
"Itukan nona ara"gumam seseorang bertopi melihat punggung ara sedang berjalan ke depan.dia langsung merogoh handphone nya di saku baju nya yang di pakai,dan menghubungi seseorang.
tuuut
tuuut
tuuut
"halo nona"ucap orang tersebut ketika sambungan telepon terhubung.
"hemm"jawab di sebrang sana
"nona,tadi saya melihat nona ara,baru saja"ucap orang tersebut, terdengar dari segi bahasa dan suara seperti seorang pria dewasa.
"jangan ngarang kamu,orang ara udah mati di tabrak teman mu itu"ucap di sebrang sana menyangkal ucapan nya
"benar nona,baru saja dia lewat di depan saya"ucap nya menyakinkan
"astaga,jadi dia membohongiku"suara geram di sebrang sana, ketika sudah berpikir.
"yaudah,kau pantau terus dia,kalo bisa kau bikin dia mati ketika sedang sendiri,awas saja kalo kau juga berani berbohong kepada saya,saya laporin kamu ke polisi,kasus mu kan banyak"ucap di sebrang sana memerintahkan kan dan mengancam.
"baik nona"ucap nya patuh dan menaruh handphone nya kembali ke saku bajunya ketika telpon sudah di matikan olehnya,tapi tanpa dia ketahui,sepertinya kerjaan nya yang baru saja dia dapat langsung hilang ketika ada seseorang yang memukul nya dari belakang sampai pingsan.
"enak saja kau ingin ara ku mati"ucap orang tersebut yang tak lain adalah fian yang mengikuti ara dari tadi ke arah orang yang tergeletak di depan nya karna ulahnya.untung saja bagian tempat dia memukul orang itu tidak ada siapa pun bahkan cctv pun.
tuuut
tuuut
suara handphone dirinya ketika menelepon seseorang
"iya tuan"jawab eki di seberang sana.
"kau kesini sebentar,di dekat parkiran khusus mobil,di belakang mobil yang plat nomor nya 984(karangan)"titah fian
"baik tuan"ucap eki langsung bergegas ke arah yang tuan nya sebutkan tadi,dan langsung di matikan telepon nya oleh fian.
"eh kamera"ucap fian pelan ketika tanpa sengaja melihat kamera mobil yang di belakang nya hidup.
"kebetulan sekali"lanjut fian lagi dengan tersenyum.
"ada apa tuan"ucap eki ketika baru sampai
__ADS_1
"si pacar mantannya ara ku itu berbuat ulah lagi"ucap fian melihat eki
"eh ini siapa tuan"tanya eki baru menyadari ketika tanpa sengaja tangan orang itu terinjak oleh nya.
"orang yang mengintai ara ku yang mencelakai nya.untungnya tadi ara di ikuti oleh ku"ucap fian menjawab eki.
"kau urus dia,bawa dia ke kantor polisi,dan kalo bisa penjarakan dia dengan cukup lama,kalo dia berhasil mencelakai ara ku kan bahanya"ucap fian lagi.
"baik tuan"ucap eki patuh
"ekkhh"terdengar suara yang tergeletak baru saja sadar.
plak' suara tendangan dari kaki eki ke arah pundak orang tersebut mengakibatkan tak sadarkan diri kembali.
"menggangu pembicaraan tuan"ucap eki sambil melihat fian dengan tanpa bersalah.
"hemm"gumaman dari fian menyetujui.
"araa"ucap fian pelan ketika teringat ara.
"eki,saya pergi dulu,dan urus orang ini,sebagai tanda bukti,kau bisa ambil kamera mobil itu setelah izin ke pemilik nya"ucap fian ke eki sambil menunjukan kamera yang dia maksud dan bergegas pergi berniat menemui ara.
"iya tuan"jawab eki.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
"mana sih mereka berdua"ucap ara celangak celinguk (melihat)kanan kiri sedang menunggu fian dan eki datang,sambil duduk di salah satu kursi sanah sambil memakan makanan yang dia beli tadi,makanan yang di larang oleh fian,yaitu makanan yang bersifat pedas.
