
"Bos biasa nya kalo jam segini di ruangan nya tuan"lanjut sang pelayan.
"Dimana"
"Di sana tuan"Tunjuk pelayan ke arah ruangan
"Saya permisi tuan permisi"Pelayan itu pun pergi ke arah pelanggan.
Sedangkan fian pun menghampiri sang pemilik kafe di dalam ruangan nya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk"Teriakan dari dalam ruangan
Fian pun masuk
"Eh,tuan fian kan"tanya sang pemilik kafe sambil berdiri dari kursinya.
"Iya"
"Silahkan duduk ruan" ucap pemilik kafe mempersilahkan fian duduk.Fian pun langsung duduk di kursi yang di siapkan.
"Ada apa tuan,kok tumben?"
"Nggak boleh"
"Bukan gitu,tapi aneh aja, seseorang kaya tuan mau kesini?"
"Bukan nya mau sih,tapi saya lihat,kenapa para pegawai kafe gak di kasih istirahat"ucap fian sambil melihat sang pemilik kafe
"Tergantung kafe ramai enggak nya tuan"jawab sang pemilik menunduk sebentar
"Saya mau ada istirahat nya bisa" ucap fian dingin
__ADS_1
"Bisa,kalo lagi gak ada pelanggan tuan" Jawab nya ramah
"ini kan kafe saya"pikir sang pemilik
"Emang ini kafe kamu,tapi kan ada yang gampang sakit di sini"
"Siapa?"tanya nya penasaran
"Khem,bukan nya saya mengemis,tapi emng di sini kalo ada tamu,gak di kasih minum"Tanya fian sambil menyindir.
"Astaga,maaf tua"ucap nya kaget,ketika teringat gak ada hidangan atau hanya minuman sama sekali di meja.
"Bentar tuan" pamit pemilik kafe keluar
"Hemm"
Di luar pintu ruangan
"Rara,kamu bikin minuman dua gelas tambah cemilan dua piring nya"Perintah nya ke pelayan yang di suruh,ternyata rara.
Di dalam ruangan
"Apa ada yang tuan khawatir di sini"tanya nya melupakan yang mereka bahas tadi
"Rara apriliani,dia jangan sampai terlalu cape di sini,paham"ucap fian,terus beranjak pergi dari ruangan ke luar pintu ruangan
"Iya tuan" jawab sang pemilik,padahal dia masih bingung,dengan kata katanya,yang dia simpulkan"jangan sampai rara kenapa napa"
"Tuan gak minum dulu"
"Gak usah"
Ketika membuka pintu,fian berpapasan dengan ara yang mau masuk,sambil membawa nampan berisi minuman dan makanan ringan.
"Eh maaf tuan"ucap ara
"Hampir aja tumpah kena baju tuan"lanjut ara tanpa menyadari sosok yang menatap ny dari tadi.
__ADS_1
"Eh tuan"kaget ara ketika mendongak ke arah depan.
"Saya fian,bukan tuan kamu"ucap fian lembut
"Eh,terus ini minuman nya gimana"Taya ara ke arah bos nya di belakang fian.
"Sini" Fian pun meminum nya sesaat sampai abis segelas, sedangkan sela dan pemilik kafe hanya hanya bisa melongo melihatnya.
"Kue juga buat saya kan?" Tanya fian lagi
Ara pun hanya bisa mengangguk,fian pun langsung saja memakan nya.
ue nya enak,siapa yang buat?" ucap fian memuji masakan kue nya
"saya tuan" Jawab ara
"Wah,benarkah kau yang masak,hebat"puji fian ke arah ara
"Ah tuan bisa saja,kalo saya hebat,mana mungkin saya di putusin"Jawab ara tiba tiba sedih
"Karna kamu bukan di ditakdirkan untuk dia" ucap fian tersenyum
"Maksud nya"
"Kamu-- ditakdirkan--untuk-- saya"Bisik fian di telinga ara yang membuat nya malu sendiri.
"Apaan sih tuan,bisa aja"Jawab ara bersemu merah di pipinya.
"Udah nya saya mau ke kantor dulu" pamit fian tersenyum ke arah ara sambil mengusap ujung kepala ara.
.
.
.
Bersambung 🍁
__ADS_1