
Sudah dua hari setelah kejadian putusnya Mira dengan Abian. Dan selama itu pula Mira tidak masuk kerja dan kuliah. Mira jatuh sakit setelah hubungannya yang kandas. Ia merasa bingung apa yang akan ia katakan pada keluarganya. Tapi bagaimanapun ia tetap harus memberi tahu keluarganya. Meskipun sakit, ia memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya. Rumah orang tua Mira masih di Jakarta. Mira sengaja untuk kos karena ingin dekat dengan tempat kerja dan kampusnya. Mira bukan terlahir dari orang kaya. Ayahnya hanya pekerja buruh pabrik. Ia anak pertama dari tiga bersaudara. Mira sudah kehilangan ibunya semenjak ia lahir. Ibu Mira meninggal sewaktu melahirkannya. Dan ketika dia kelas 2 SD ayahnya menikah lagi. Umur Mira memang lebih kecil satu tahun dari Dita. Namun Mira lebih dewasa ketimbang Dita. Mira selalu bisa mengandalkan dirinya sendiri.
Ketika Mira sampai dirumah ia memilih lansung merebahkan diri. Ia ingin sekali tidur untuk memulihkan tubuhnya. Namun matanya tidak bisa bekerja sama dengannya. Mira masih saja ingat dengan kenangan manis saat bersama Abian. Mira melihat ibu tirinya masuk kedalam kamarnya membawa nampan nasi.
" Ayo makan, biar cepat sembuh." ucap ibunya yang duduk ditepi ranjang Mira.
" Nanti aja Bu, tenggorokanku pahit." jawab Mira lemah.
" Makanlah sedikit." nasehat ibunya.
Mira hanya diam tanpa menjawab. Ibunya paham apa yang terjadi dengan anak tirinya.
" Ada apa? ceritalah." kata ibunya.
" Mira batal menikah Bu." ucap gadis itu sambil bangkit dari tidurnya dan memandang reaksi ibunya.Mira heran kenapa wajah ibunya tidak terkejut sama sekali.
" Kenapa ibu tidak kaget?" tanya Mira memandang wajah ibunya dengan seksama.
Ibu Mira menarik nafas sedalam-dalamnya, lalu ia memegang tangan Mira dengan lembut.
" Ibu dan ayahmu sudah tau bahwa hubungan kalian tidak akan bisa lanjut." jawab ibunya mencoba menenangkan anak tirinya.
" Loh kenapa Bu? kalian tidak merestui?" tanya Mira yang keheranan.
" Ini bukan masalah restu, tapi..." ucapan ibunya memberi jeda.
" Tapi apa Bu? ibu jangan bertele-tele." jawab Mira dengan tidak sabar.
" Kamu janji kamu harus kuat." kata ibunya memandang Mira dengan intens.
" Janji asal ibu cerita apa yang terjadi sebenarnya." ucap Mira sambil mengangguk.
" Ibu adalah ibu kandungnya Abian." kata ibunya.
Mira terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh ibu tirinya itu. Ibu yang bersamanya lebih dari belasan tahun ternyata punya anak. Dan anaknya adalah seorang pria yang dicintai oleh gadis itu sendiri. Ia tidak pernah tau jika ibunya punya anak lain selain adik - adiknya.
" Tidak mungkin, ibu pasti bohong." jawab Mira tidak percaya.
" Ibu tidak bohong, kamu boleh tanya Bian." ucap ibunya berusaha memegang tangan anaknya.
__ADS_1
" Kenapa ibu tidak pernah cerita." kata Mira mulai emosi.
" Ibu dan ayahmu juga kaget ketika keluarga Abian datang kerumah, sebelumnya kamu tidak pernah membawa Abian kerumah, jadi ibu tidak tau jika itu Abian anak ibu." jawab ibunya.
" Trus kenapa ibu bilang sekarang bahwa ibu sudah punya anak dari laki - laki lain "Mira emosi.
" Maafkan ibu, perceraian ibu dengan mantan suami ibu memang kurang baik, ditambah Abian kecil yang membenci ibu, dia tidak mau memandang ibu semenjak perceraian kami." kata ibunya.
" Kenapa semua terjadi sama aku, hik hik." Mira mulai menangis histeris.
" Ini takdirmu, sabar." bujuk ibunya.
Ibunya mencoba untuk memeluknya namun Mira menepisnya. Matanya terpancar kebencian dengan ibu yang telah merawatnya dari kecil. Sikap ibunya yang tidak jujur membuat ia terluka terlalu dalam. Mira berdiri dari ranjangnya lalu berlari keluar kamarnya. Ibunya lansung mengejarnya dengan cepat.
" Mira kamu mau kemana." teriak ibunya.
