Dia Lelakiku

Dia Lelakiku
BAB 35


__ADS_3

Galuh dan Siska berada di pelaminan dengan muka ditekuk. Tidak ada kebahagiaan dimuka keduanya. Mereka sengaja menyembunyikan pernikahan mereka dari teman masing-masing.


Susana pesta tampak meriah. Banyak undangan dari orang tua mreka yang datang. Mereka terkejut ketika melihat dua tamu yang tidak asing bagi mereka. Tamu yang tidak mereka undang sudah berdiri dengan senyum menegejek.


" Kenapa? kaget?" ejek Abian kepada Galuh.


Sebenarnya Dita juga kaget ketika masuk kesebuah hotel menghadiri acara pernikahan. Yang bikin kaget ketika melihat mempelai wanitanya. Dita begitu syok ketika sahabatnya berdiri di pelaminan. Dia juga kesal karena sahabatnya menikah diam-diam tanpa mengabari dirinya dan teman - teman yang lain.


" Kok kamu ada disini?" tanya Galuh kaget lalu melirik perempuan disebelahnya.


" Kamu yang ngundang ya?" tanya Galuh berbisik pada Siska.


" Kamu kali yang undang." jawab Siska tak kalah kesal kepada Galuh.


" Kamu ya nikah diam-diam aja, dasar sahabat nggak tau diri." kata Dita sambil memukul Siska.


" Udah sayang, nggak usah dipukul pengantinnya, kasian." kata Abian.


" Kalian tau darimana?" tanya Galuh.


" Dari Bella." jawab Abian tersenyum.


" Gadis itu." kesal Galuh melihat adiknya menghampiri mereka.


" Bang Bian, kangennnn." ucap Bella lansung memeluk Abian.


" Bella, malu tau." jewer Galuh ditelinga adik perempuannya.


" Apaan sih bang, yang dipeluk biasa aja." ucap Bella tidak mau melepaskan pelukannya.


" Maaf, tapi dia lelaki saya." ujar Dita.


" Siapa dia bang? ngaku - ngaku abang lelakinya." ucap Bella kesal.


" Makanya kamu baca majalah bisnis, jangan keluyuran nggak jelas " ucap Galuh kepada adiknya.


" Dia istri Abang bel." ucap Abian mencoba menguraikan pelukannya dan Bella.


" Apa? istri? kapan Abang nikahnya? tanya Bella kaget.


" Sudah jalan 4 bukan." jawab Galuh tersenyum sambil memeluk istrinya.


" Kok abang tinggalin Bella sih, Bella padahal dah lama ngejar-ngejar abang." ucap Bella agak sedih.


" Udahlah Bel, bikin malu aja." Bujuk Galuh.


" Nyesel undang abang, padahal kan Bella sengaja undang biar ketemu Abang, eh taunya udah punya bini." kata Bella berlalu pergi.


" Ayok ngomong kesana." Galuh menarik tangan Abian.


" Eh masa mempelai wanita ditinggal sendiri." ucap Abian sambil mengikuti Galuh.


Dita dan Siska melihat suami masing-masing meninggalkan mereka.

__ADS_1


" Kamu kenapa diam aja mau nikah?" tanya Dita kesal.


" Aku malu lah nikah secepat ini." jawab Siska.


" Gua nggak percaya, gua yakin ada alasan lain." kata Dita yang tidak mempercayai jawaban Siska.


" Entahlah, gua takut Dit." ucap Siska.


" Kenapa?" tanya Dita dengan suara pelan.


" Gua nggak tau senang apa nggak, gua suka sama Galuh, tapi gua nggak nyangka juga bakalan secepat ini bisa nikah sama dia, apalagi...." ucap Siska tampak ragu bercerita.


" Kenapa?" tanya Dita yang melihat keraguan dimata Siska.


" Gua memang mendapat Galuh, tapi belum hatinya." jawab Siska sedih.


" Loh kok bisa gitu?" tanya Dita belum mengerti.


" Sebenarnya kami dipaksa menikah oleh orang tua kami dan Galuh menyukai perempuan lain." ucap Siska.


" Ya kamu taklukkan si Galuh itu, gampang itu dia, mas Abian aja yang dingin bisa meleleh, apalagi cuma Galuh." ucap Dita.


" Tapi gua nggak yakin Dit." ucap Siska.


" Galuh itu orangnya asik, nggak sedingin mas Abian, kamu pasti bisa Sis, semangat ya." ucap Dita memberikan semangat.


" Kamu udah panggil mas aja, nggak panggil bang Abi lagi." ucap Siska tersenyum.


" Mas Abi sukanya dipanggil gitu." Dita sambil tersenyum.


