
"Jangan di maafin yah"potong rangga ketika ayah nya mau bicara.
"gak,jangan di dengerin kata dia na,paman dan bibi sudah maafin,tapi lain kali jangan kanya tadi,kami berdua khawatir na,jika izin juga pasti di izinin ko, tengah aja"nasehat ibu dengan tersenyum.
"iya bi"angguk fian
"fian juga minta izin bawa ara kerumah,bisa?"ucap fian.ibu dan ayah saling lirik mendengar nya.
"ngapain?"bingung sang ibu
"mamah mau hari ini pulang bi,jadi fian mau kenalin ara sama mamah sebagai calon istri fian,bukan sebagai teman"ucap fian yakin.
"beneran kamu fi"tanya sang ibu tidak yakin,mana bisa teman sejak kecil sampai jadi begini.
"fian yakin bi"ucap fian lagi terdengar yakin.
"gak nginep kan?"tanya sang ayah yang membuat fian bingung,niat diakan sekalian nginep.
"nggak paman,mungkin sampai sore doang ko"ucap fian tersenyum.
"nya,setidak nya cuma pakai mungkin,bukan iya"lanjut fian dalam hati
"oh,kalo sampai sore paman setuju aja,iyakan bu"ucap ayah yang di angguki sang istri.
"bi jah,tolong panggilkan ara kesini"titah ibu ke salah satu pelayan yang di panggil.
"ita nya"jawab pelayan dan pergi memanggil ara di kamarnya.
tok tok tok(suara pintu di ketok pelayan)
"non,non,di panggil nyonya di ruang tamu"panggi pelayan ramah.
"IYA,NANTI KESANA BI"teriak ara dari dalam kamar.
tidak lama kemudian,ara dan bi jah pun datang ke ruang tamu menghampiri mereka.
"ada apa bu"tanya ara
"nanti kamu kerumah fian ra"ucap sang ibu
"ngapain?"bingung ara
"ketemu calon mertua mu ar"jawab fian tersenyum,sedangkan wajah ara tiba tiba merah mendengar yang di ucapkan fian.
"gak usah sampe merah gitu ra wajah nya,kakak belum merestui hubungan kalian tau"ucap rangga dengan memangku wajah ara dengan kedua tangan nya yang langsung di tepis tangan fian.
"apaan sih"kesal rangga
"jangan begitu ka,nanti leher ara pegal kalo terlalu mendongak melihat mu yang tinggi itu"kesal fian
"kau juga tinggi kali"balas rangga
"makanya saya gak pernah nyuruh ara melihat saya begitu,begitu juga kau ka"balas fian tak mau kalah.
__ADS_1
"udah udah,kenapa sih kalian setiap ketemu,beranteeem mulu"ucap ara saking kesal nya yang hanya melihat mereka.
"udah yu,kapan ian"tanya ara
"jam berapa ki"tanya fian melirik eki
"jam tengah tiga nanti nyonya tiba di bandara tuan"jawab eki melihat handphone nya
"ini udah jam setengah dua,sejam lagi datang tuan"lanjut eki
"yaudah sana berangkat fi,dari sini ke bandara kan jauh"perintah sang ayah.
"iya paman,ayo ra"ajak fian
"bentar,ara mau ngambil tas kecil ara dulu"pamit ara mengambil tas di kamar nya sebentar.
"paman,bibi,ian pulang dulu nya"lanjut fian berpamitan ke orang tua nya ara,terakhir ke kakaknya dengan cara berpelukan sambil berbisik.
"tenang saja ka,gak akan di apa apain,saya pamit"ketika ingin melepaskan kan pelukan nya,badan nya tertahan oleh pelukan rangga.
"heem,jaga adik saya,dan kalo kau benar benar sama dia,jaga dia dengan baik dan jaga juga dari pria yang ingin mendekatinya,sepertinya kau akan mempunyai banyak saingan"balas rangga serius dengan di lanjut candaan di akhir kalimat nya dengan berbisik dan melepas pelukan nya dengan tersenyum di wajah ke duanya.
