Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
ifan dan ira


__ADS_3

"Kau selidiki orang yang bernama ira,pacar dari ifan,mantan nya nona ara,kau taukan"perintah eki di telepon.


"iya tuan,laksanakan"ucap orang di sebrang sana,setelah eki mendengar itu,diapun langsung saja mematikan sambungan telepon nya sepihak,dan melanjutkan pekerjaan nya yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya.


*****


di ruangan lain masih dengan gedung yang sama dan kantor yang sama,fian baru saja membukakan pintu dan masuk keruangan nya sendiri tanpa melihat seseorang yang ada di sana,memang,setiap hari biasanya juga begitu,karna tidak di perbolehkan siapapun masuk keruangan nya,tapi sekarang menurut nya beda,dia tidak melihat orang yang dia cintai tidak ada di ruangannya.dia melihat ke sekeliling ruangannya pun taka ada bahkan di sopa pun kosong.


dan yang terkahir dia lihat,matanya tertuju ke salah satu pintu di belakang kursi kerjanya,yang terdapat ruangan yang berupa kamar pribadinya sendiri.seketika dia tersenyum,dan membuka pintu itu dan masuk ke dalam nya.


"dimana dia?"tanya dia sendiri sambil melihat sekeliling kamar itu tanpa melihat siapapun.dia pun melangkah ke arah kursi sopa panjang yang ada di depan nya dengan posisi membelakangi nya.


"ternyata ara disini"ucap fian lembut menatap ara yang sedang tertidur di atas sopa panjang ketika sudah di depan nya.tapi senyuman nya pudar ketika melihat kepala ara yang tertidur di atas pembatas sofa yang agak tinggi.


"astaga ara"kaget fian melihat ara dan langsung mengangkat nya ala bridal style ke atas kasur yang ada di sana dan menidurkan nya perlahan.


"lain kali jangan kaya gitu lagi,lehernya sakit ara"ucap fian lagi sambil memberikan bantal nya di kepala ara dan mengusap keningnya lembut.


"aku kerja dulu nya, selamat tidur siang ara ku"lanjut fian mencium kening ara sebentar dan keluar kamar itu menuju meja kerjanya untuk mengerjakan pekerjaan nya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


di tempat lain,di salah satu restoran,terdapat dua sejoli yang sedang menikmati makanan nya dengan tenang, santai tanpa banyak bicara, namun sedikit canggung, antara marah,kesal,bahagia karna orang yang dia suka menemaninya,dan ada juga karna terpaksa menemaninya.


"enak?"tanya sang pria ke arah sang wanita di depan nya yang sedang menikmati hidangan nya dengan santai,siapa lagi kalo bukan ifan dan ira.


"iya enak,makasih ya udah nemenin"ucap ira tersenyum ke arah ifan.


"heem"hanya gumaman yang terdengar di telinga ira dari ifan,tapi itu cukup membuat ira senang,setidak nya dia menanggapi ucapan nya.

__ADS_1


"ira,aku mau nikah sama kamu"ucap ifan pelan sambil menyuapi makanan nya ke mulut nya sendiri.


"benarkah"ucap ira memastikan bahwa pendengaran nya tidak salah,setau dia kan biasa nya ketika membicarakan ara,dia langsung marah,lah ini apa.


"apa ifan udah mulai suka sama aku"ucap ira dalam hati senang mendengar ifan bicara kanya begitu.


"heem,tapi kamu harus janji sama aku"ucap ifan sambil menatap ira setelah menelan makanan nya.


"heem"gumam ira sambil mengangguk setuju menatap ifan.


"emang mau kamu apa fan"ucap ira lagi dengan bertanya


"kamu harus janji sama aku,jangan ganggu ara, lagian ara juga gak mungkin sama orang yang sudah menikah kan,gimana?"ucap ifan lagi sambil menunggu persetujuan dari ira.ira yang mendengar nya pun mendengus.


"*lagi lagi karna dia"ucap nya kesal


"tapi gak papa lah terima aja,lagi pula, diakan udah meninggal di tabrak orang suruhan ku itu,hihihi"ucap ara tertawa dalam hati tanpa tau kelanjutan ceritanya,yang hanya dia tau,bahwa ara sudah meninggal malam itu.


di kantor suharja,fian masih saja mengerjakan pekerjaan di meja nya dengan fokus tanpa terlihat ada tanda tanda nya berhenti sejenak,saking giat nya dalam bekerja.tanpa terasa waktu terus berlalu,detik jadi menit,menit jadi jam,dan jam berganti dengan hari,terlihat jam di dinding ruangan kantor fian menunjukan jam 5 sore,menandakan waktu nya para pekerja dan pegawai kantor fian untuk pulang beristirahat kan tubuh nya untuk bekerja lagi besok.


sedangkan di ruangan lain tapi masih satu ruangan dengan ruangan kerja fian,seorang perempuan baru saja bangun dari tidur nya sambil menguap.


"hoaaam"kata kata pertama dari ara ketika bangun dari tidurnya.


"astaga,ara tidur sampai sore begini"lanjut ara kaget ketika melihat perubahan warna dari jendela kamar nya yang terbuat dari kaca,bahkan sebagian ruangan nya terbuat dari kaca bukan tembok.ara langsung saja beranjak dari kasur nya menuju pintu yang terhubung kemeja kerja fian.


cklek'pintu penghubung di buka ara dan melihat punggung seseorang sedang bekerja,siapa lagi kalo bukan fian,ara pun mendekati meja fian.


"ian"panggil ara di samping fian dan langsung melihat nya nya.

__ADS_1


"ara,udah bangun?"tanya fian lembut sambil berdiri ketika mendengar ara memanggil nya.


"ian,kenapa gak bangunin ara tadi,bahkan sampai sore gini"ucap ara terlihat sedikit kesal menatap ian sambil sedikit mendongak.karna ian terlalu tinggi menurut ara.


"mana mungkin ian bangunin ara yang lagi tidur,lagi pula ian juga lagi kerja"ucap ian tersenyum menatap ara sambil menurunkan badan nya menatap ara,jadi membungkuk sedikit.berharap biar ara tak selalu mendongak,bisa bisa leher nya sakit nanti pikir fian.


"ayo pulang"ajak fian menarik tangan ara lembut menuju keluar ruangan nya,ketika sebelum nya menyimpan kertas yang menurutnya penting doang.


"eh tunggu"ucap ara menghentikan langkahnya begitu pula fian.


"ada apa ra"tanya fian tidak di tanggapi ara,malah ara menuju ke meja kerjanya dan membereskan mejanya yang memang sedikit berantakan.sekekita senyuman fian terukir melihat ara begitu.


"ayo"ucap ara menarik tangan fian ketika sudah membereskan meja nya.


"iya,makasih ara sayang"ucap fian menanggapi dengan tersenyum sambil mengikuti langkah ara.


"isssh apaan sih lagi lagi kanya gitu,"ucap ara tersenyum malu tanpa mau menatap fian.


"iya,lagian juga gitu doang,masa terimakasih sih"ucap ara lagi sambil masuk ke lift dengan fian ketika di buka fian tadi,dan hanya di tanggapi senyuman doang dari fian.


setiba di parkiran.


"selamat sore tuan,nona"sapa eki di samping mobil fian,sambil membukakan pintu mobil nya.


"eh,eki,kok udah di sini,kapan kesini nya?"tanya ara ketika sampai mobil dan melihat eki sedang membuka kan pintu mobil nya.


.


.

__ADS_1


.


bersambung ๐Ÿ


__ADS_2