"waah,enak nya di sini,sambil di temani makanan yang mendukung dingin nya malam seperti ini"ucap nya ara tersenyum sambil memakan makanan nya kembali dan di temani secangkir es boba di samping nya.
"dimana cewek tadi pak"tanya fian ke arah pedagang roti tadi ketika mencari ara di sekitar sana gak ada.
"yang sama tuan tadi,dia di sana tuan"jawab pak pedagang tersebut sambil menunjuk ke arah ara berada yang cukup lumayan jauh tapi masih bisa di lihat.
"oh,makasih pak"ucap fian melihat ara,dan bergegas berjalan menghampiri ara yang sedang duduk sendirian menunggunya.
"maaf ara, nunggu lama nya"ucap fian ketika sudah duduk di di samping ara.
"abis dari mana sih lama banget"ucap ara kesal tanpa melihat fian.
"apa itu yang di makan?"tanya fian sambil menarik makanan di tangan ara dan melihat nya.
"mie pedas,seblak pedas,sosis pedas,dan es boba"ucap fian menghitung makanan yang ara makan di wadah mie dia pegang yang ukuran nya agak besar dan yang terakhir matanya tertuju ke arah bangku di samping ara yang terdapat boba yang masih dingin.betapa kaget nya dia.
__ADS_1
"araa"ucap fian pelan menatap ara dengan mata tajam nya.
"apa"ucap ara bingung,kenapa juga matanya tiba tiba serem begitu,pikir dia.
"siapa yang suruh makan ini"tanya fian sambil mengangkat tangan kanan nya yang memegang wadah mie itu.
"ara lapar ian,sruuuup"jawab ara jujur sambil mengambil meminum es boba nya dan meminum ni ya dengan santai di depan fian yang matanya makin melotot.dan langsung mengambil nya dengan tangan satunya lagi.dan membuang nya di tong sampah di dekat mereka.
"e e eh kok di buang ia.."ucapan protes ara terpotong
"ayo pulang"ajak fian langsung menarik tangan ara dan berjalan ke arah mobilnya yang ada di parkiran sana.
brak'suara pintu mobil di tutup fian ketika ara dan dia sudah masuk ke mobil nya yang ada di parkiran dengan keras.
"astaga ian"kaget ara
"astaga,akh"kaget orang lain yang ada di parkiran sedang membuka mobil nya,tiba tiba tangan nya terjepit saking kaget nya mendengar gebrakan.
fian tak menghiraukan ara yang kaget,langsung saja menghidupkan mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan sedang menuju arah pulang.
"kenapa sih marah marah gak jelas kayak gitu"tanya ara melihat fian yang sedang menyetir di samping nya yang hanya diam saja,dan dia tidak tau jika permasalahan nya ada di dirinya sendiri.
"eh,si eki mananya?"tanya ara lagi ketika menyadari tidak ada nya eki.tapi fian lagi lagi hanya diam.
"iaaan"panggil ara memanggil fian
"iaan"ucap ara lagi ketika melihat fian hanya diam menyetir.
"iaaan"ucap ara ketiga kalinya dan itu lagi lagi tak di respon.
"apa dia gak berpikir,lambung diakan lemah,masih saja makan yang begituan"ucap fian khawatir sekaligus kesal terhadap ara.
seketika ruangan dalam mobil yang di kendarai oleh fian dan di tumpangi oleh ara seketika hening,hanya terdengar suara mesin mobil yang bekerja.begitupula dengan ara,ara yang agak lelah itupun, mungkin karna tadi bekas bermain wahana yang menguras tenaga ara,membuat mengantuk dan tanpa sadar diapun tertidur dengan cara duduk.
"ara"panggil fian ketika tidak mendengar suara ara sambil menyetir.
.
.
.
bersambung ๐
__ADS_1