Mira tidak menghiraukan teriakan ibunya. Ia tetap berlari tanpa arah. Ia belum bisa menerima alasan putusnya hubungannya. Apalagi ia tau jika hubungannya berakhir bukan karena Abian tidak mencintainya. Ia berlari tanpa tau arah. Ia tidak tau mau kemana lagi setelah kejadian ini. Hatinya benar-benar hancur. Ia hanya menangis sambil berjalan. Orang yang berlalu-lalang melihat gadis yang berjalan kaki itu nampak kacau. Saking kacaunya Mira tidak melihat ketika menyebrang jalan. Nahasnya Mobil hitam Pajero sport menabraknya sehingga dia terpental. Pemilik mobil itu turun ingin melihat wanita yang ditabraknya. Namun ia kaget melihat wanita yang berlinang darah tersebut.
" Mira"
...****************...
Ibu Sukma adalah nama ibu tirinya Mira. Beliau langsung lansung menghubungi suaminya ketika Mira menghilangkan. Tidak lama kemudian suaminya pulang dari tempat kerja. Beliau begitu panik setelah mendapat kabar dari istrinya. Mereka berdua mencoba mencari Mira dengan sepeda motor milik suaminya. Mereka sudah berkeliling namun juga tidak menemukan Mira. Mereka memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya.
" Kamu punya nomornya?" tanya pria paru baya tersebut.
Bu Sukma menggelengkan kepalanya. Ia memang tidak punya nomor anaknya. Namun tiba-tiba muncullah sebuah ide dibenaknya.
'" Bagaimana jika kita kekantor dia saja." usul ibunya.
" Kamu tau?" tanya suaminya.
Bu Sukma mengangguk, ia memang mengetahui kantor anaknya. Bu Sukma selalu diam - diam memperhatikan anaknya dari kecil. Ia tidak berani menemui anaknya secara lansung. Kesalahannya dimasa lalu membuat anaknya sangat membenci dirinya.
Bu Sukma dan suaminya telah sampai di kantor Abian. Mereka lansung ke resepsionis kantornya Abian.
" Selamat pagi bapak dan ibu, apa ada yang bisa saya bantu" sapa wanita yang bernama Tina di tag name yang ada di bajunya.
" Selamat pagi, apa bapak Abian ada?" Tanya Bu Sukma.
__ADS_1
" Mohon maaf, bapak Abian tidak berada ditempat, apakah sudah ada janji sebelumnya." tanya wanita itu dengan ramah.
" Belum, jika boleh tau kemana pak Abian, soalnya ini penting." kata Bu Sukma.
" Pak Abian tadi menuju kantor kliennya,maaf ad perlu apa biar saya bantu hubungi beliau." ucap resepsionis.
" Bilang saya ibunya, ada hal penting." jawab Bu Sukma.
Resepsionis itu nampak agak kaget. Selama ini ia belum pernah melihat ibu dari bosnya itu. Ia mencoba menghubungi bosnya.
" Halo, assalamualaikum." jawab telpon disana.
" waalaikumsalam pak, pak ini ada wanita yang mengaku ibu bos, katanya ada hal yang penting." ucap resepsionis itu menjelaskan alasan ia menghubungi bosnya itu.
" Suruh mereka ikut pak Anwar, nanti saya akan suruh pak Anwar mengantarkan mereka." ucap Abian.
" Baik pak, Assalamualaikum." ucap resepsionis yang bernama Tina tersebut.
" Waalaikumsalam." jawab lelaki diseberang sana.
Resepsionis itu meletakkan ganggang teleponnya.
" Ayo bapak, ibu ikut sopir kantor kami, beliau akan mengantarkan bapak dan ibu ke bapak Abian." ucapnya lansung berjalan mendahului Bu Sukma dan Suaminya.
Bu Sukma dan suaminya dibawa kerumah sakit salam sejahtera. Mereka agak bingung kenapa Abian ada dirumah sakit.
" Kok Bian dirumah sakit ya mas?" tanya Bu Sukma mulai tidak enak perasaannya.
" Mas juga tidak tau, perasaan mas juga tidak enak ini." jawab suaminya.
Mereka berjalan mengikuti kemana arah sopir kantor Abian. Mereka menuju ruangan emergency. Bu Sukma melihat ada Abian dan seorang wanita cantik duduk disebelahnya.
" Ada apa ini Bian." tanya Bu Sukma.
" Mira ketabrak mobil Bu." ucap Abian berlinang air mata.
Bu Sukma dan suaminya kaget mendengar ucapan Abian. Ia merasa syok ketika tau Mira ada didalam emergency.
" Mana penabraknya." tanya ayahnya.
__ADS_1
Semua diruangan itu tidak ada yang menjawab. Kerongkongan Abian terasa tercekat seketika.
" Maaf saya tidak sengaja menabraknya, dia berlari tiba - tiba." jawaban Dita membuat Abian sangat terkejut.