
keesokan harinya,fian yang ada di ruangan kerjanya sedang mengerjakan pekerjaan nya bersama eki yang dia panggil tadi.
"ada apa tuan?"tanya eki
"kau bebas kan saja si ira itu,atau kau penjarakan saja ki"perintah fian
"kenapa tiba tiba bilang begitu tuan, baru juga beberapa hari belum sampai seminggu,apa lagi sebulan"heran eki
"dia juga gak ada gunanya bagiku"ucap fian yang di angguki eki tanda setuju.
"baik tuan, saya akan mengembalikan nya kerumah nya saja tuan"ucap eki
"terserah kau saja"ucap fian.eki yang mendengar nya pamit keluar ruangan tuan menuju rumah tuan nya yang terdapat ira dan langsung menjalan kan tugas nya.
"PETUGAS"teriak eki ketika memasuki rumah fian
"dimana dia(ara)"tanya eki ke petugas yang menghampirinya.
"dia lagi mencuci piring bekas kami makan tuan "jawab nya
"bawa dia,dan kita hantarkan kerumah nya"titah eki
"baik tuan"jawab pengawal dan langsung mengerjakan nya dengan membawa ira ke hadapan eki.
"masukan ke mobil"titah eki dan berjalan menghampiri mobil nya dan masuk,di ikuti pengawal tadi dan ira ke dalam mobil.
"saya mau di bawa keman tuan,tuan,saya mohon jangan buat saya bekerja seperti di rumah ini tuan"pinta ira memohon
"jika kau ingin bebas,kau jangan ganggu nona ara lagi,bisa"ucap eki sengaja
"iya,iya tuan,saya janji,saya gak akan mengganggu ara lagi"ucap ira sungguh sungguh
"hemm,bawa dia pulang kerumah nya"perintah eki dingin ke sang sopir (petugas tadi)
"baik tuan"jawab nya patuh
"tadi juga kan mau dibawa pulang tuan"lanjut nya dalam hati,dan melanjutkan perjalan nya menuju kediaman ira.
setiba di rumah ira
"turunkan dia,dan langsung hantarkan saya ke kantor"
"baik tuan"
penjaga tadi pun menurun kan ira begitu saja dan masuk ke mobil nya kembali untuk mengantar kan fian ke kantornya.
"MAAAH MAAAH,IRA PULANG"teriak ira masuk ke rumah nya dan langsung menghampiri mamah nya yang ada di ruang tamu seorang diri.
"eh sayang,kamu baik baik saja kan di sana"tanya sang mamah memeluknya.
"ara baik ko mah,tapi ara gak mau lagi di suruh bersih di rumah nya yang besar itu"ucap ira
"kok bisa kamu di bebasin sayang"bingung sang mamah,yang dia tahu kan sebulan,bukan beberapa hari.
"tadi ira bilang gak akan ganggu ara lagi mah,jadi ira langsung saja di bebasin"jawab ira.
__ADS_1
"yasudah kalo gitu,kamu jangan lakuin kaya gitu lagi nya"ucap sang mamah yang di angguki ira
"sana bersih bersih,seperti nya beberapa hari ini kamu tidak menjaga di rimu dengan baik"ucap sang mamah
"iya mah,ira ke kamar dulu"ucap ira dan pergi kamar nya untuk bersih² sekaligus istirahat.
di kantor fian
"gimana?"tanya fian
"sudah saya kerjakan tuan"jawab eki yang hanya di balas deheman oleh fian.
tak terasa waktu terus berjalan,dan sudah seminggu pula sejak pertemuan dua keluarga itu di adakan secara mendadak,tibalah hari yang di tunggu tunggu oleh semua orang,yaitu pernikahan ara dan fian yang sebentar lagi akan di langsungkan.
"wah,putri ayah benar benar cantik ya bu"ucap sang ayah menghampiri anak nya yang sebentar lagi akan jadi istri orang.
