Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
kuliah


__ADS_3

"Sudah diam,kau yang salah,harusnya kau itu berfikir,sudah besar juga"ucap tuan ferdi tak perduli dan memilih pergi kelantai atas menuju kamar nya.


keesokan harinya,masih di tempat yang sama


ting nong ting nong(suara bel rumah)


"SIAPA"teriakan dari dalam rumah


cklek(pintu di buka)


"eh siapa"bingung ira ketika membuka kan pintu melihat seorang pria yang dia tidak tau.


"mari ikut saya nona"ucap eki menarik tangan ira masuk ke mobil yang dia bawa.


"siapa ira"tanya sang mamah ketika baru sampai.


"maaf nyonya,saya mau membawa anak anda"ucap eki tanpa ekspresi di wajah nya.


"siapa kamu"ucap mamah ira


"tanya saja ke suami anda nyonya"ucap eki


"ayo masuk"paksa eki ke ira memasuki mobilnya.


"GAK MAU"teriak ira


brak(suara mobil di tutup keras oleh eki) setelah kedua nya duduk di dalam mobil.


"jangan berisik"suara dingin terdengar di arah belakang ira yang langsung melihat nya.


"eh tuan fian"ucap ira tersenyum menatap fian.


"jaga matamu itu,kau ku beli karana ara ku bukan karna suka padamu"ucap fian dingin.


ira yang mendengar suara itu seketika terdiam.


"gak papa lah gak jadi nikah sama si ifan itu,aku pastikan akan mendapatkan tuan fian dan menggantikan ara di hatinya"ucap ira dalam hati dengan pd nya.


"kita mau kemana tuan?"tanya eki dan sambil menyetir


"kerumah di jalan xx"jawab fian dingin


"baik tuan"ucap eki patuh


tidak lama kemudian,mereka sampai di sebuah rumah yang lebih besar dari rumah ira dan lebih kecil dari rumah fian yang di jaga beberapa penjaga di depan pagar yang menjulang tinggi.


"waaah,ini rumah siapa tuan"tanya ira kagum tanpa mendapat balasan dari siapapun.


"turunkan dia ki"titah fian dingin yang langsung di jalan kan oleh eki.

__ADS_1


"PENJAGA"teriak eki ketika sudah di luar mobil


"iya tuan"jawab salah satu penjaga yang menghampiri eki.dengan menangkap tubuh ira yang di dorong oleh tuan nya.


"bawa dia,dan suruh membersihkan rumah ini selama sebulan,dan jangan sampai dia tidak mengerjakan nya setiap hari,PAHAM"tegas eki


"eh eh apa apaan ini TUAN TUAN"teriakan ira yang tak di hiraukan oleh siapa pun


"PAHAM TUAN"jawab penjaga tegas


setelah mendengar ucapan penjaga itu,eki menaiki mobil nya menuju perusahaan yang di perintah kan bos nya.


di rumah ara sedang berkumpul di ruang tamu setelah menyelesaikan sarapan paginya.


"ara,kapan mau kuliah?,kau sudah menundanya dua tahun tau,katanya kau mau kuliah saat umur 20 tahun?"tanya sang kakak


"iya na,dari pada bekerja mending kuliah aja nya,lagian di rumah juga gak ngapa ngapain kan?"tanya sang ibu sekaligus setuju ucapan rangga.


"boleh aja sih bu kalo ibu setuju,tentu saja ara juga"jawab ara tersenyum.


"ok,kaka akan mendaftar kan mu hari ini juga,dan besok,adik ku ini akan mulai kuliah sekarang"ucap rangga tersenyum sambil mengacak acak rambut adik nya.


"itu orang yang kemarin gimana(ira)?"tanya sang ayah tiba tiba penasaran.


"itu udah di urus sama seseorang"jawab rangga cuek ketika membicarakan fian dan hanya di balas anggukan kedua orang tuannya.


"ayah,ibu,aku berangkat dulu, assalamualaikum"pamit rangga berlalu pergi.


"waalaikum salam,hati hati"jawab serentak tanpa di balas rangga karna sudah keluar rumah.


