Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
di sukai para pria


__ADS_3

"Maaf ara,ian gak bermaksud ninggalin ara ko"hanya ucapan maaf yang keluar dari mulut fian sambil mengusap punggung ara dengan lembut.


sedangkan orang lain yang ada di mobil itu tersenyum sedih sekaligus haru dengan nona dan tuan nya ini,walaupun mereka teman dari kecil dan cinta pertama bagi keduanya,mereka masih tak melupakan sesama nya.


"nona tuan,semoga kalian benar benar jodoh,dan selalu hidup bahagia"ucap eki mendoakan kedua nya dengan tersenyum,walaupun dia sedikit kesal terhadap nona itu,tapi dia suka.


"tuan nona,sudah sampai"ucap eki ketika sudah sampai di depan kantor nya yang berupa gedung lumayan tinggi,tepat nya di parkiran kantor nya yang berada di depan kantor.


mereka bertiga akhir nya turun dan berjalan ke arah gedung dengan sela yang di genggam tangan nya oleh fian dengan lembut di ikuti eki dari belakang.


"selamat pagi tuan fian"


"selamat pagi tuan eki"ucap par pegawai barengan menyambut tuan atau bos nya


"dan..."ucapan para pegawai terhenti ketika melihat ara di dekapan fian dengan sedikit menunduk


"nona ara"ucap eki memperkenalkan ara ketika fian hanya diam melanjutkan langkah nya,setelah mengatakan itu diapun mengikuti tuan nya.


"selamat pagi nona ara"lanjut para karyawan sopan sambil tersenyum ke arah punggung ara,karna ara sedang berjalan dengan fian


"siapa dia"


"dia sama bos kita,tuan fian"


"apa dia pacar nya"


"ah wajah nya gak keliatan lagi"


"tapi kanya nya dia cantik"


"atau jangan jangan dia calon nyonya muda kita"


ucap para karyawan tadi ny pelan menjadi heboh


membicarakan orang yang mereka saja tidak tau


"tink"suara lift terbuka menandakan sudah sampai kelantai yang di tuju,dan keluarlah fian dan ara beserta prajuritnya di belakang,siapa lagi kalo bukan eki kan.

__ADS_1


"berapa menit lagi ki"tanya fian ketika sudah masuk keruangan nya sambil menduduki ara di sopa begitu pula dengan fian, sedangkan eki hanya diam berdiri menyaksikan di depan matanya.


"lima menit lagi tuan"jawab eki sopan


"ara,kamu di sini aja dulu nya,kalo bosan,ara bisa masuk keruangan yang ada di pojok sana"ucap fian menatap ara lembut sambil menunjukan ruangan yang dia maksud.


"iya"jawab ara singkat,tanpa menanyakan apapun lagi ke fian, padahal dia gak tau ruangan apa itu.


"permisi nona"pamit eki sopan sebelum keluar mengikuti fian


"ah,pagi gini biasanya masak,atau kerja,atau sekedar jalan jalan di sekeliling kosan,tapi pagi ini seperti gak ada kerjaan saja"ucap ara mendengus sambil melihat sekeliling ruangan fian.


brak


"eh,apa ini"ucap ara melihat sesuatu yang tak sengaja dia senggol jatuh dari meja kerja nya fian ke arah kaki ara sambil memungut nya dan melihat,ternyata sebuah poto yang sudah usang tapi masih bagis,mungkin karna di rawat.


" poto ini"ucap ara lagi ketika melihat gambar yang ada di foto itu,terlihat seorang gadis kecil sedang duduk di taman bersama seorang anak laki laki sedang tersenyum.


"diakan ara dan ian"gumam ara tersenyum menatap foto itu,dan menaruh nya di tempat sebelum foto itu jatuh.


"ian,kau terlihat semakin tampan dengan terakhir kali kita bertemu waktu masih kanak kanak "ucap ara tersenyum mengingat masa masa kecil bersama fian,terlintas suara dan bayangan dia dan fian


"ara ini lihat,bagus kan bunganya,cocok dengan ara yang manis"ucapan anak laki laki tersenyum


"ara ayo main pasir,seru tau"


"ara ayo makan ara"ucapan terakhir dari anak kecil itu


"kau dari kecil selalu membuat ara tersenyum tau"gumam ara sendiri ketika mengingat nya


cklek' pintu ruangan terbuka menyadarkan ara


"eh udah? kok sebentar?"tanya ara ketika fian masuk dan memeluk nya.


"udah"jawab fian


"issh fian,jangan peluk peluk kaya gini"ucap ara melepaskan pelukan nya dari fian

__ADS_1


"kenapa"tanya fian bingung,dari kecil berteman dengan ara gak pernah larang peluk ara,tapi sekarang kok beda.


"nya enggak boleh aja"jawab ara


"kan biasanya juga biasa aja, bahkan ketika ian gak mau gendong ara,ara yang loncat ke punggung ian"ucap ian lagi mengingat ingat yang di lakukan ara terhadap punggung nya waktu kecil,bahkan ketika dirinya baru jatuh dari pohon mengambil balon nya yang ke sangkut,dia dengan riang nya meloncat ke arah punggung nya untuk di gendong.


"tapi sekarang beda ian,ian udah gede,dan ara juga udah gede"ucap ara dengan mengingat kan fian bahwa mereka berdua sudah besar.tapi,apa yang fian lakukan malah tertawa.


"apa,ahahaha,apa ara bilang,udah pada gede,ahahah,bagi ian ara itu masih anak kecil tau,ahahaha"ucap fian tertawa mendengar ucapan ara barusan sambil mengusap pucuk kepala ara dengan lembut sambil tertawa,dan itu membuat ara makin kesal dan marah ke arah fian.


"ian menertawai ara?,ara masih anak kecil?,apa ian gak liat kelakuan ian barusan"ucap ara kesal sedikit meninggi kan suara nya di hadapan fian,walaupun sebenarnya bukan di hadapan walah nya,melain kan di hadapan dadanya dengan cara mendongak ke atas melihat wajah fian.


fian seketika diam mendengar ucapan ara


"sepertinya dia akan marah"ucap fian tersenyum melihat ara dengan cara mendongak melihat nya


"tuh kan masih anak kecil,buktinya dari kecil sampai sekarang tinggi ara gak naik naik,masih sedada ian"ucap fian tersenyum serasa bercanda ke arah ara.


"terus,kalo misalnya ara pendek kenapa,apa itu gak di sukai para pria?"tanya ara dengan suara kecil terdengar di telinga fian seperti sedih.


"apa maksud nya di sukai para pria?"suara fian tiba tiba dingin ketika mendengar kata kata pria dari mulut ara.


"nggak,bukan apa apa"jawab ara menggeleng.


"ara, jangan bilang kau ingin menarik para pria di luar sana, cukup ifan mantan mu itu yang jadi percobaan pacar mu,pacar mu hanya satu,yaitu,aku"ucap fian tersulut emosi ketika memikirkan tebakan nya.tanpa sadar menggenggam tangan ara cukup erat,samapi samapi ara meringis di buat nya.


"sheeeeeet ,ian,lepasin tangan ara,sakit ian"ucap ara meringis.


"maaf,maaf ara,ian gak sengaja ara"ucap fian sesal nya melihat tangan ara yang memerah ulah nya,sambil meniupniup nya berharap segera reda.tapi ara langsung saja menepis nya.


"awas"ucap ara sambil mendorong ian pelan agar membuka jalan untuk dia keluar menuju arah pintu dan keluar.


.


.


.

__ADS_1


bersambung 🍁


__ADS_2