Dia Lelakiku

Dia Lelakiku
BAB 19


__ADS_3

Setelah memastikan Mira sampai ke kosnya, Abian langsung tancap gas kerumahnya. Malam ini ia tidak akan pulang kerumah Dita. Ia ingin sendiri malam ini tanpa diganggu. Sesampainya dirumah ia lansung memarkir mobilnya. Lalu masuk kedalam rumah. Ia lansung masuk kekamarnya yang redup tanpa penerangan utama.Ia lansung kekamar mandi tanpa melihat kiri dan kanan. Setelah 15 menit, Abian keluar dari kamar mandi memakai handuk. Abianpun lansung menghidupkan lampu utamanya. Ruangan yang awalnya redup menjadi terang benderang.


" Akhhhh." teriak wanita yang duduk di ranjangnya.


Abian yang mendengar teriakan itu lansung berlari dan membekap mulut wanita itu.


" Kamu ngapain disini?" tanya Abian.


" Pakai dulu bajumu." Kata wanita itu masih menutup wajahnya.


" Udah pernah liat pun" katanya berjalan santai menuju lemari sambil tersenyum. Lalu dia memakai baju didepan wanita itu.


" Kan bisa pakai bajunya dikamar mandi." protes wanita itu.


" Ini kamarku, jadi suka - suka aku." jawab Abian tidak mau kalah.


" kamu ngapain bisa ada disini?" tanya Abian.


" Yah mengunjungi suamiku lah, emang nggak boleh?" tanya Dita.


" Tau darimana?" tanya Abian.


" Udah lama tau kali." katanya Dita tersenyum.


" Kamu menguntit aku dulu ya?" tanya Abian


.


" Iya dulu." jawabnya sambil tersenyum.


" Trus ngapain disini?" tanya Abian berubah dingin. Ia kembali teringat kejadian tadi di kafe bersama Mira.


" Ih dia mah gitu, giliran Abang Abi aja yang nginap Dita nggak pernah protes." kata Dita mulai cemberut.


" Yah kamu nggak ngabarin." kata pria itu datar.


" Dita takut dirumah, bik sum pulang kampung, yah jadi kesini deh." katanya menerangkan.


" Tapikan masih ada yang lain." kata Abian makin datar.


" low nggak boleh bilang." kata Dita mulai emosi.


Abian mulai tersadar dengan sikapnya lansung melunak.


" Ya maaf, yok tidur, aku capek." Abian membaringkan tubuhnya di ranjangnya.


Ditapun membaringkan tubuhnya disebelah Abian. Abian membalikkan badannya sehingga ia membelakangi wanita itu. Dita lansung sedih karena di belakangi Abian. Ia yang biasanya dipeluk namun malam ini ia dicuekin pria ini.


" Low udah talenan datar tetap aja talenan datar." kata wanita itu dengan pelan.


Abian mendengan gerutu gadis dibelakangnya lansung membalikkan badannya.


" Tadi ngomong apa?" tanya Abian menatap tajam.

__ADS_1


" Wah ada yang berubah menjadi beruang kutub." ucapnya dalam hati.


" Kenapa diam?" tanya Abian.


" Nggak ada apa-apa, pengen tidur aja." kata Dita pura - pura menguap.


Dita memejamkan matanya. Abian terpaku melihat bibir merah milik gadis itu. Ia ingin sekali rasanya mengecup bibir merah itu.


" Kenapa aku disebelahnya mesum terus otakku ini." ucapnya dalam hati.


Abian mencoba menahan hasratnya yang bergejolak kembali. Ia kembali membelakangi Dita. Namun wanita itu memeluknya ketika dia mau membalikkan badannya. Abian terkejut melihatnya dipeluk tiba - tiba oleh wanita itu.


" Nggak bisa tidur." rengek Dita dengan manja.


" Manja." kata Abian menyentil hidungnya Dita.


" Tapi sukakan?" tanya Dita tersenyum.


" Nggak suka wanita manja." kata Abian menatap bibir merah Dita.


" Yakin nggak suka?" tanya Dita memonyongkan bibirnya. Ia tau bahwa tatapan suaminya ke bibirnya.


" Jangan salahkan Abang." Katanya dingin lalu mendekat wajahnya dengan cepat dengan Dita. Ia lansung ******* bibirnya Dita. Ditapun membalas ciuman dari suaminya. Ia membuka mulutnya sehingga lidah Abian bebas masuk ke mulutnya. Ciuman mereka saling menuntut sehingga terjadilah hubungan yang seharusnya terjadi diantara sepasang suami istri.


Dita baru saja tertidur akibat pertempuran panas antara dirinya dan suaminya. Lalu ia merasa ada yang merabanya. Ia kembali bangun ketika tubuhnya merasa geli. Bibirnya kembali dicium oleh suaminya. Ia sangat menikmati cumbuan dari suaminya. Lalu ia membuka matanya, suami ya lansung menatapnya dengan gairah.


" Boleh?"tanya Abian.


...****************...


Dita terbangun sebelum subuh. Badannya terasa remuk karena pertempuran sengit tadi malam. Ia dan suaminya melakukan berkali-kali. Ia memandang suaminya yang tertidur disampingnya.


