Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
mengawasi ara


__ADS_3

"Sama sama,kalo begitu saya permisi tuan" setelah mengucapkan itu,sang dokter pun pergi.


Flack back of


"Bos,bos,BOS "


"ARA" kaget fian tersadar setelah mendengar teriakan eki.


"Apaan sih ganggu aja"Lanjut fian kesal kearah eki


"Ya maap bos,lagian sih bos pake melamun segala" Tambah eki


"Kamu mulai berani melawan saya eki" Tanya fian dingin


"Eng-enggak bos,nggak,mana mungkin saya melawan"ucap eki sedikit takut dengan bos nya sekaligus teman nya itu.Karna dia tau,ketika bos nya lagi kesal atau marah,pasti bakal kena hukum,entah itu lembur kerja,atau apa,walaupun teman,tapi kalo kerja harus di bedakan,itulah prinsip mereka berdua.


"Bos mau kemana"Tanya eki ketika melihat bos nya kearah pintu keluar ruangan.


"Ke kafe ara" setelah menjawab,fian pun melangkah pergi keluar,dan di ikuti eki tanpa di suruh.


"Ngapain"Tanya fian sambil jalan


"Ikut bos"Jawab eki,fian pun hanya diam,setelah sampai parkiran, merekapun menuju mobil dan pergi,di supir oleh eki dan fian duduk di belakang.


*****


Di kafe


"Ara udah sarapan" Tanya amel,ketika lagi gak ada kerjaan.


"Udah, tadi kan amel ngasih ara roti,ketika lagi kerja" Jawab ara tersenyum


"Aku kan nanya nya,sarapan,bukan nanyain roti,udah sarapan belum"Tanya amel lagi.


"Kalo sarapan makan belum,makan roti udah,kan sama aja mel"Jawab ara ramah sambil senyum.


"nya beda ara,udah sarapan aja dulu,mumpung lagi gak ada pelanggan"Bujuk amel ke ara.


"Nanti bos marah,amel"ucap ara


"Gak akan,gua yang izinin"


"Kamu bawa bekel kan?"Tanya amel,karna biasa nya semua pelayan kafe disini rata rata bawa bekel walaupun gak semua nya.

__ADS_1


"Hehe,nggak mel,tadi kesiangan soal nya"Jawab ara sambil tersenyum manis ke arah amel.


"Astaga,terus makan siang nanti lho apa"


"Tuh makan punya gue aja untuk sarapan ara,nanti kena mag lagi tau rasa" Titah amel ke arah ara,sambil mendorong ara ke arah meja.setelah duduk,amel pun membuka bekalnya untuk meraka berdua.


"kok sendok nya dua"Taya ara,ketika melihat sendok di meja ada dua.


"Emang ara bisa ngabisin bekel ini" Jawab amel sambil menunjuk bekel nya yang banyak itu,sebenar nya amel sengaja bawa banyak siapa tau ara nanti gak bawa,pikir dia,ternyata bener.


"Nggak sih,tumben banyak"Taya ara sambil geleng kepala.


"Sengaja,takut nya ara gak bawa"ucap amel sambil menyantap bekal nya.


"Ooooh"Kata ara sambil mangut², mereka berdua pun sarapan bekel amel barengan.


Tanpa mereka berdua sadari,ada dua orang pria di luar kafe sedang melihat mereka berdua,siapa lagi kalo bukan fian dan eki.


"Bos,kenapa gak masuk?"tanya eki di samping bos nya yang hanya diam berdiri di samping kaca kafe sambil melihat ke dalam.


"Kau gak lihat ara di sana"Tunjuk fian ke arah dalam kafe.


"Liat bos" Jawab eki polos,ketika melihat ara sebentar.


"Kenapa kau malah bodoh aja eki,kalo saya masuk,otomatis ara berhenti sarapan,kalau berhenti sarapan,jadi gak sarapan,kalau gak sarapan bisa bisa dia sakit,kalo dia sakit gimana?" Jawab fian panjang lebar sambil menjelaskan kata kata yang berbelit belit itu yang menurut eki.


"Paham?"ucap fian dingin


"I iy iya bos"


"astaga bos,apa gak pegel ngomong kanya gitu,gak pernah ngomong,sekali ngomong bikin orang diem"ucap eki dalam hati.


Ketika eki tersadar dari lamunan nya,dia melihat ke samping yang ada bos nya tadi.


"Eh,bos mana" ucap eki langsung melihat ke arah dalam kafe yang transparan oleh kaca,ternyata bos nya di dalam sedang duduk sendiri.


"Bos kenapa ninggalin" Tanya eki ketika sudah duduk di depan bos nya.


"Sejak kapan kau banyak bicara begitu" ucap fian kesal,menurut dia dari tadi eki nanya mulu.


"yang banyak bicara kan dia, ngapain gua yang di salahi" ucap eki membatin


"Jangan membatin,gua tau yang lho ngomongin eki"ucap fian

__ADS_1


"sejak kapan fian bisa baca batin orang" pikir eki bingung


"Sejak saya kenal ara ki" Jawab fian asal,karna dari tadi yang fian lihat eki hanya diam saja,kanya memikirkan sesuatu.


"Astaga,bos beneran bisa ternyata"


"Kalau tau gini,harus lebih hati² lagi dengan si bos,kalo lagi membatin" jawab eki ke diri sendiri dengan bergidik,diapun seketika teringat jadwal si bos,ketika tak sengaja lihat tangan bos yang ada arlojinya.


"Oh iya bos,nanti jam 10 pagi ada rapat dengan pemegang saham di kantor xx" ucap eki mengingat kan,fian pun melihat jam sebentar.


"Baru jam 9,30,berarti 30 menit lagi,kaya nya saya gak keburu ki,kamu taukan saya lagi sibuk" ucap fian dengan santai sambil melihat ke arah ara,yang baru selesai sarapan dengan amel.


"Kamu tau kan yang saya maksud" Lanjut fian dengan santai tanpa melihat ke arah eki.


"Iya bos"Jawab eki dengan sedikit malas sambil berdiri,dan melangkah ke arah pintu keluar.


"Aku lagi, aku lagi yang harus kerjain"


*****


Fian pun memesan minuman ke arah pelayan di sana.


"Ini tuan,silahkan" ucap pelayan memberikan minuman dengan tersenyum ke arah fian, padahal fian tak memandang nya melihat aja tidak,dia hanya fokus ke arah hp nya itu.


"Hmm" Jawab fian sambil memainkan hp yang dia genggam.Playan pun pergi.


"ganteng sih,tapi cuek" ucap pelayan tadi.


Tidak terasa waktu terus berjalan,yang harus nya jadi waktu istirahat para pelayan kafe,kini jadi pekerjaan yang melelahkan bagi merek,terlihat para pengunjung para berdatangan,dan tak lupa fian pun masih di sana,sambil melihat ke arah ara yang sedang melayani para pembeli.


"Apa ini,harus nya kan istirahat"Gumam fian pelan sambil melihat jam tangan nya sebentar,terlihat menunjukan jam 12,35.


"Apa dia gak capek,bisa bisa nya dia bekerja tanpa istirahat"Lanjut fian,diapun melihat ke arah meja nya,terlihat 5 gelas minuman yang masih utuh dan 1 gelas yang tersisa serta beberapa kue.


"Mba,mba,dimana sang pemilik kafe"Tanya fian ke pelayan yang sedang melewati dia sambil membawa minuman.


"Bos kami?"Tanya nya


"Bos biasa nya kalo jam segini di ruangan nya tuan"Lanjut sang pelayan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung🍁


__ADS_2