
Abian terbangun dari tidurnya ketika pukul 04.00 WIB. Ia membersihkan diri lalu sholat tahajud. Setelah sholat ia melanjutkan membaca Alquran. Ketika 10 menit sebelum azan subuh, ia membangunkan istrinya.
" Sayang bangun, ini udah subuh." ucap Abian dengan lembut.
" Bentar lagi mas, masih ngantuk." ucap Dita dengan manja dan mata masih terpejam.
" Ini udh Subuh, mandi dulu." ucap Abian mencoba membangunkan lagi.
Yang dibangunkan tidak juga bangkit dari tidurnya. Ia masih memejamkan matanya. Abian sudah paham jika istri manjanya ini adalah wanita yang manja dan agak susah dibangunkan subuh.
" Ayo sayang, low nggak bangun mas cium ya." kata Abian dengan tersenyum.
" hoammmmmmmm" Dita bangkit dari tidurnya.
" Mandi sana, siap - siap sholat subuh." ucap Abian dengan lembut. Lalu ia mengecup kening istrinya dan terakhir berlabuh dibibir istrinya.
" Masss, Dita belum gosok gigi loh, nggak jijik apa?" tanya Dita agak malu.
" Mau kamu gosok apa nggak tetap aja manis." ucap Abian dengan tersenyum.
" Gombal." kata Dita lansung menuju kamar mandi.
Setelah Dita mandi dia langsung menunaikan sholat subuh. Ia sholat sendirian karena Abian berangkat ke mesjid. Setelah selesai sholat Dita kembali berbaring di kasur miliknya.
" mmmmmmmmm, enaknya lanjut tidur lagi nih " ucap Dita dengan senang.
Abian yang pulang dari mesjid melihat istrinya tertidur lagi hanya menggelengkan kepala. Ia sudah biasa melihat istrinya tidur setelah sholat subuh.
" Yang kok tidur lagi?" tanya Abian.
" Ngantuk yang, kan tadi malam tidurnya udah malam, trus badan Dita remuk semua mas." kata Dita sedikit merengek.
" Orang yang tidur setelah subuh nanti bisa miskin harta atau miskin secara rohani sayang, ayok bangun, nanti bisa lanjut lagi tidurnya." ajak Abian kepada istrinya.
" Besok y mas, sekarang ngantuk kali." jawab Dita.
Abian terdiam mendengar jawaban Dita. Ia paham Dita sedang lelah saat ini karena melayaninya dari siang, dan malam juga berlanjut. Ia mencium kening istrinya.Lalu ia mengambil wudhu kembali. Abian melanjutkan membaca Al-Qur'an dan setelah itu ia berzikir. Ketika pukul 6 pagi, Abian mengganti bajunya dengan baju olahraga. Ia ingin lari pagi di taman dekat komplek rumahnya. Abian selalu menjaga kebugaran tubuhnya.
Abian duduk sejenak dikursi taman ketika ia merasa penat. Tiba-tiba Hpnya berbunyi tertera nama Mira. Ia malas mengangkat telpon Mira. Namun ia sadar bahwa gadis ini masih butuh dukungannya.
__ADS_1
" Halo, assalamualaikum mir." sapa Abian
"waalaikumsalam, kamu dimana bang?" tanya Mira diseberang sana.
" Ada apa mir?" tanya Abian tanpa menjawab pertanyaan Mira.
" Mira bosan dirumah sakit, kamu kapan kesini." kata Mira.
" Aku sibuk mir, nanti jika nggak ada waktu ya." jawab Abian.
" Sibuk apa sih?" tanya Mira.
" Banyak kerjaan dikantor mir, udah dulu ya, Assalamualaikum." ucap Abian mengakhiri teleponnya.
Abian kembali melanjutkan lari paginya. Ia menuju pulang kerumahnya. Ketika masuk kekamar, ia masih melihat Dita masih tertidur. Abian kekamar mandi untuk bersihkan badannya. Setelah mandi, ia duduk ditepi ranjang. Ia mengusap kepala Dita dengan lembut.
" Bukannya siapin sarapan suami, malah tidur cantik." ucapnya dengan tersenyum.
Abian berjalan kedapur untuk mengambil minuman. Ia melihat bik Sum memasak sarapan. Bik Sum yang melihat tuannya kedapur menegurnya.
" Mau kopi tuan?" tanyanya.
