
Dita mulai fokus kerja di Arkarna Kontruksi. Ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan melepaskan tikus - tikus yang berkeliaran dikantornya. Meskipun dia seseorang yang manja, dia belajar untuk membuktikan bagaimana ia layak menjadi seorang pemimpin. Dita banyak belajar dari Abian tentang perusahaan. Meskipun Abian sibuk di perusahaannya, tapi ia masih menyempatkan diri untuk membantu Dita. Abian juga meminta bantuan Deni yang masih dalam tahap pemulihan. Akhirnya setelah dua Minggu mereka mendapatkan bukti yang kuat untuk memenjarakan Andi sepupu jauhnya Dita. Andi di Arkana Kontruksi mempunyai jabatan sebagai CFO. CFO adalah pimpinan yang bertanggung jawab di bidang keuangan didalam suatu perusahaan atau dengan nama lain direktur keuangan. Abian dan Dita membawa laporannya ke polisi. Andi sudah ditangkap dan sudah diadili dengan penjara 9 tahun serta membayar denda 5 Triliun. Dita merasa tenang karena sudah menemukan titik temu. Namun masalah tidak berhenti disitu. Dita masih belum bisa menduduki posisi CEO di Arkarna Group. Ia masih banyak belajar dari Abian. Hari ini Dita sedang pusing dengan segala pekerjaannya. Pekerjaannya membuat dia tidak bisa main lagi dengan teman - temannya. Ia mulai merasakan bosan dan suntuk. Ia meletakkan kepala dimeja kerjanya. Ia benar-benar frustasi jika begini terus menerus. Dita tidak menyadari kedatangan Abian yang masuk keruangannya.
" Lamunin apa sih Bu direktur?" tanya Abian sambil berbisik ditelinga Dita. Dita mengangkat kepalanya dengan muka manyun.
" Ini manyun kenapa lagi?" tanya Abian.
" Pusing ah, nggak ngerti ini kayak mana" kata Dita.
" Ibu tinggal baca dan mempelajari masih pusing" kata Abian menggeleng.
" Iya saya tau, ini bapak yang merancang semua, jangan ngejek gitu juga kali" Dita merengut.
" Bukan ngejek, tapi kamu harus tau juga ilmunya" kata Abian.
" Tapi apa gunanya wakil direktur jika ini Dita yang kerjain" kata Dita lagi.
" Iya memang ada yang ngebantu kamu, tapi kamu yang mimpin mereka semua dan koordinasi ada dikamu, jika ada proyek yang nggak sesuai terus kamu tanda tangan ya kamu yang tanggung resikonya, masa calon CEO Arkarna group malas - malasan sih" Kata Abian.
" Abang nanti yang jadi wakilnya ya?" rengek Dita manja
" Nggak mau, nggak jadi bagian Arkarna aja Abang udah dibuat pusing, apalagi low jadi wakil dan CEOnya kamu lagi" kata Abian tersenyum.
" Ih Taulah Dita nggak sehebat Abang" kata Dita memonyongkan bibirnya.
" Jangan memancing" kata Abian.
" Memancing apa, orang ngomong aja kok" ejek Dita.
" Abang cium juga nanti" kata Abian.
" Ini kantor bang, nggak boleh macam - macan" kata Dita.
" Emang low ini kantor kenapa?" tanya Abian.
" Udahlah, kapan Dita boleh mainnya sama teman - teman bang?" tanya Dita.
" Ya jika ada waktu, sekarang kan sibuk" jawab Abian.
" Jika kerja gini terus kapan senang - senangnya sih" kata Dita lagi.
" Bisa kok kerja sambil senang - senang" kata Abian lalu menarik Dita agar berdiri dari kursinya. Setelah Dita berdiri lalu dia duduk dikursi Dita. Lalu ia mendudukkan Dita dipangkuan nya.
" Ayo kerjakan yang abang suruh tadi" perintah Abian.
" Ini mah kesenangan Abang Abi" kata Dita sambil tertawa. Ia mulai membaca berkas yang diberikan oleh Abian. Walaupun Berat tapi rasanya lebih ringan jika Abian sudah disisinya. Yah Abian memang lebih sering nongkrong dikantor Dita belakangan ini. Tangan Abian turun naik dipinggang Dita. Dita merasa geli seketika.
" Geli bang" kata Dita sambil gerak - gerak.
__ADS_1
" Jangan banyak gerak, nanti dia..." kata Abian terputus.
" Kenapa bang?" tanya Dita
" Kamu sudah siap melayani Abang hmm?" Abian nampak tegang karena menahan hasratnya.
" Apaan sih" kata Dita nampak malu.
