Dia Lelakiku

Dia Lelakiku
BAB 23


__ADS_3

Abian telah sampai dirumahnya setelah 30 menit dijalan menuju rumahnya. Setelah mendapat telepon dari ayahnya,ia lansung menuju rumahnya. Ia masuk kekamar dan melihat wanita yang dicarinya setengah mati ada disitu tertidur dengan nyenyak. Abian lansung duduk ditepi ranjang. Ia memandang wajah Dita yang tidur dengan damai. Ia tidak mungkin marah dengan perempuan yang sedang tidur. Akhirnya Abian menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Lalu setelah selesai mandi, Abian membuka laptopnya untuk mengerjakan persiapan meeting besok. Abian juga ingat bahwa besok adalah hari penting bagi Dita. Besok adalah pemilihan CEO Arkarna Group. Abian ingin memastikan bahwa semua baik - baik aja. Setelah memastikan bahwa semua baik - baik aja, Abian menutup laptopnya. Ia berjalan keluar kamar menuju dapur. Perutnya terasa lapar karen dari siang belum diisi apa - apa. Ia memanaskan makanan yang ada dimeja makan. Lalu memakannya dengan lahap. Tidak lama kemudian ayahnya menghampirinya yang sedang makan.


" Lahap benar makannya." kata ayahnya berusaha mendekati anaknya.


" Lapar yah, ayah udah makan?" tanya Abian mencoba untuk tersenyum.


" Sudah tadi bareng Dita." jawab ayahnya, lalu duduk dikursi yang ada didepan Abian.


" Sejak kapan dia disini?" tanya Abian.


" Sejak tadi siang, kamu ada masalah dengan dia?" tanya ayahnya serius .


" Nggak ada, kenapa?" tanya Abian.


" Kamu udah berapa lama sebenarnya menikah dengan dia?" tanya ayahnya.


" udah sekitar 3 bulanan yah, pernikahan ini adalah permintaan pak Rama ayahnya Dita waktu beliau mau meninggal." jawab Abian tanpa sadar banyak bicara dengan Ayahnya.


" Kamu tau siapa Rama Arkarna sebelumnya?" tanya ayahnya.


Abian menggelengkan kepalanya karena yang ia tau Rama Arkarna hanya rekan bisnisnya.


"Kamu ingat waktu kamu kecil, kamu yang sudah membuat seorang gadis kecil jatuh dan kakinya patah?" tanya ayahnya menatap Abian.


" masih, dan papanya mencari saya dengan marah - marah." jawab Abian mengingat masa lalu.


" Sebenarnya tidak ada gunanya juga ayah membicarakan ini, karena ini masa lalu biarlah menjadi masa lalu, namu ayah hanya ingin bercerita aja." kata ayah bimbang ketika bercerita atau tidak.

__ADS_1


" Ceritakan saja." kata Abian menatap ayahnya yang bimbang.


" Kamu janji tidak akan menceraikan istri kamu?" tanya ayahnya.


" Apa hubungannya ayah, saya tidak bisa menjanjikan apa yang belum pasti." kata Abian tegas


" Dita anak yang baik, dia tulus sama kamu." kata ayahnya memuji Dita.


" Ini maksudnya apa yah, lansung ke intinya saja." kata Abian makin bingung.


" Dita adalah anak gemuk yang kamu tabrak, dan dia adalah anak pak Rama Arkarna yang sudah membuat bisnis papa gulung tikar." kata papanya sendu.


" Masa iya, perusahaan papa termasuk yang terbesar di Indonesia bisa dikalahkan dengan Arkarna Group" kata Abian yang masih tidak percaya dengan apa yang dibicarakan ayahnya.


" Perusahaan Arkarna adalah yang paling besar pengaruhnya, waktu itu perusahaan ayah dalam tekanan Arkarna Group, banyak klient ayah yang menarik investasinya waktu itu dan beralih ke Arkarna Group, perusahaan papa juga ditipu oleh seseorang sehingga papa mengalami kerugian besar." cerita ayahnya sendu mengingat masa lalunya.


" Ayah tidak pernah selingkuh, skandal itu juga direkayasa, ketika ayah menginap lalu tiba-tiba datang wanita yang dengan sukarela memberikan tubuhnya, ketika ayah mengusirnya dia malah telanjang dan tidak lama kemudian datanglah orang bersama wartawan menggerebek." cerita ayahnya agar anaknya percaya


" Skandal itu diciptakan oleh Rama Arkarna dimasa lalu, dia mengatakan sendiri kepada ayah, tapi ayah tidak punya bukti apapun." ucap ayahnya.


" Saat itu ayah benar - benar hancur, perusahaan lansung bangkrut dan kita hidup terlantar, lalu ibumu juga meninggalkan ayah demi pria lain." kata ayahnya.


" Kenapa pak Rama begitu kejam?" tanya Abian ingin memastikan jawaban ayahnya.


