
Abian terbangun dari tidurnya sebelum subuh. Ia melirik wanita yang tidur pulas disebelahnya. Abian memandang wanita yang sudah menjadi istrinya. Ia tersenyum melihat wanita yang sangat cantik meski dalam posisi tidurnya. Lalu senyuman diwajahnya hilang begitu saja mengingat apa yang mereka lakukan tadi malam. Abian lansung bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri ia lansung membangunkan Dita.
" Dita, bangun." bisik Abian ditelinga Dita.
" hmmmmm." Dita masih memejamkan matanya.
Abian yang melihat Dita belum bangun berusaha untuk membangunkannya. Karena tidak bangun - bangun, akhirnya Abian mencium bibir Dita yang sejak tadi menarik perhatiannya. Dita merasakan bibirnya seperti digigit lansung membuka matanya dan lansung mendorong Abian.
" ih ngapain sih?" tanya Dita yang masih kaget.
" membangunkan kamu tidur." jawab Abian santai.
" Masa bangunkan kayak gitu, alasan aja." kata Dita memonyongkan bibirnya. Abian yang melihat Dita memonyongkan bibirnya makin geram.
" Nanti Abang cium loh, monyong - monyong bibirnya." Kata Abian dengan wajah datar.
Dita mendengar kata cium lansung bangkit dari tidurnya. Lalu ia meringis ketika mau melangkahkan kakinya.
" Sakit?" tanya Abian.
" hmhm." jawab Dita dengan manja.
Abian lansung masuk kekamar mandi untuk mengisi bathtub dengan air panas. Lalu ia keluar dari kamar mandi menuju ranjang. Ia membungkukkan badannya agar lebih muda menggendong Dita.
" Kamu ngapain?" tanya Dita.
" Ya mau gendong kamu kekamar mandi lah, mau apa lagi." jawab Abian.
" Nggak usah, aku aja." Dita mencoba berdiri dengan pelan - pelan.
" Sini Abang Gendong aja." kata Abian menyibak selimut Dita. Dita yang selimutnya mau diambil Abian lansung teriak.
" ahhkkk."
__ADS_1
Abian yang mendengar Dita berteriak lansung membekap mulut Dita dengan Dita.
" Kenapa teriak - teriak segala sih." kata Abian yang mulai dingin lagi.
" Kan malu, masa telanjang." kata Dita dengan mukanya yang sudah memerah.
" tadi malam juga telanjang, Abang sudah hafal semuanya." kata Abian memandang Dita dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
Dita semakin malu dipandangi seperti itu lansung berjalan dengan pelan - pelan kekamar mandi. Abian tersenyum melihat muka Dita yang memerah saat mau masuk kamar mandi. Namun wajahnya datar kembali ketika mengingat nama Mira. Gadis yang ia sayangi dan ia jaga. Gadis cantik yang sungguh sangat mandiri. Ketika Dita keluar dari kamar mandi, Abian sudah siap dengan pakaian sholatnya. Yah mereka memang seminggu ini selalu sholat berjamaah. Setelah selesai sholat berjamaah, Abian mendekati Dita dengan membawa segelas air. Ia mengasih sesuatu ketangan Dita.
" Apan ini bang?" tanya Dita.
" Itu pil KB, silahkan diminum supaya nggak hamil." katanya Abian. Dita yang mendengar jawaban Abian merasa sakit hati.
" Jadi ia takut dia aku hamil anaknya." ucap Dita dalam hati.
" Maaf, semalam tidak sengaja, Abang janji nanti nggak akan ulangi yang semalam." kata Abian dengan wajah dingin.
" Kamu menyesal?" tanya Dita.
" Kamu menyesal?, harusnya itu keluar dari mulut saya, bukan dari mulut kamu brengsek." teriak Dita yang merasa sakit hati mendengarkannya. ia mencoba menahan agar air matanya tidak turun.
" Mulai hari ini kamu boleh tinggalkan saya, bahkan ceraikan saya juga boleh, anggap saja kita tidak pernah melakukan apapun, dan ini pil yang kamu kasih saya minum." Kata Dita lansung meminum obat yang diberikan Abian kepadanya.
" Dan saya juga tidak sudi mengandung anakmu, keluar kamu." teriak Dita makin meninggi.
