
"Ada,tapi ara lupa wajah nya"jawab ara masih berpikir.
"siapa namanya?"tanya fian lagi semakin penasaran
"ian"jawab ara jujur,dan jawaban itu membuat fian senang bukan kepayang,tapi tidak di tunjukan ekspresinya di depan ara
"ah,akhirnya,walaupun dia tidak ingat aku,tapi ingat namanya,ian"gumam fian pelan tidak terdengar siapapun,bahkan ara yang di depan nya pun
"apa kau tau dia dimana?"tanya fian lagi
"gak tau,mungkin dia sudah bahagia sekarang,tapi kenapa dia gak muncul muncul,setidak nya kan melihat dia walaupun sebentar"jawab nya pelan dengan nada sedih ketika teringat teman nya itu
sedangkan fian yang mendengarnya sedih,ternyata ara masih mengingat nya walupun lupa wajah nya
grep
fian langsung saja memeluk ara dan mencium keningnya tanpa menghiraukan eki dan para pembantu di sana yang sedang menatap nya
"apa nona itu pacarnya tuan fian?"tanya pembantu A
"mungkin,dia namanya nona ara,dia juga baik,semoga aja dia bersama dengan tuan fian"jawab pelayan B
"iya,baru beberapa kali kesini,tuan juga beberapa hari ini selalu tersenyum,walaupun gak pada kita"ucap pelayan A tersenyum
ekhem
ekhem
__ADS_1
uhuk
suara batuk eki menyadarkan fian,seketika fian melihat ke arah nya sambil menatap nya tajam
"ganggu aja"ucap fian tanpa bersuara
"udah fian lepasin,sesak tau"ucap ara ketika fian memeluk nya dengan erat,otomatis fian pun melepaskan nya
"maaf, maaf ara gak bermaksud ko,apakah masih sesak"ucap nya khawatir melihat ke adaan ara
"nggak,udah gak sesak"jawab ara sambil menjauhkan tempat duduk nya dengan perasaan canggung ketika melihat kanan kiri
"ternyata banyak orang,astaga"ucap nya menahan malu
kriuk kriuk
suara perut terdengar di telinga ara dan fian,untung saja yang lain gak dengar.
"astaga,lama enggak ketemu makin imut aja kamu ara"ucap fian tersenyum memandangi ara
"ekhem tuan,bentar lagi ada rapat tuan"ucap eki mengingatkan
"tuan tuan,di sini masih ada kami tuan"lanjut eki geleng geleng kepala melihat mereka berdua.
"ayo ara,sarapan aaaa"ucap fian tiba tiba sudah siap menyuapi ara
"haha maaf tu,eh fian saya bisa sendiri"tolak ara lembut ke arah fian
__ADS_1
"ara sayang ayo aaaaa"ucap fian
uhuk
uhuk
suara batuk para pelayan dan eki setra ara bersamaan tiba tiba tersedak setelah mendengar ucapan fian barusan,padahal mereka semua enggak lagi makan atau pun minum.
"eh eh ara,gak papa?"ucap fian sambil meminumkan minuman ke mulut ara.
"kalian kenapa sih?"ucap fian lagi menatap mereka semua aneh
"kau yang aneh,ngapain juga kau manggil ara kaya tadi"ucap ara kesal dengan fian
"aku,aneh?"ucap fian menunjuk dirinya sendiri
"iya"jawab ara mengangguk begitu pula dengan yang lain
"emng tadi saya bilang apa?"ucap fian menatap ara,sedangkan yang di tatap begitu kesal dan malu
"sayang?,sejak kapan saya manggil dia sayang,tapi terdengar cocok ko"ucap fian sambil tersenyum sendiri
"ih aneh banget dia,tadi dia panggil sayang,kenapa juga senyum senyum sendiri gitu"gumam ara pelan sambil memakan sarapan nya dengan kesal.
.
.
__ADS_1
.
bersambung 🍁