" Kalian nggak makan dulu?" tanya Galuh.


" Udah makan tadi, kami pamit dulu ya." ucap Abian berpamitan kepada kedua mempelai.


Abian dan Dita bersalaman dengan kedua mempelai sebelum pulang. Abian menggandeng tangan istrinya ketika keluar dari tempat acara Galuh.


" Mas kenapa nggak bilang ke pernikahan Siska." ucap Dita berbisik kepada suaminya.


" Emang kenapa?" tanya Abian lembut.


" Jika tau itu Siska, aku mau beliin dia lingerie." ucap Dita tertawa.


" Tenang aja, mas udah kasih kado jamu kuat." kata Abian yang ikut tertawa.


" Semoga mereka langgeng mas." ucap Dita.


" Semoga sayang." jawab Abian langsung murung.


" Kok muka kamu berubah mas?" tanya Dita ketika sudah sampai di mobil.


" Nggak apa-apa, mas tadi keinget sedikit pekerjaan." Jawab Abian lansung menancap gas mobilnya.


Sedangkan didalam hotel tempat pernikahan Galuh dan Siska semakin ramai. Siska nampak sudah lelah, tapi tamu nampak masih ramai.

__ADS_1


" Kok tamunya nggak habis - habis sih." gerutu Siska.


" kalau kamu capek, kamu bisa istirahat dikamar yang udah disediain." ucap Galuh.


" Emang boleh gitu, nanti papa malah cariin." kata Siska dengan manyun.


" Kan nggak ada yang kenal sama kamu juga tamunya." jawab Galuh yang tidak pernah ramah sama Siska.


" Giliran sama orang aja ramahnya minta ampun, giliran sama istri judes banget." gerutu Siska pelan.


" Kamu bilang apa?" tanya Galuh yang mendengar sedikit gerutu Siska.


" Nggak ada, ya udah aku mau istirahat aja." ucap Siska meninggalkan Galuh sendirian di pelaminan.


" Sialan, emang beneran dia ninggalin gua, apa kata orang nih." gerutu Galuh ketika melihat Siska meninggalkan dirinya.


" Siska kemana Luh?" tanya mamanya ketika melihat Siska meninggalkan Galuh.


" Siska capek ma, biar aja dia istirahat ma." ucap Galuh kepada mamanya.


" Bentar lagi juga selesai sih, kamu nggak nyusul?"kata mamanya tersenyum.


" Nggak ma, masih ada temannya


papa, nggak enak juga jika mereka nggak nampak Galuh, mereka kan kenal Galuh juga." ucap Galuh kepada mamanya.


" Iya, Luh kamu udah berkeluarga, ingat nasehat mama Luh kamu imam di keluarga kecilmu, bimbing Siska, jangan sakiti hati istrimu, ingat adikmu juga perempuan." nasehat mamanya lagi.


" Iya ma, Galuh ingat, ini sudah kesekian kalinya mama ngomong loh." ucap Galuh.


" Dalam keluarga kita tidak ada kamus bercerai, maka binalah keluarga kecilmu, semoga keluarga kalian Sakinah mawadah warahmah." ucap mamanya Galuh.


" Aamiin." ucap Galuh.


" Kalian besok nggak dirumah dulu." ucap mamanya.


" Nggak ma, kami lansung ke apartemen aja, kami akan sering berkunjung kerumah." ucap Galuh meyakinkan mamanya.


" Yah sering - seringlah berkunjung, banyak nabung jangan boros, nggak mungkin kalian tinggal di apartemen terus." ucap mamanya.


" Iya ma, tenang aja." ucap Galuh.


" Atau mama suruh papa beliin rumah." ucap mamanya.


" Nggak usah ma, aku ingin rumah yang aku bangun dengan hasil keringat aku sendiri dan semua sesuai dengan rumah impian istri ku sendiri ma." t


ucap Galuh.


" Yah bagus begitu sih." ucap mamanya.


Acara resepsi pernikahan sudah selesai. Galuh berjalan menuju kamar yang sudah disewanya untuk 2 hari kedepan. Galuh masuk kekamar dan melihat Siska sudah tertidur di kasur.


" Bisa - bisanya dia tidur dalam keadaan begini." ucap Galuh yang melihat Siska tertidur dengan lelap.

__ADS_1


" Cantik juga." ucap Galuh tersenyum lalu berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah 15 menit dia keluar dengan baju kaos dan celana pendek. Galuh membaringkan tubuhnya disebelah Siska. Karena tubuhnya juga lelah akhirnya tidak lama kemudian dia juga tertidur.


__ADS_2