
"Eh,eki,kok udah di sini,kapan kesini nya?"tanya ara ketika sampai mobil dan melihat eki sedang membuka kan pintu mobil nya.
"baru saja nona"ucap eki tersenyum menanggapi ara dengan cara menahan nafas yang sedang ngos ngosan.
"membukakan pintu"ucap eki kesal dalam hati sambil menatap fian yang ada di samping ara sedang tersenyum tanpa dosa.
"bisa bisa nya dia tersenyum tanpa beban(menarik nafas),sedangkan tadi saya harus turun hanya dengan waktu lima menit tanpa menaiki lift (narik nafas),hanya gara gara pacar nya mau turun sebentar lagi (narik nafas)"ucap eki kesal menatap bos nya sambil menarik nafas untuk mengontrol nafas nya.
"mari nona"ucap eki lagi menyuruh ara masuk ke mobil nya yang sudah terbuka oleh nya.dan di balas anggukan dari ara sambil memasuki mobil nya begitu pula dengan fian yang tanpa di bukakan oleh eki.setelah keduanya masuk,eki pun masuk mobil dengan duduk di bagian supir,untuk menyetir mobil nya.
di pertengahan jalan
"ian"panggil ara
"heem"ucap fian menanggapi dengan mata terpejam
"iaaan"ucap ara mengguncang guncang kan tubuh fian hinga membuka matanya menatap ara.
"apa ara?"tanya fian tersenyum sambil mengusap kepalanya.
"janji dulu jangan marah"ucap ara sambil mengangkat satu jari kelingking nya di depan fian.fian yang melihat nya heran tapi dia terima dengan jari kelingkingnya juga.
"janji,emng apa?"tanya fian bingung dan di lepaskan ara.
"bisa tidak jangan pulang ke rumah ian lagi?"tanya ara
"jangan marah ian"ucap ara pelan mengingatkan fian yang wajah nya mulai berubah dingin.
"haaaah"hanya helaan nafas saja yang terdengar keluar dari fian ketika mendengar penuturan ara.
"emang rumah ian gak nyaman ar?"tanya fian tanpa menatap ara dan malah melihat keluar di jendela mobil nya.
"bu bukan begitu ian,yaman ko,bahkan yaman banget,tapi ara juga punya tempat tinggal untuk pulang walaupun hanya kontrakan,lagian mubajir juga kalo gak di tempati,di bayar terus di tinggalin nggak,kan yang punya kontrakan untung"ujar ara panjang lebar di akhiri dengan cengiran dari ara.dan membuat fian yang tadi nya menatap keluar beralih menatap ara yang ada di samping nya.
"jadi hanya itu?"tanya fian tersenyum tersenyum sambil mengusap kepala ara.
"gak marah?"tanya ara lagi ketika melihat wajah fian yang cepat beruban itu.
__ADS_1
"mau?"ucap fian singkat
"eng ngak, mana mungkin hehe"ucap ara sambil menggerakkan kedua telapak tangan bertanda tidak bersamaan dengan gelengan di hadapan fian.
"tadi juga kan udah janji"lanjut ara lagi
"jadi apa jawaban nya?"tanya ara lagi
"menurut ara?"bukan nya menjawab fian malah balik bertanya sambil tersenyum.
"benarkah"ucap ara memastikan,tapi hanya dapat anggukan dari fian
"yeeeeh,makasih ian"ucap ara lagi sambil memeluk fian dengan tersenyum gembira dan dibalas pelukan juga dari fian.
"iya,tapi jawaban nya,T I D A K"ucap fian di telinga ara dengan masih berpelukan,ara yang mendengar ucapan itupun,seketika berhenti dan melepaskan pelukan nya dengan kasar dan menatap fian tajam.
"emang siapa yang mengiyakan pertanyaan ara tadi?"tanya fian tersenyum menatap ara tanpa menghiraukan tatapan ara kepadanya.
