan Abian dan Mira. Ketika gadis itu meninggalkan tempat makan, Galuh lansung mengikutinya dan menghampirinya.


" Dita."panggil Galuh.


" Dokter ada disini juga?" tanya Dita.


" Iya, panggil Abang aja, yok Abang antar." ajak Galuh.


" Nggak usah repot-repot dokter, eh bang, Dita bisa sendiri." jawab Dita merasa tidak enak merepotkan orang lain.


" Nggak menerima penolakan." ucap Galuh.


" Baiklah." jawab Dita.


Dan inilah kenapa Dita bisa ada di mobil Galuh saat ini. Mereka sama-sama diam karena bingung mau membicarakan apa.


" Turut berdukacita ya Dit, yang sabar ya, Abang yakin kamu bisa melewati semuanya." ucap Galuh.


" Terimakasih bang, Abang ada yang mau kenalan loh." ucap Dita yang baru teringat dengan Siska.


" Oh ya, siapa?" tanya Galuh dengan senyuman.


" Teman Dita bang, gimana besok - besok jika Abang nggak sibuk kita janji ketemu." ajak Dita tiba - tiba semangat.


" Boleh, atur aja waktunya nanti hubungi aja abang di nomor ini." kata Galuh memberikan kartu identitasnya.

__ADS_1


Ditapun mengambil kartu tersebut lalu memasukkan kedalam tasnya. Mereka juga telah sampai dirumahnya Dita. Dita lalu turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih. Galuh lansung tancap gas karena dia mau kerumah sakit.


__ADS_2