
Malam ini Galuh sudah berada di kafe dekat area rumah sakit tempat dia bekerja. Galuh sudah janjian dengan Mira dari tadi siang. Galuh duduk dengan gagah di salah satu meja di kafe tersebut. Ia memakai kemeja putih menambah tampannya dokter itu. Mira satang menggunakan sebuah dress selutut berwarna pink yang membuat ia tambah cantik malam ini. Galuh terpana melihat kecantikan alami Mira.
" Hey ngapain liatin aku kayak gitu kali." kata Mira tersenyum.
" Cantik " kata Galuh.
" Emang dari Sononya." kata Mira.
" Apa kabar?" tanya Galuh.
" Baik, pak dokter sendiri?" tanya Mira.
" Seperti yang kamu liat, saya masih tampan dan mempesona" kata Galuh sambil tertawa. Mira pun ikut tertawa mendengarnya.
" Jika aku nggak punya pacar mungkin akan terpesona." kata Mira bercanda.
" Jadi jika Abian melepaskan kamu, kamu siap bersama Ku?" tanya Abian tertawa.
" Ih jangan doanya kayak gitulah." kata Mira.
cemberut.
" Kan hanya bertanya." kata Galuh.
" Tapi kata adalah doa loh." Kata Mira sambil memonyongkan bibirnya.
" Udah ah, jadi apa nih tujuan kamu minta ketemuan?" tanya Galuh.
" Ini masalah Abian." kata Mira mulai serius.
" Kenapa lagi?" tanya Galuh mengernyitkan dahinya.
" Dia makin berubah semenjak ketemu keluarga ku seminggu yang lalu." kata Mira.
" Trus." kata Galuh.
" Yah nggak tau, dan dia menghindar trus." kata Mira.
" Lalu hubungannya dengan gua nih apa? " tanya Galuh.
" Minta tolong Abang cari tau penyebabnya." kata Mira pada Galuh.
" Mungkin itu tanda - tanda dia mau melepaskan kamu." Ucap Galuh tersenyum.
" Jangan gitulah doanya." Kata Mira pura - pura bersedih.
Ia tau Galuh hanya bercanda. Lalu tidak lama kemudian datanglah seorang gadis yang tidak dikenal Mira namun dikenal Galuh.
" Abang disini toh." kata gadis itu pada Galuh.
" Loh kok bisa disini, ayo duduk." kata Galuh.
" Ini siapa?" tanya Mira pada Galuh tersenyum.
" Ini Siska, Siska ini Mira." kata Galuh mengenalkan mereka.
__ADS_1
" Mira." kata Mira mengulurkan tangannya. Tapi Siska hanya diam tanpa berniat mengulurkan tangannya.
" Emang satu laki - laki nggak cukup?" tanya Siska ke Mira.
" Maksudnya?" tanya Mira.
" Udah, ayo pesan makanan." kata Galuh mencoba mencairkan suasana . Ia paham betul maksud ucapan Siska tadi.
Setelah pesanan mereka datang mereka makan dalam diam. Mira pulangnya diantar oleh Galuh. Siska makin sewot melihat Mira diantar Galuh. Tadinya dia ingin berniat masuk ke mobil Galuh namun Galuh melarangnya dengan alasan tidak satu arah. Siska naik mobilnya lalu mengikuti mobil Galuh dari belakang. Siska yang melihat Galuh mengobrol lama ketika mobilnya berhenti disebuah rumah semakin kesal.
" Ngapain sih mereka didalam mobil, kok lama banget tu cewek keluar." katanya dengan geram.
Karena tidak kunjung keluar juga akhirnya Siska memajukan mobilnya dan
BRAKK
Mobil Siska menabrak mobil Galuh. Galuh keluar dari mobilnya ingin melihat penabraknya. Ia kaget ternyata mobilnya ditabrak dari belakang oleh Siska.
" Kamu ngapain nabrak mobilku." kata Galuh dengan sewot.
" Daripada semua kena musibah mending gua selamatan." jawab Siska santai.
" Maksudmu?kamu ngikutin aku?" tanya Galuh lagi.
" lebih tepatnya menguntit." ucap Mira disebelah Galuh.
" gua nggak ad urusan sama Lo jadi mending Lo diam aja." kata Siska melotot kearah Mira.
" Emang aku ada salah apa sama kamu?" tanya Mira.
" Mir mending kamu masuk aja, biar aku yang tangani dia" jawab Galuh yang mengerti arah pembicaraan Siska. Mira masuk tanpa protes ke Galuh. Lalu tinggallah dua anak manusia yang saling melotot dijalan.
" Jadi gimana ini mobil." Tanya Galuh.
" Gua akan tanggung jawab." kata Siska.
" Oke, ini kunci mobilku" kata Galuh memberikan kunci mobilnya lalu masuk kedalam mobil Siska.
