
"Tuan,saya mohon tuan,jangan cabut saham anda di perusahaan saya tuan"ucapan ayah ira kepada pemegang saham utama di perusahaannya dengan memohon sambil berlutut.
sedangkan orang yang duduk di depan nya ini masih diam dengan tatapan ny yang dingin ke arah nya.
"kenapa?"tanya nya dingin
"saya mohon tuan,hanya tuan yang bisa menolong saya sekarang"sang ayah ira masih saja memohon ke arah orang yang di depan nya.
"apa yang saya dapat jika membantumu?"lagi lagi suara itu terdengar dingin di telinga ayah ira dan sekretaris pria ini yang ada di belakang nya itu.
"apa saja tuan"jawab ayah fian
"emang kau punya apa?"ejek pria itu lagi,ayah ira yang mendengar nya hanya diam.
"tuan fian,saya mohon tuan,bantu saya,apa pun yang tuan mau jika saya punya,tuan bisa ambil tuan"jawab ayah ira tanpa pikir panjang.ternyata yang ada di depan nya ini adalah fian.
"benarkah"tanya fian mengejek
"benar tuan"jawab nya yakin
"apa kau tau kenapa semua pemegang saham di perusahaan mu itu mencabut semua saham nya?"ucapan fian yang hanya dapat anggukan dari ayah ira.
"tau tuan"jawab sang ayah ira
"kenapa?"
"karna putri saya berusaha mencelakai seseorang tuan"jawab sang ayah ira pelan(tuan Ferdi)
"apa kau tau yang ingin dia celakai siapa?"suara fian terdengar bertambah dingin bahkan terdengar menyeramkan di dengar telinga yang hanya lagi lagi dapat anggukan tuan ferdi.
"dia mantan pacar anak saya tuan"ucap tian ferdi pelan
"salah,dia itu milik ku,CALON ISTRIKU,paham"jawaban dari fian yang sedikit menekan kata katanya itu,membuat tuan ferdi kaget.
"sejak kapan rara berhubungan dengan tuan fian,apa dia selingkuh dari ifan"
"kau gak perlu tau,saya tidak akan mencabut saham saya di sini,tapi seperti yang kau katakan,aku ingin mengambil sesuatu dari dirimu"ucap fian
"apa tuan"jawab tuan ferdi
"aku ingin mengambil anak mu yang membuat perusahaan mu ini hampir bangkrut"jawab fian cuek membingungkan tuan ferdi.
"gimana?"lanjut fian
"saya setuju tuan,tapi mau di apakan anak saya?"tuan fian menyetujui
"itu bukan urusan mu"cuek fian
"besok anakmu akan di jemput oleh sekertaris ku"lanjut fian
"iya tuan terimakasih atas bantuan nya"ucapan terimakasih dari tuan ferdi
__ADS_1
"ayo"ajak fian keluar ruangan tuan ferdi di ikuti eki di belakang tanpa menjawab ucapan terima kasih dari tuan ferdi.
Berbeda di tempat lain di kota yang sama di rumah ara,tidak jauh berbeda dengan keluarga ifan dan ira yang begitu kaget dengan berita yang di tayangkan di semua siaran televisi yang menghebohkan di pagi hari tapi lebih dominan dengan rasa kesal menatap berita tersebut.
"bisa bisa nya dia ingin membunuh ara"kesal rangga dan keluarga nya.
"awas aja kau,ku pastikan kau akan masuk penjara"lanjut tangga dengan geram
ibu dan ayah yang mendengarkan rangga seperti itu hanya bisa diam,sebagai orang tua tentu saja mereka marah,dan mendukung apa yang di ucap kan anak laki laki nya.
"mau kemana ka?"tanya ara ketika melihat kaka nya beranjak dari duduk nya ingin pergi
"kantor polisi"jawab rangga singkat dan meneruskan niat nya untuk ke kantor polisi.
"ayah,ibu,kalian gak melarang kakak"tanya ara menatap orang tuanya bergantian.