" Ia memang tampan, makanya aku nggak bisa lupakan dia." ucapnya pelan. Lalu tangannya meraba wajah suaminya dari dahi, mata,hidung lalu mulutnya.


" Sempurna semua, aku Sangat mencintai mu." katanya pelan kembali.


" Dia hanya milikku, takkan ku biarkan yang lain memilikinya." ucapnya lagi.


Lalu Abian lansung menyerbu bibirnya. Ia ******* nya kembali sampai puas.


" Bibir ini juga milikku." kata Abian tersenyum mesum. Lalu ia meraba tubuhnya Dita.


" Semua yang ada ditubuh ini juga milik Abian Al Faiz. " katanya lagi.


" Geli ah, awas mau subuh nih, mau mandi." kata Dita.


" Mandi bareng aja biar cepat" kata Abian lansung menggendong Dita kekamar mandi. Mereka sempat melakukan adegan panas dikamar mandi, namun mereka tidak sampai melakukan hubungan suami istri. Setelah mandi, mereka menunaikan sholat berjamaah. Lalu setelah itu Abian mengaji dan Dita kembali berbaring di ranjang. Setelah mengaji Abian lansung keluar dari kamarnya. Ia melakukan rutinitas pagi seperti biasa. Setiap paginya ia akan membersihkan rumah dan pekarangan rumah.Abian akan memanggil jasa cleaning servis sekali seminggu untuk lebih bersih lagi. Abian telah melihat ayahnya memasak nasi goreng. Abian duduk di meja makan sambil melihat ayahnya.


" Maaf belum memberi tahu ayah, aku sudah menikah." katanya dengan jujur.


" Yah kamu pasti punya alasan." kata ayahnya.


Abian memang tidak mempunyai hubungan yang baik dengan ayahnya karena masa lalu.

__ADS_1


" Bang Abi." panggil Dita yang keluar dari kamar.


" hmmm." jawab Abian dengan mendehem.


" Sini, Ayo sarapan, duduk sini." ajak ayahnya Abian.


Dita tersenyum senang karena ia merasakan kembali kasih sayang seorang ayah.


" Ayah, ini pasti enak, Dita jadi lapar." katanya dengan manja.


" ayok kita makan." ayahnya Abian meletakkan nasi goreng dalam wadah besar.


Abian heran dengan keakraban keduanya. Apalagi Dita yang sudah manja dengan ayahnya tersebut. Mereka berdua tampak kayak anak dan ayah dan dia seperti orang main disini.


" Maaf yah ayah, Dita nggak bantu masak." katanya sambil senyum.


" Nggak usah dibantu, nanti malah ngancurin dapur ayah." kata mertuanya sambil tertawa.


" Ayah ngejek Dita nggak bisa masak ya." katanya dengan manja.


" Nggak apa-apa, selagi ada ayah, ayah akan masak makanan lezat untuk menantu ayah." kata ayahnya sumringah.


Abian melahap makanannya tanpa suara. Ia hanya diam saja tanpa ikut bicara. Setelah selesai ia lansung masuk kekamarnya.


" Itu dia kenapa yah?" tanya Dita.


" Sensi mungkin." jawab mertuanya sambil senyum.


Lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Dita membantu mertuanya mencuci piring. Setelah selesai bersih - bersih, ia masuk kekamar. Ia melihat Abian sudah memakai baju kemeja biru dengan celana kain hitam. Dimata Dita lelaki ini selalu gagah setiap saat sama seperti pagi ini.


" Yang Abi hari ini masuk kerja juga?" tanya Dita agak kecewa karena ia ingin menghabiskan waktu berduaan dengan Abian.


" Jika nggak masuk kerja, kasih makan apa istri Abang nanti." katanya datar.


" Ih libur sehari juga nggak rugi pun." katanya memanyunkan bibirnya.


" Arkarna Kontruksi memang sudah pulih, tapi jangan lupa target utama kamu." ucap Abian.


" Jadi tetap kekantor yang." Dita mencoba membujuk dengan manja.


" Ayo berkemas, kita mau ke Arkarna Group pagi ini, kamu lupa ada rapat dengan dewan direksi." ucap Abian mengingatkan Dita.


" Oh iya, Dita lupa bang" Dita segera mengambil bajunya di lemari Abian yang ia taro semalam disebelah baju Abian. Ia mengganti bajunya dikamar mandi. Ia lalu memakai makeup dengan tipis, lalu ketika hendak memakai lipstik tangannya dicekal oleh Abian.


" Nggak usah pakai itu segala" kata Abian tajam.


" Nanti nampak pucat yang low nggak pakai." katanya Dita.


" Biarin aja, cukup pakai itu didepan Abang aja." katanya menyimpan lipstik tersebut.


" Hmmmm" Dita menghela napas dengan kasar.


Abian yang mendengar Dita membuang nafas dengan kasar hanya diam lalu menarik tangan istrinya menuju mobil. Tapi sampai diruang tamu, Dita melepaskan tangannya. Ia berjalan mendekati ayah mertuanya. Iapun pamit bersalaman dengan ayah mertuanya. Abian yang melihat Dita sangat sopan kepada ayahnya menjadi tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2