
"Heu aha ahahah,ternyata yang jadi bos ku begitu bodoh,hahaha,"ucap dia gembira ketika melihat rekening dia dari hp terisi.setelah puas tertawa,diapun bergegas meninggal kan tempat tersebut.
*****
pagi hari di kediaman fian,di salah satu kamar nya terdapat seseorang yang terjaga dari tidur nya,siapa lagi kalo bukan rara apriliani.
"hoam"ucap ara ketika tersadar dari tidur nya
"dimana ini"tanya ara bingung,sambil melihat kanan kiri dikamar yang begitu asing bagi dirinya.
"aaaakkkkkkk"teriak ara ketika ingat kejadian semalam
"jangan jangan ara di culik"panik ara langsung beranjak dari tempat tidur nya keluar pintu berniat kabur
sedangkan di lantai yang sama cuma beda ruangan,fian yang sedang tidur langsung tersadar mendengar teriakan ara
"ara"gumam fian beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar ara,yang berada di sebelah kamar nya.
begitu pula eki yang sedang menonton tv pagi pagi di rumah fian di lantai bawah,dia juga langsung menuju ke lantai atas ke kamar nona nya.
"ara"ucap fian memanggil ara,ketika memasuki kamar ara nya itu.
"nona"panggil eki ketika baru datang ke kamar ara di belakang nya fian.
"kalian" ucap ara kaget melihat fian dan eki ke kamar yang dia tempati.
__ADS_1
"kenapa berteriak heem"ucap fian mendekati ara dan mengelus pucuk kepala nya.
"isshhh apaan sih elus elus kepala segala"ucap ara menepis tangan fian dengan kesal tanpa menghiraukan pertanyaan nya.
"kenapa berteriak hemm"tanya fian lagi dengan tersenyum
"iya nona,anda kenapa berteriak pagi pagi" tanya eki juga ke pada ara
"kenapa kenapa,kalian pikir ara gak kaget apa tiba tiba bangun di sini,huh"jawab ara kesal sedikit marah kepada mereka berdua yang di depan nya ini
"ohhh karna itu"ucap fian dan eki barengan dengan mengangguk tanpa melihat ara yang semakin kesal ke arah mereka berdua.
"HEY"teriak ara di depan mereka berdua
"astaga"
"bisa gak sih jangan ngagetin nona"ucap eki kesal ke arah ara,tanpa di sengaja.
"kau memarahi nya ki?"tanya fian marah melihat eki yang ada di samping nya.
"ekh ekh enggak ko tuan,mana mungkin saya marah pada nona"jawab eki tersenyum ke arah ara dan fian.
"kenapa ara bisa di sini"tanya ara ke arah mereka berdua.
mereka berdua yang mendengar pertanyaan ara hanya diam.
__ADS_1
"apa kalian yang menculik ara semalam,apa kalian juga berniat jahat kepada ara(kata kata terhenti sebentar),atau jangan jangan kalian ingin jual ar....."ucapan ara terhenti yang sedang bertanya dengan nada yang mulai takut kearah fian dan eki.
"shuuuut"ucap fian menghentikan ucapan ara dengan tangan nya di depan bibir ara.
"diam ara, jangan berpikir macem macem,ok"lanjut fian menenangkan ara.
"tapi kalian gak niat jahat kan sama ara?"tanya ara mulai menangis
"enggak ara,enggak,mana mungkin saya berniat jahat sama kamu"ucap fian lagi
"udah nya ara, jangan nangis,ok"lanjut fian lagi mengusap pipi ara lembut
"hemm"gumam ara sambil mengangguk
"eki,sarapan di bawah sudah siap?"tanya fian tanpa melirik eki
"bentar lagi tuan"jawab eki sopan
"yaudah sana ki kebawah duluan,nanti saya dan ara nyusul"ucap fian
"baik tuan,kalo begitu,saya permisi"jawab eki sopan sebelum keluar dari kamar ara
.
.
__ADS_1
.
bersambung 🍁