"kau merestui ku"ucap fian pelan memastikan
"seperti yang saya bilang tadi"jawab rangga yang di angguki fian.
"makasih ka"gumam fian
ketika mereka berpelukan dan berbicara melalu berbisik bisik,mereka semua tidak mendengar apa yang mereka bicara kan, mereka pikir,mungkin itu hanya berpamitan sebagai para lelaki saja.
"waalaikum salam"jawab rangga,ibu dan sang ayah.
ara pun akhirnya berangkat dengan fian di ikuti eki sebagai supir menuju bandara yang yang akan mereka tuju,dengan fian dan ara duduk di kursi belang supir.
ketika ara ingin mengambil handphone nya di tas nya,tak sengaja tangan menyentuh sesuatu dan mengeluarkan nya.
"gelang"gumam ara pelan,fian yang mendengar suara pun ikut melihat ara.
"gelang siapa itu ar?"tanya fian.
"gak tau"ucap ara sambil membuka tas nya lagi,dan menemukan gelang lagi yang seperti berpasangan.
"astaga,ara lupa"ucap ara ketika teringat gelang ini dia yang membelinya.
"kenapa?"bingung fian.
"ini punya ian"ucap ara sambil memasangkan gelang nya di tangan fian.
"punya ku?"tanya fian melihat gelang yang di pasang ara.
"ia,itu yang ara beli waktu di pasar malam"jawab ara tersenyum ke arah fian.
"kau yang beli sendiri?"tanya fian yang di angguki ara.
__ADS_1
"apa ian gak suka,kalo gitu copot aja,sini"ucap ara ingin menarik tangan fian berniat mencopot gelang nya.
"ara ku ini niat gak sih,ini itu sudah punya ku ra"jawab fian memeluk ara.
"ian suka ko,apapun yang ara kasih,ian pasti dengan senang hati menerimanya"ucap fian melepaskan pelukannya dan menatap ara.
"jadi,terimakasih ar"lanjut fian
"iya"angguk ara
"sini,biar aku yang pakaikan"ucap fian menarik gelang satunya yang di pegang ara memasang kan di tangan kiri ara.
"tapi,itu juga uang nya ian"ucap ara cengengesan,dan itu malah membuat fian tertawa kecil.
"nah sudah"ucap fian ketika sudah memasang nya.
"kau itu milik ku,begitupun sebaliknya..."ucap fian
"jadi,punya ian punya ku juga,dan punya ku, khusus punya ku,begitu"ucap ara melanjutkan ucapan fian dengan gembira,fian yang melihat nya pun juga bahagia melihat nya,dan hanya bisa mengangguk mengiyakan.
"wah,terimakasih ian"ucap ara memeluk fian di samping nya yang di balas pelukan juga.
"jadi,apakah kau senang?"tanya fian
"tidak"ucap ara melepas kan pelukannya.
"kenapa?"tanya fian
"karna ara belum memakai uang ian"jawab ara bercanda.
"pakai saja,jika kau mau sesuatu,bilang saja kepada ian mu ini"ucap fian
"dan kenapa pula,ara tak memberi ian nya kalau ingin kuliah,ian kan juga bisa membiayai kuliah nya"kesal fian bercanda
"sombong sekali kamu,mentang mentang banyak uang sekarang,lagian mana bisa orang tua ara merepotkan seseorang selagi dia mampu"jawab ara
"nya nya nya,terserah ara saja,tapi menurutku mending gak usah kuliah saja ar"ucap fian tiba tiba dan langsung dapat pukulan dari ara di lengan nya.
"kenapa memukul ku?" bingung fian
"ini keinginan ara"jawab ara kesal
"tapi kan sama saja,kuliah gak kuliah,intinya nanti jadi istri ku kan"jawab fian
"kalo ara mau"canda ara
"kau ini nya"senyum fian sambil mengacak acak rambut ara dan di perbaiki kembali oleh nya,ara yang di perlakukan seperti itu hanya tertawa kecil.
.
.
.
__ADS_1
bersambung 🍁