" Karna Rama sangat menyayangi anak satu-satunya, dia akan menghadirkan siapa saja yang membuat putrinya hancur." jawab ayahnya.


Abian teringat perkataan Rama Arkarna yang dulu juga sempat mengancamnya karena tidak mau menikahi putri kesayangannya itu. Ia juga tau tipe Rama Arkarna yang tidak akan segan-segan menghancurkan apa yang membuat keluarganya terganggu atau bersedih. Ia jadi teringat dengan gadis gemuk yang ia tabrak ketika kelas empat 5 SD. Tapi ia tidak menyangka bahwa itu yang

__ADS_1


membuat keluarganya hancur. Ia juga teringat ketika membantu gadis itu ketika dibully oleh teman-temannya saat ia terakhir di sekolahnya kelas 6 SD semester ganjil. Ketika itu ia hanya ingin menolong gadis itu sebagai permintaan maafnya. Tapi sekali lagi dia tidak tau bahwa itu seharusnya tidak pernah dilakukannya mengingat papa gadis itulah yang membuat keluarganya hancur.


" Semua sudah berlalu, kamu tidak boleh dendam dengan masa lalu, waktu itu istrinya Rama juga datang ke ayah untuk minta maaf atas sikap suaminya, bahkan mereka kasih ayah cek tapi ayah tolak waktu itu, dan ayah juga telah memaafkan mereka." kata ayahnya lagi.


" Apakah pak Rama juga tau saya ini anaknya Ayah?" tanya Abian penasaran.


" Yah begitulah, Rama menerima perusahaan mu sebagai partner nya adalah bentuk maaf di masa lalu, lalu dia juga ingin kamu menjalankan perusahaannya sebagai ganti kesalahannya dimasa lalu namun ayah tolak." ucap ayahnya.


" Lalu apakah ayah tau mengenai aku menikahi putrinya" tanya Abian.


" Itu ayah tidak tau, bahkan Rama meninggal aja ayah taunya ketika udah viral." jawab ayahnya.


Abian terdiam mencoba mencerna cerita ayahnya tadi. Ia juga merasa aneh ketika perusahaannya terpilih Arkarna Kontruksi untuk proyek besar. Namun yang ia tidak tau selama ini adalah penyebab mereka jatuh miskin. Ia tidak tau apakah membenci Dita saat ini. Ia tidak mungkin membenci Rama Arkarna yang sudah meninggal dunia. Hatinya berkecamuk tidak jelas saat ini.


" Kamu tidak usah bimbang, cukup jalani pernikahan mu dengan baik, Berjanjilah dengan ayah apapun yang terjadi jangan pernah bercerai." nasehat ayahnya malam ini.


" Dan mengenai Mira lupakan saja gadis itu, dia memang baik dan bersahaja namun kamu sudah terikat dengan pernikahan." nasehat terakhir ayahnya sebelum pergi meninggalkan Abian dimeja makan.


Abianpun berdiri dari meja makan menuju wastafel untuk mencuci piring. Ia melanjutkan langkahnya kekamarnya untuk segera beristirahat. Sebelum tidur, ia duduk ditepi ranjang menatap wanita yang sudah tertidur dengan pulas. Ia tidak tau bagaimana hatinya saat ini terhadap wanita ini.


" Ternyata kamu gadis yang sama." ucap Abian dengan pelan.


" Aku tidak tau bagaimana seharusnya bersikap padamu saat ini, entah aku marah atau melupakan semuanya dengan ikhlas." jawab Abian lagi dengan nada serendah mungkin.


Abian lalu berdiri lagi dari ranjangnya dan berjalan keluar kamar. Ia tidak lupa mengambil kunci mobil yang terletak di meja kamarnya. Ia menancap gas mobilnya menuju suatu tempat. Ia butuh refreshing malam ini agar membuat hatinya bisa tenang. Setelah lama berputar - putar di jalanan Jakarta, akhirnya dia memutuskan untuk kerumah sakit. Ia masuk kekamar inapnya Mira. Malam ini ia akan menemani gadis itu dirumah sakit. Biasanya gadis ini mampu menenangkannya dalam situasi apapun. Ia juga banyak bersalah pada gadis itu karena telah menyakitinya terlalu dalam sehingga gadis itu berada dirumah sakit dalam keadaan koma. Abian juga menyuruh Ibunya pulang dengan alasan sebagai pertanggungjawaban dia kepada Mira. Ibu percaya dengan anaknya dan juga ingin istirahat dirumah. Abian tinggal berdua dikamar ini dengan Mira. Hatinya mulai mencair ketika sudah memandang gadis itu. Ia duduk dikursi dekat ranjang lalu memegang tangan gadis itu.


" Bangun, harus seberapa lama lagi kamu tidur " ucap Abian lembut.

__ADS_1


__ADS_2