"emang siapa yang di maksud seseorang tadi ra"tanya sang ayah


"ian yah"jawab ara


"ian?"ayah tampak berpikir


"maksud mu alfian teman mu itu"kaget ayah dan ibunya.


"iya"angguk ara


"terus gimana kabarnya ra"tanya ibu antusias


"dia baik baik aja,bahkan dia menurut ara tambah nyebelin, bahkan waktu itu pernah bertengkar gara gara ira ngomong gini doang"jadi gak ada pria yang suka sama ara"dia malah marah sama ara tau yah,bu"jelas ara,sedangkan orang tuanya malah tersenyum mendengar nya.


"jadi dia suka sama kamu ar"tanya sang ibu


"dia bilang sih gitu,bahakan dia juga nembak ara di restoran banyak orang lagi"kesal ara ketika mengingat nya.


"hahaha jadi ara ibu ini udah pacaran sama dia"ketawa sang ibu

__ADS_1


"iiis ibu,jangan ngetawain ara kaya gitu buu"kesal ara menatap ibunya.


"iya iya,kamu ini,dia itu begitu sayang sama kamu ar,ayah denger cerita kamu saja sudah ketebak"ucap sang ayah tersenyum


"gak tau lah,ayah sama ibu sama saja"kesal ara memilih menonton tv, sedang orang tuanya masih saja tertawa walaupun terdengar kecil.


*****


"pak,walaupun adik saya nona muda di rumah saya,dan adik saya yang paling saya cintai,tapi bapak ketika melihat nya jangan panggil dia nona,anggap saja dia murid bapak seperti biasa nya,ok"ucap rangga ke arah dosen di depan nya


"iya tuan,tapi kenapa gak mau di panggil nona,di sini yang kuliah orang kaya semua, jika ada yang kekayaan nya di bawah mereka,pasti mereka akan membuly nya,walaupun disini ada peraturan jangan saling membully"ucap pak dosen menjelaskan ke adaan di kuliahan nya,bahkan dia sendiri pernah di katai botak,padahal kan dia ada rambutnya,aneh bukan?.


"nya jangan sampe lah pak,gimana sih"kesal rangga ke arah dosen


"iya iya tuan saya tau"angguk pak dosen


"yaudah saya permisi pak, assalamualaikum"pamit rangga keluar dari ruangan dosen.


"waalaikum salam tuan"jawab sang dosen sopan.


di ruangan perusahaan fian,eki sedang memberitahukan tentang ara yang mulai kuliah besok dari orang orang yang mengikuti ara selama ini.


"ara ingin kuliah?"tanya fian


"iya tuan"sopan eki


"kenapa dia gak bilang kalo mau kuliah"kesal fian


"itu kan keinginan nona tuan"jawab eki tak sengaja


"saya bukan nanya sama kamu ki"ucap fian tambah kesal dengan eki yang hanya bisa diam menunduk.


"tuan,besok lusa waktunya kepulangan nyonya tuan"ucap eki mengingatkan yang di angguki oleh fian.


sedangkan di tempat lain di rumah mewah yang di yakini salah satu rumah fian,ira yang di paksa membersihkan rumah ini yang begitu luas dan begitu kotor oleh debu tidak tau kenapa rumah sebesar ini bisa seperti itu.


"kenapa juga rumah ini begitu kotor,apa tuan fian yang menyuruh mengotorinya"ucap ira kesal sambil mengelap meja ruangan di rumah sana.


"HEY JANGAN BANYAK BICARA,KERJAKAN"bentak salah satu penjaga yang lewat melihat nya tanpa di balas ira yang memilih mengerjakan tugas nya dengan kesal dan marah.


"selama ini,tidak ada yang menyuruh ku membersihkan hal hal yang seperti ini tau,dasar sialan,awas aja kau ar, gara gara aku gagal membunuh mu,saya jadi seperti ini"kesal nya marah malah ke pada ara yang menurutnya biang masalah dirinya.


.


.


.


bersambung 🍁

__ADS_1


__ADS_2