"ayah,ibu"ucap ara gugup
"jangan gugup sayang, tenang saja,ibu juga pertama menikah dengan ayah mu tidak gugup malahan bahagia sayang"ucap sang ibu di akhiri tertawa kecil dari nya
"ibuuu,ini kan ara bukan ibu,mana ada ibu gak ada gugup gugup nya sama sekali"ucap ara pura pura kesal (bercanda)
"ayolah jangan gugup dan tiba tiba kesal begitu,ibu malah merasa senang sekaligus sedih melihat nya"ucap sang ibu
"sedih kenapa bu?"tanya ara
"tidak tidak,bukan apa apa ko sayang,ibu hanya sedih ketika nanti kamu bersama nya setelah menikah dan meninggalkan rumah kami semua"ucap sang ibu tersenyum
"ibuuuu, jangan sedih gitu lah,mana mungkin ara meninggalkan semua nya,jika pun iya,ara pasti sering sering ke rumah kita"jawab ara
"iya,ayo sayang turun"ajak sang ayah ke arah ara membawa nya turun dengan cara memegang tangan nya.
"ayo yah"
meraka pun turun dari lantai atas ke lantai bawah yang di adakan ya acara,kebetulan acara nya di adakan di rumah ara di lantai dasar yang cukup besar untuk sebuah acra pernikahan.
"siapa ini?"canda sang kakak ketika menghampiri ara
"apaan sih ka"ucap ara
"kau terlihat sangat cantik dik,jadi gak mau aku memberikan mu pada si gian itu"lanjut rangga bercanda.
"kakak ini apaan sih,awas nya kalo kakak tak menyusul ku"ucap ara
"iya iya,masa iya kakak gak menikah ar"
"yaudah kesana,itu calon suami mu terus menatap mu terus ar dari tadi"ucap rangga,ara pun berjalan menghampiri fian di antar sang ibu menggantikan sang ayah.
ara pun duduk di samping fian ketika sampai
"kau terlihat sangat cantik ar"bisik fian di telinga ara sebelum ijab kabul di mulai.
pak penghulu pun mengucapkan pernikahan nya
yang di balas oleh fian dengan suara keras.
__ADS_1
"saya terima nikah dan kawin nya,ara apriliani binti ari aprilian dengan maskawin dan seperangkat alat sholat di bayar tunai"
(author gak tau cara pernikahan itu gimana,jadi maaf kalo ada yang salah perbaiki sendiri saja nya🙏😄)
"gimana para saksi,sah"ucap penghulu
sah
sah
sah
ucap para saksi bersamaan
"Alhamdulillah,kalian sekarang sudah menjadi suami istri,nona ara silahkan mencium tangan suami nya,dan tuan fian,anda boleh mencium kening nona ara"ucap pak penghulu,dan di lakukan oleh fian dan ara seperti yang di katakan nya tadi.
"yeh,selamat tuan,nona ara"
"selamat tuan fian nona ara"
"selamat ara tuan fian"
ucap mereka semua masing
"selamat nya sayang,semoga kamu selalu bahagia bersamanya nya"ucap nyonya ida(ibu ara)
"fian,jaga putriku dengan baik"ucap ayah
"iya pam..ayah"jawab fian sambil tersenyum bersama sang ayah ara
"selamat ara dan kau fian,jaga adik ku dengan baik,kalo tidak,awas kau"ucap rangga menepuk pundak fian.
"iya iya ka,mana mungkin fian gak menjaga nya dengan baik"jawab fian
dan mereka berdua pun akhirnya menjadi sepasang suami istri secara resmi,baik agama maupun negara.
setelah mereka berdua menikah pun,ara masih meneruskan kuliah nya seperti apa yang di katakan fian sebelum nya,dengan bertempat tinggal yang fian beli khusus rumah kecil mereka kelak.
dan seperti yang di janjikan oleh rangga,setelah dua bulan pernikahan ara di langsungkan,rangga pun menikah dengan perempuan yang dia pilih yang tidak jauh berbeda dari umur adik nya dan adik ipar nya,yaitu 24 tahun,sedangkan dirinya 27 tahun.
"selamat untuk kakak ku yang tampan"ucap ara tersenyum kepada pengantin di depan nya,yang tak lain dan bukan adalah kakanya(rangga).
"apa kakak bilang,kakak akan menyusul mu ar"jawab rangga ikut tersenyum.
"dan ka rina(istri rangga),kau sangat cantik"ucap ara
"bisa saja kau ar,kau juga sangat cantik"balas rina
.
.
.
tamat
__ADS_1