" Dah biarkan seperti ini" Abian mencium tengkuk lehernya Dita. Abian dan Dita memang sudah baikan tapi mereka masih tinggal terpisah. Abian hanya sering menghabiskan waktunya disela - sela pekerjaannya. Mereka belum tinggal bareng karena Abian belum bicara dengan Ayahnya. Dia hanya nginap sekali - sekali aja dirumah Dita.
...****************...
Galuh melihat Abian datang kerumahnya dengan kusut. Dia yang sedang sibuk dengan laptopnya, meletakkan laptopnya dimeja karena kedatangan temannya.
" Kenapa kusut aja Lo?" tanya Galuh.
" Nggak ada apa-apa" Jawab Abian seadanya.
" Nggak dapat jatah Lo dari istri Lo?" tanya Galuh.
" Macam tau aja Lo" katanya tersenyum.
" Tapi tebakan gua benarkan?" tanya Galuh.
" Nggak usah kepo" kata Abian. Ya Abian dengan Dita memang belum pernah bagi berhubungan layaknya suami istri karena Dita masih belum siap. Abian tidak ingin memaksakan kehendaknya. Karena ini memang terlalu cepat untuk hubungan mereka yang baru saja mulai. Mereka hanya sampai cium sana dan cium sini.
" Nggak usah sok nanya, kan Lo terakhir ketemu dia" kata Abian lagi.
" Loh kamu tau?" tanya Galuh tersenyum ngeri.
" Ya, aku melihat kalian sering janjian" jawab Abian.
" Kamu masih cinta dia? dia hanya curhat tentang kamu jika ketemu" jawab Galuh.
" Bohong jika bilang sudah tidak cinta, aku masih cinta dia namun kami nggak akan bisa bersama" Kata Abian sendu.
" Trus jika Lo masih cinta Mira, bagaimana dengan Dita?" tanya Galuh.
" Kamu maunya Mira apa Dita sih?" jawab Abian sedikit tersenyum.
" ya nggak, gua nggak mau aja keduanya tersakiti, Lo harus cepat pulih salah satu daripada lukanya makin parah" jawab Galuh.
" Gua akan belajar mencintai Dita dan melupakan Mira" jawab Abian tegas.
" Memangnya apa alasannya jika boleh tau?" tanya Galuh hati - hati.
" Ternyata mama sambungnya Mira adalah mama gua Gal" ucap Abian makin senduh. Ia sangat mencintai gadis itu tapi Ia tidak mungkin untuk memperistri wanita itu.
__ADS_1
" Masa iya? pantas Mira bilang semenjak kamu dari rumahnya, kamu kayak menjauhi dia" kata Galuh.
" Ya begitulah, tapi gua jarang juga kekantor karena sibuk dikantor Dita bantu dia" kata Galuh.
" Cie cie yang mau jadi CEO Arkarna group" ejek Galuh.
" Bukan gua, tapi Dita. Gua hanya membantu dia bangkit" kata Abian tegas.
" Dibalik istri sukses ada suami dibelakangnya" ejek Galuh lagi.
" Sial ejekan Lo" Abian meninju bahu Galuh dengan pelan.
" Tapi dengan Dita yang manja ya agak sulit juga, untungnya dia rajin juga" kata Abian menerangkan.
" Itu karena mentornya elo, coba mentornya yang lain mana mau dia, dia cinta mati banget sama Lo, sama kayak Bella, mereka setipe" kata Galuh.
" mana ada kayak gitu" kata Abian.
" Benaran loh, kemaren temannya yang Siska itu sampe datang ke gua untuk bujuk Lo buat bantu Dita, eh hmgua belum ngomong ternyata Lo suami siaga juga ya" ejek Galuh lagi.
Abian meninju pelan bahunya Galuh lagi.
" Ejek aja terus"
" Trus gimana hubungan kalian?" tanya Galuh.
" Ya kami baru saja memulai, gua akan berusaha untuk bisa mencintainya" jawab Abian.
" Pasti bisa apalagi jika sudah terbiasa bersama, tapi hubungan Lo sama Mira harus cepat diselesaikan, jika tidak nanti takut ada yang salah paham" ucap Galuh.
" Haruskah?" tanya Abian.
" Ya haruslah, nanti dia masih berharap sama kamu dan ternyata kamu sudah membuka hati buat Dita" jawab Galuh.
" Tapi gua masih mencintai dia" jawab Abian.
" Jangan rakus lo, ini gua masih jomblo" kata Galuh kesal.
" Lo suka Mira?" tanya Abian.
" Ya low Lo lepas dia, gua siap tampung dia" kata Galuh sambil mengedipkan matanya.
" Lo kira barang main tampung" kata Abian.
" Segera kamu lepas Mira, dan kenalkan Dita ke ayahmu karena bagaimanapun hubungan kalian, kalian tetap ayah dan anak" nasehat Galuh.
" Baik, gua akan temui Mira secepatnya" jawab Abian membuat Galuh tersenyum bahagia.
__ADS_1