"iaaan,kau,kau berbohong"ucap ara dengan berkaca kaca mulai menangis,sambil memukul dada fian beberapa kali.
"emang siapa yang berbohong hemm?"tanya fian mengangkat wajah ara agar melihat wajah nya.
"iaaaan,kau yang berbohong,kata ian,kalo ara mau tinggal bilang aja ke ian"ucap ara berhenti menangis di gantikan dengan rasa kesal menatap fian.
"kecuali yang ini"jawab fian singkat sambil menatap wajah ara yang kesal,dan itu menurut nya lebih lucu dari pada menangis tadi.
"iaaaaaan"ucap ara sedikit berteriak saking kesal nya dengan jawaban fian barusan.
"suuuut,jangan teriak ara,nanti sakit tenggorokan nya"ucap fian memperingati ara sekaligus mengingatkan,dan kata kata itu juga malah membuat ara tambah kesal dan jengkel menatap fian.sedangkan di kursi yang lain dan masih di mobil yang sama,eki hanya bisa melihat dan mendengarkan pertengkaran itu dari kaca di atas kepalanya dengan tertawa pelan melihat keduanya bertengkar hanya karna hal sepele.
"tuan,tuan,sepertinya setiap hari akan ada yang terus merasa kesal,dan bahagia karna tuan"ucap eki tersenyum sambil menggeleng kepala sebentar.
"terserah"ucap ara terakhir yang keluar dari mulut nya dengan memalingkan wajah nya ke arah lain.
"araa"panggil fian ketika ara hanya diam
"araaa"panggilnya fian lagi sambil noel noel punggung ara
__ADS_1
"araaa"lanjut fian lagi.
"IAAAN DIAM"bentak ara saking kesalnya.
"oh ok ok,tapi jangan teriak teriak lagi nya"ucap fian mengangkat kedua tangan nya.ara hanya diam tak menanggapi,dan terjadilah keheningan di dalam mobil yang tak begitu lama,ketika tiba tiba ara berbicara lagi.
"waaaaah ian,lihat sana"ucap ara sedikit berteriak dengan heboh melihat ke arah luar jendela mobil,ian yang di panggil pun langsung mendekati ara dan melihat ke arah luar apa yang ara lihat.
"pasar malam"ucap fian pelan di dengar ara
"iya,ayo ke sana,kiiii kiiii berhenti"ucap ara lagi menarik lengan baju fian dan memukul pundak eki pelan.eki yang dapat pukulan serta teriak memanggil nama nya langsung menghentikan mobil nya di pinggir jalan.
"ayo kesana,kenapa berhenti disini"ucap ara lagi ke arah eki sambil menunjukan parkiran di pasar malem yang dia lihat.
"ayo iaaan,eki,masa ini juga gak boleh"ucap ara sambil mengguncang guncang kan lengan fian dan beberapa kali menatap eki,fian dan eki hanya diam dan saling pandang melalui kaca di atas kepala eki.
"yaudah"lanjut ara lagi dan membuka pintu mobil nya sendiri tapi di cegah oleh fian.
brak'suara pintu mobil di tutup kembali oleh fian
"ara"gumam fian pelan sambil menarik ara masuk kembali.
"ia.."ucapan ara terhenti
"jalan ki"perintah fian ke eki dan mobil pun berjalan ke arah parkiran yang di tunjuk ara tadi.
"aaaah ian,baik nya"ucap ara memeluk fian sebentar dan langsung ke luar dari mobil ketika mobil berhenti di area parkiran pasar malem itu.sesangkan fian hanya tersenyum melihat kelakuan ara,dan mengikuti nya keluar begitu pula eki.
"ayo"ajak ara menarik tangan fian ke area pasar di ikuti eki dari belakang.mereka di sana akhirnya menaiki beberapa wahana atas permintaan ara dengan menurut tanpa membantah,dan ara terlihat begitu senang bisa menaiki wahana² yang menurut nya jarang di naikin oleh nya.
.
.
.
bersambung 🍁
__ADS_1