Abian memang terbiasa sendiri menyiapkan kopi untuk diri sendiri. Setelah selesai buat kopi Abian berjalan ke teras rumah. Ia duduk sambil mengecek email yang masuk ke ponselnya. Setelah mengecek email yang masuk, ia mengecek beberapa pekerjaan yang dikirimkan lewat email. Tidak terasa ia telah duduk selama satu jam diteras. Perutnya mulai terasa lapar minta diisi sarapan. Namun ia malas untuk sarapan sendiri.
Abian melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk membangun Dita. Dita masih tidur dengan lelapnya sehingga ia tidak tega untuk membangunkannya. Abian kembali kedapur untuk sarapan sendiri. Ia terpaksa sarapan sendirian karena sudah lapar. Abian memang terbiasa setiap pagi sarapan bersama ayahnya.
Abian telah selesai sarapan, lalu mencuci piringnya sendiri. Bik Sum muncul dibelakangnya.
" Biarkan bibi aja tuan." kata Bij sum merasa tidak enak hati.
" Ini cuma satu piring bik, bibik tolong beresin aja, Dita masih tidur." jawab Abian dengan senyum.
" Lain kali biarkan dimeja tuan, saya digaji untuk itu." ucap bik Sum.
" Nggak apa-apa buk, saya sudah terbiasa bagian cuci piring, bibi bisa kerjain yang lain." ucap Abian lagi.
" baik tuan, tapi tuan jangan keseringan ambil job bibi, nanti bibi dipecat pula karena semua tuan kerjakan, kadang pagi tuan bebersih rumah." kata bik Sum bercanda.
" Tenang, paling nanti gaji bibi kita bagi dua, kan lumayan bi nambah buat beli bensin." canda balik Abian.
__ADS_1
" Ternyata tuan orangnya nggak sedingin yang orang - orang bilang." ucap bik Sum.
" Emang saya salju bik, dingin." kata Abian tersenyum.
" Bukan salju tuan, kata nona Dita Kulkas berwajah talenan datar " jawab bik Sum tertawa sambil menutup mulutnya.
Abian terkejut mendengar penuturan bik Sum. Ia mencoba tersenyum agar bik Sum tidak merasa sungkan dengannya.
Setelah selesai mencuci piring, Abian kembali kekamarnya. Ia bingung mau ngapain karena ini hari Minggu. Dita juga masih tertidur dengan cantik. Abian hanya duduk memandang wajah Dita yang cantik. Puas memandangi wajah Dita, iapun berbaring disebelahnya Dita. Ia memeluk wanita itu dengan erat. Ia menghirup aroma tubuh Dita yang sudah menjadi candu baginya. Tidak lama kemudian ia juga tertidur.
...****************...
Mira mulai merasa bosan berada diruangannya. Ia merasa ada yang berubah dengan sikap Abian. Mira mulai menangis sendirian didalam diranjang rumah sakit. Mira merasa takut untuk kehilangan Abian. Tiba-tiba pintu terbuka dan muncul Galuh dibalik pintu. Galuh nampak kaget melihat Mira menangis. Ia lansung memeluk Mira yang sedang menangis.
" Kamu kenapa?" tanya Galuh.
" Abian berubah bang." isak Mira.
" Wajar dia berubah, ada beberapa hal yang kamu tidak ingat." ucap Galuh berhati-hati.
" Maksudnya apa?" tanya Mira.
" Mungkin ini saatnya kamu tau, tapi ini jangan terlalu dipikirkan, kamu harus punya iman." nasehat Galuh dengan agak ragu.
" Apa?" tanya Mira penasaran.
" Abian dan kamu sudah lama berakhir, dan Abian sudah menikah, kamu lupa Karen kecelakaan, jangan kamu pikirkan dan paksa untuk memikirkannya, cukup kamu percaya dengan ucapan saya." kata Galuh dengan terpaksa.
Ia tau resiko apa yang akan terjadi jika ia memaksakan Dita untuk memaksanya berpikir.
" Aku dan Abian sudah putus?" tanya Mira nampak syok.
" Ia, kamu harus ikhlas, masih banyak yang lain." ujar Galuh dengan hati - hati. Ia kembali memeluk Mira yang mulai menangis histeris.
" Ada apa ini?" tanya ibu Mira yang masuk kekamar inap Mira.
Mira makin histeris melihat ibunya berada disitu.
" Bu Abian udah putus sama Mira." adunya dengan histeris.
__ADS_1
Ibunya terkejut mendengar apa yang dibilang Mira. Ibunya memandang Galuh dengan tajam dan emosi.