Dia Lelakiku

Dia Lelakiku
BAB 36


__ADS_3

Mira telah sembuh dari sakitnya sebulan yang lalu. Ia bahkan sudah bisa mengingat semuanya. Mira bahkan sibuk dengan kuliahnya. Ia mengisi hari - harinya dengan kesibukan dengan belajar dan belajar. Mira sudah tidak bekerja lagi atas permintaan Abian. Pada awalnya Dita agak cemburu karena merasa Abian masih perhatian dengan mantannya itu. Tapi Abian menyakinkan Dita bahwa Mira hanyalah adik baginya. Abian sudah memaafkan kesalahan ibunya. Abian juga meminta kepada ibunya agar tidak jadi berpisah. Abian juga membantu perekonomian keluarga ibunya. Karena bagaimanapun adiknya Mira juga adik seibu dengan Abian.


Mira juga semakin sering bertemu dengan Galuh. Berkat dukungan Galuh, Mira bisa move on dengan cepat. Berulang kali Galuh mencoba memberitahu isi hatinya kepada Mira namun Mira tetap menolak Galuh. Mira tidak ingin dianggap perusak rumah tangga orang.


Siang ini Mira dan Galuh janjian makan siang di restoran yang tidak jauh dari kampusnya. Mereka nampak akrab sekali. Senyum Galuh terasa lepas ketika bersama Mira. Namun tidak ketika bersama Siska.


" Jadi kamu yakin menolak aku lagi?" tanya Galuh kepada Mira lagi.


" Iya bang, aku nggak mau jadi perusak rumah tangga orang." jawab Mira serius.


" Tapi kamu sudah mulai suka sama aku kan?" tanya Galuh menatap manik mata Mira.


" Yah aku akui aku sudah mulai suka sama abang, tapi ini salah bang, abang suami orang." jawab Mira memandang balik Galuh.


" Aku tidak bahagia bersama dia, hati Abang hanya berdetak kencang ketika bersamamu mir." kata Galuh meyakinkan Mira.


" Abang bisa belajar mencintainya, abang kepala keluarga, pernikahan itu ikatan yang suci loh bang." kata Mira meyakinkan Galuh.


" Sebulan sudah abang coba, abang tetap tidak ada rasa untuknya, mir tolong kasih abang kesempatan untuk memilikimu." ucap Galuh memegang tangan Mira.


" Bang, abang sadar nggak yang Abang lakuin ini salah, abang suami orang, jangan buat Mira menjadi wanita yang paling jahat bang." ucap Mira.


" Tapi kita saling mencintai mir, abang juga berhak bahagia." Ucap Galuh masih memegang tangan Mira.


" Trus aku harus bagaimana bang?" tanya Mira.


" Tunggu Abang sebentar, Abang akan selesaikan urusan abang dengan istri abang, setelah selesai kita akan bersama." ucap Galuh mencium tangan Mira.


" Kita yang belum memulai harus diakhiri bang, bukan rumah tangga abang." jawab Mira sambil menarik tangannya.


" Abang nggak peduli, bagaimanapun Abang akan mempertahankan kamu mir." ucap Galuh.


" Jangan buat aku menjadi wanita yang paling jahat bang, jika abang memaksa maka Mira akan pergi jauh." ucap Mira mengancam Galuh.


" Dan Mira tidak mau kenal sama abang lagi." lanjutnya lagi.


" Kemanapun kamu akan abang kejar, ingat itu mir." ucap Galuh dengan yakin.


Galuh tidak menyadari bahwa semua mereka bicarakan membuat seseorang menangis dimeja yang tidak jauh dari mereka. Siska mendengar pembicaraan mereka dari awal hanya bisa menyaksikan tanpa berkata apa-apa. Feby heran ketika melihat Siska menangis. Feby juga mengarahkan pandangannya ke arah pandangan Siska.


" Kamu kenapa Sis?" tanya Febi.


Siska hanya diam tanpa menjawab apapun.


" Kamu kenal mereka?" tanya Feby lagi.

__ADS_1


" Dia lelaki" ucap Siska makin menangis dan lansung meninggalkan restoran tersebut.


Feby mengejar Siska tanpa tau maksud dari jawaban Siska tadi. Siska pergi dengan cepat meninggalkan Feby sendirian disana. Ketika Feby mengejar Siska, Dita yang baru datang menghampiri Feby.


" Kenapa loe by? Siska dimana?" tanya Dita.


" Siska barusan pergi, tadi dia menangis melihat sepasang kekasih kayaknya, gua nggak tau itu siapa, apa itu pacar Siska?" tanya Feby kepada Dita.


" Pacar?" ulang Dita menganalisis ucapan Feby.


" Dia menangis melihat pasangan didalam, ayok gua tunjukkan." ucap Feby menarik tangan Dita kedalam restoran.


Dita kaget melihat Galuh dengan Mira didalam restoran. Dita lansung emosi melihat kebersamaan mereka. Dita lansung menuju meja Galuh dan Mira. Lalu mengambil gelas yang ada dimeja dan menyiramkannya ke Mira.