Ia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Abian mencoba untuk menghapus air mata Dita. Hatinya sakit melihat gadis itu mengeluarkan air matanya lagi. Namun tangannya didorong jijik oleh Dita
" Jangan pernah sentuh saya dengan tangan jijik mu itu." ucap Dita dengan nada emosi.
" Pergi kamu dari sini, jangan kembali lagi, pergi." usir Dita ke Abian. Abian yang melihat tatapan Dita yang sangat membencinya lansung berjalan keluar kamar. Ia meninggalkan rumah Dita pagi - pagi. Sedangkan Dita kembali menangis mengingat tragisnya dirinya. Sikap Abian yang memintanya meminum pil KB sungguh membuat dia tersinggung. Ia menangis sekuat - kuatnya agar bisa melupakan semua yang terjadi hari ini.
...****************...
__ADS_1
Sudah sebulan semenjak kejadian pagi itu. Abian sudah tidak pernah pulang kerumah Dita lagi. Pernah Abian datang hari itu tapi tidak diperbolehkan oleh Dita masuk kerumahnya. Dita sungguh membenci dirinya. Dita sudah tidak pernah lagi datang kekantor Abian meskipun dengan alasan magang. Ia mengajukan cuti ke kampus semester ini karena ia masih belum siap melangkah ke depan. Ia ingin menenangkan pikirannya yang selalu kacau. Ia ingin refreshing kemana saja supaya bisa melupakan semua kejadian pahit hidupnya sebulanan ini. Ia sudah siap untuk pergi berjalan - jalan. Ia juga tidak bilang kepada teman - temannya untuk mengambil cuti. Ia tidak ingin diganggu oleh siapapun.
" selamat tinggal Indonesia." Dita berdada dengan dirinya sendiri.
Sedangkan ditempat lain Abian mendapatkan laporan bahwa perusahaan pak Rama sedang mengalami krisis keuangan. Ada dana yang bocor sebanyak 5 Triliun. Abian sekarang sedang berdiskusi dengan asisten pak Rama. Asisten pak Rama sengaja mencari Abian karena ia yakin hanya Abian yang bisa menyelesaikan. Bukan ia tidak percaya pada kemampuan Dita, tapi Dita tidak pernah tertarik dengan bisnis papanya dari dulu. Abian terlihat geram setelah membaca laporan yang diberikan asisten pak Rama.
" jadi ini gimana?" tanya Abian.
" Saya akan coba mencarinya, cuma ini kantor tidak boleh terlalu lama kosong pak, jika tidak Ditangani dengan cepat, bisa bangkrut Arkana Kontruksi pak." jawab Asisten Pak Rama.
" Masa yang kayak gini kamu nggak bisa menyelesaikannya?" tanya Abian dengan dingin.
" Masalahnya yang saya urus bukan hanya Arkarna Kontruksi, tapi juga ada masalah di Arkana Group pak." kata asistennya.
" Arkana Group?" tanya Abian.
" Bapak nggak mungkin tidak tau, bahwa keluarga Arkarna mempunyai Arkana group yang pengaruhnya jauh lebih besar daripada Arkarna Kontruksi." kata Asistennya pak Rama yang bernama Deni.
" Mengapa kamu tidak meminta tolong dengan Dita masalah Arkarna Kontruksi? " tanya Abian.
" Nona Dita tidak pernah tertarik dengan bisnis papanya, ia hanya bisanya berpoya - poya, bahkan sekarang nona sedang di Paris." jawab Deni
" Paris?" tanya Abian.
" Yah dia tidak paham bahwa perusahaan mengalami pailit karena Arkarna group harus menutupi kerugian yang disebabkan Arkana Kontruksi." Jawab Deni.
" Nanti saya akan coba ngomong ke dia, dan saya akan bantu di Arkana Kontruksi karena ini berhubungan dengan perusahaan saya." kata Abian.
" Arkarna group butuh pimpinan secepatnya pak, jika tidak bisa diambil alih oleh sepupu jauhnya nona Dita pak, bisa - bisa nona Dita kehilangan semuanya, bapak harus membantu Arkarna group dengan bergabung disana." jelas Deni.
" Tapi Dita yang paling berhak." jawab Abian.
" Bapak juga berhak karena bapak suaminya Nona Dita, siapa lagi yang mengurus perusahaan jika bukan suaminya." jawaban Deni membuat Abian terdiam.
__ADS_1
" aku memang suami, tapi ini hanya sementara" jawabnya dalam hati.