" Antar mobilnya jika sudah siap diperbaiki dirumah sakit aja, bye. " ujar Galuh meninggalkan Siska.
" Brengsek, kenapa gua ditinggal" kata Siska sebal.
...****************...
Dita menangis duduk sendirian di ruang Pimpinan Arkarna Kontruksi. Ia masih teringat rapat dengan dewan direksi tentang kepemimpinan Arkarna group. Meraka masih belum percaya dengan kemampuan Dita memimpin Arkarna groups. Dita ditantang selama satu bulan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di Arkarna Kontruksi. Jika ia berhasil menemukan dalang dibalik kekacauan Arkarna Kontruksi maka ia bisa menjabat CEO di Arkarna group. Dita yang masih tabu dengan masalah perusahaan hanya bisa menangis diruangan barunya. Ia tidak mengerti sama sekali masalah perusahaan. Ia bahkan tidak tau mana yang menjadi lawan dan kawannya didalam perusahaan keluarganya sendiri. Deni juga tidak bisa banyak membantu karena dia dalam kondisi kecelakaan waktu menyelidiki dana yang bocor. Abian yang melihat Dita masuk keruangan itu menunggunya diluar. sekitar 3 jam menunggu Dita juga tidak keluar dari ruangannya membuat Abian menjadi kuatir. Abian menyusul Dita masuk keruangan kerjanya. Ia membuka pintunya dengan sangat pelan. Wanita itu tidak menyadari kehadiran Abian dalam ruangannya. Dia masih sibuk dengan tangisnya yang makin menjadi-jadi. Lama Abian membiarkannya akhirnya dia berjalan mendekati Dita dan memeluk wanita itu dari belakang. Abian berdiri dibelakang kursi wanita itu.
" Menangislah jika itu membuatmu tenang, tapi setelah ini kamu harus bangkit." Bisik Abian.
" Tapi apakah Dita bisa?" tanyanya dengan manja.
Abian tersenyum mendengar ucapan wanita itu sudah tidak ketus lagi.
" Pasti bisa, Abang percaya kamu bisa." jawab Abian meyakinkan.
" Tapi Dita nggak ngerti perusahaan." katanya manja lagi.
__ADS_1
" Nanti Abang akan membantu." jawab Abian.
" Tapi waktunya cuma sebulan." katanya ragu.
" Kamu ragu dengan kemampuan Abang hmm?" kata Abian meyakinkan Dita. Ditapun berdiri lalu membalikkan badannya.
" Ih kenapa peluk - peluk segala sih." katanya mulai ketus.
" Bukannya kamu juga suka." kata Abian dengan tersenyum.
" Tapi Dita nggak mau hutang Budi." kata Dita monyong.
" Cukup ini sebagai bayarannya." kata Abian menyentuh Bibir Dita.
" Nggak mau." Kata Dita.
" Jika nggak, cukup jadi istrinya Abang selamanya." kata Abian serius.
" hahahaha,ini udah malam jangan ngelawak lagi." kata Dita sambil tertawa.
" Ini serius." kata Abian tersenyum.
" Lalu kekasihmu bagaimana?" tanya Dita.
" Aku akan mulai denganmu dan kasih waktu untuk menyelesaikannya dengannya." janji Abian.
" Tapi Dita udah nggak cinta lagi sama Abang." kata Dita.
" Kamu masih sayang sama Abang." kata Abian dengan yakin.
" Ih terlalu percaya diri." cibir Dita.
Abian lalu mencondongkan tubuhnya kearah Dita lalu mencium bibirnya. Abian melihat muka Dita lansung memerah seperti kepiting rebus
" Kamu masih sayang ma aku." kata Abian semakin yakin.
" Terlalu percaya diri." kata Dita berusaha menormalkan tubuhnya.
" Terima ya." kata Abian dengan lembut.
" Jika Abang bisa buat Arkarna Kontruksi berjaya lagi dalam waktu dekat maka Dita terima." Katanya malu - malu.
" Tenang, Abang sudah ada saksi kunci, ini tinggal sedikit lagi." kata Abian.
" Emang Abang udah selidikin?" tanya Dita.
Abianpun mengangguk tersenyum. Dita yang merasa kesenangan lansung memeluk Abian.
" Kamu milikku." kata Abian.
" Kamu lelakiku, lelakiku yang bisa diandalkan." Ucap Dita dengan lembut.
" Ya aku memang lelakimu." kata Abian lalu mengecup bibir Dita.
" manis." kata Abian.
__ADS_1
Dita semakin malu karena ditatap secara intens oleh Abian. Abian yang makin senang melihat muka istrinya memerah kembali mencium bibirnya. Ciuman kedua bukan hanya kecupan tapi ciuman menuntut.