" Dasar perempuan gatel, mau berapa orang lagi yang kamu layani." Dita datang dengan emosi.


" Apa - apaan ini Dita." ucap Galuh kaget melihat Dita yang menyiramkan minuman kepada Mira.


" Kamu yang apa - apaan, udah jelas udah punya istri masih aja jalan dan duduk dengan perempuan ini." ucap Dita dengan nada tinggi.


Mira hanya diam memandang sekelilingnya. Ia sangat malu pada dirinya sendiri karena pandangan mata merendahkan tertuju untuk dirinya dari pengunjung lain.


" Dit, ini nggak seperti itu" ucap Mira dengan mata berlinang.


" Nggak usah berlindung dibalik air matamu itu, nggak puas kamu mengambil hati suami saya dan sekarang kamu mau merayu suami sahabat saya pula " ucap Dita makin meninggi.


" Ikut campur kamu bilang, jika saya tidak ikut campur maka kamu tidak akan tau istri kamu menangis dibelakang sana, tau nggak kamu, sedangkan kamu sedang berduaan dengan wanita lain." ucap Dita dengan nada tinggi lagi.


" Pelankan suara kamu Dita." ucap Galuh.


" Kamu cari lelaki yang bujangan, jangan ganggu suami orang." ucap Dita kepada Mira.


Mira sudah tidak kuat mendengar ucapan tajam Dita kepadanya. Apalagi melihat tatapan mata pengunjung yang lain. Ia malu berada disana dan berlari meninggalkan Galuh dengan Dita.


" Mira." ucap Galuh berusaha mengejar Mira.


" Yang kamu kejar istrimu pulang bukan wanita lain." ucap Dita.


" Kamu bisa diam nggak." ucap Galuh emosi kepada istri sahabatnya.


Dita hanya memberikan senyuman mengejek kepada Galuh. Galuh semakin emosi melihat senyum ejekan Dita. Galuh lansung menarik Dita dengan kuat.


" Kamu mau bawa kemana aku?" tanya Dita memberontak.


" Aku akan bawa kamu ke kandang beruang." jawab Galuh sekenanya.

__ADS_1


Feby hanya diam mematung ketika Galuh membawa Dita pergi. Ia masih mencerna apa yang terjadi barusan.


Dita semakin tidak mengerti kenapa Galuh membawanya kekantor suaminya. Karyawan juga aneh melihat istri bosnya ditarik oleh seorang lelaki. Galuh lansung menuju ruangan Abian setelah tau ruangan Abian dari mulut Dita. Ketika sudah sampai, ia lansung membuka pintu dengan agak kasar. Abian yang sedang memeriksa dokumen nampak kaget melihat kedatangan Galuh dan Dita.


" Ada apa ini? tumben kamu ke kantor?" tanya Abian kepada Galuh.


" Tolong ajari istrimu ini." ucap Galuh mendorong Dita kearah Abian.


Dita terjatuh dalam pelukan suaminya dengan kaget. Ia agak takut jika Galuh mengadu kepada Abian.


"habis aku." gumamnya dalam hati.


" Ini ada apa?" tanya Abian penasaran masih memeluk istrinya.


" Bilang ke istri Lo jangan ikut campur urusan orang lain." ucap Galuh dengan emosi.


" Ikut campur apa dit?" tanya Abian kepada Dita dengan lembut.


" Dia selingkuh dengan Mira, dan Siska melihat semuanya." jawab Dita pelan.


" Lalu dimana salah istri saya?" tanya Abian masih datar.


" Dia sok tau, tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu, dia menyiram Mira dan membuat malu Mira didepan umum, gila tau nggak." ucap Galuh yang masih kesal.


" Salah sendiri selingkuh depan umum, terima resiko." ucap Dita dengan kesal.


Abian memandang Dita dengan tujuan agar Dita diam. Dita yang paham lansung terdiam.


" Dia juga menuduh Mira menganggu rumah tangga Lo, dan dia juga bilang Mira jadi pelakor dua kali, gua nggak terima BI." ucap Galuh kesal.


" Kok kayak perempuan aja." ucap Dita dengan pelan namun terdengar oleh Abian.


" Gua minta maaf atas sikap istri gua, tapi sebaiknya kamu jatuhin Mira." ucap Abian kepada Galuh.


" Lo ada hak apa?" tanya Galuh agak emosi.


" Bagaimanapun Mira adik tiri gua, gua nggak mau namanya tercoreng gara - gara kedekatan kalian, jaga perasaan istrimu." ucap Abian menasehati Galuh.


" Lo cemburu kan gua dekat sama Mira." ucap Galuh membuat Dita semakin panas.


" Eh dia lelakiku, jangan ngomong macam - macam." ucap Dita mulai emosi.


" Diam dit, dan kamu bisa tinggalkan kantor ini." ucap Abian.


Galuh meninggalkan ruangan Abian dengan kesal. Sedangkan Dita masih meneriaki Galuh dengan kata yang tidak sopan. Abian lansung emosi mendengar ucapan tidak sopan ya Dita.

__ADS_1


" Dita jaga sikap." ucap Abian dengan pandangan tajam.


__ADS_2