"biarkan saja ar,lagian yang salah itu harus di kasih pelajaran"jawab sang ayah dengan di setujui sang istri
bruuum'
ara yang mendengar suara mobil dari luar buru buru keluar menuju sang kaka setelah berpamitan ke orang tuanya.dan langsung duduk di dalam mobil di samping kakanya.
"ngapain"tanya rangga heran
"ikut"jawab ara singkat.
setelah mengatakan itu,rangga pun menjalan kan mobilnya menuju kantor polisi.
*****
"ngapain?"heran fian
"sepertinya ingin melaporkan no..ira ke polisi tuan"jawab eki sopan
"apa ara ikut?"tanya fian
"seperti nya ikut tuan"jawab eki,fian yang mendengar nya langsung mengajak eki kekantor polisi untuk mengikutinya.
"cepat ki"suara fian lagi lagi terdengar di telinga eki yang sedang menyetir dengan kecepatan rata rata tiba tiba mempercepat mobil nya dengan cepat.
tidak butuh waktu lama,mereka berdua sampai di depan kantor polisi bersamaan dengan kedatangan mobil putih di samping mobil nya.
"bukan kah dia nona ara tuan"tanya eki di dalam mobil melihat ara turun dari mobil putih di sampingnya.
"iya"jawab fian singkat dan turun dari mobil begitu pula dengan eki.
ara yang mau masuk kantor polisi bersama kakak nya terhenti ketika melihat mereka berdua menghampirinya.
"kalian di sini"taya ara
"terus nona kenapa di sini"ucap eki balik tanya
__ADS_1
"mau nganter kakak"jawab ara
"PAK,KENAPA PELAKUNYA GAK DI TANGKAP PAK"suara teriakan rangga dari dalam kantor menembus ke luar.mereka bertiga yang mendengar teriakannya langsung menghampiri rangga.
"kenapa ka"tanya ara
"ini,di suruh di tangkap pelaku nya aja gak bisa"jawab rangga kesal
"bukan itu tuan tap.."ucapan polisi terpotong ketika mendapat tatapan dari fian.
"apa pak?"heran ara
"enggak ko nona"jawab nya singkat,ara yang merasa aneh dengan pak polisi melihat fian yang sedang menatap polisi tersebut.
"karna dia pak"tunjuk ara ke arah fian
"apa"sewot ara ketika melihat tatapan fian ke arah nya
"iya,dan bukan juga nona"jawab pak polisi
"tadinya saya akan menangkap,dan memenjarakan nya kona,tapi salah satu dari tuan tuan ini mengatakan,nona ira jangan di tangkap karna ini urusan mereka,dan akan di selesaikan kekeluargaan nona"jelas sang polisi
"GAK,SAYA GAK SETUJU,DIA INGIN MENCELAKAKAN ADIK SAYA PAK, BAHKAN DIA INGIN ADIK SAYA MENINGGAL"teriak rangga tidak setuju dengan kesepakatan mereka
"udak ka rang,tenang,mending kita pulang aja nya"ajak ara menarik kakaknya keluar di ikuti fian dan eki di belakang.
"tapi dia jahat ra"ucap rangga tak terima
"udah biarkan saja ka,lagian ara juga sehat sehat aja kan"ucap ara sambil memutar tubuh nya di depan kakanya .
"tapikan.."ucapan rangga terpotong ketika tubuh nya sudah duduk di tempat supir mobil nya begitu juga ara duduk di samping nya.
"ayo bawa mobil nya ka"rengek ara ketika rangga hanya diam duduk,rangga yang mendengar suara adik nya langsung menghidupkan mobil nya dan ingin di jalan kan.
"tunggu"suara fian di dekat kaca ara
"sejak kapan dia ada di sini"tanya rangga heran tak menyadari.
"dari kita baru datang ka"jawab ara tersenyum.
"mau kemana"tanya fian
"pulang lah apa lagi"sewot rangga dari dalam
"saya bicara sama ara nya bukan sama kamu"ucap fian
"ara nya,ara nya,dia adik ku bukan ara mu"ucap rangga masih dengan sewot.
.
.
__ADS_1
.
bersambung 🍁