
"Baik tuan,kalo begitu,saya permisi"jawab eki sopan sebelum keluar dari kamar ara
"saya mau ke kamar dulu,kamu bersih bersih di kamar ini,untuk pakaian,udah ada di lemari sana,kalo udah siap,kamu ke lantai bawah untuk sarapan,nya"setelah mengucapkan itu,dia pergi dari kamar ara ke kamar nya sendiri.
"sebenarnya dia siapa sih?"ucap nya sendiri bingung
"nyaudah lah,yang penting,seperti nya dia lumayan baik"lanjut ara tanpa tau mengetahui sebenarnya fian siapa bagi dirinya.stelah itu dia pun membersihkan tubuh nya di kamar mandi kamarnya.bukan kamarnya sih tapi kamar milik fian.
"eh,kok banyak banget baju perempuan di sini"ucap ara kaget ketika melihat banyak nya pakaian wanita di dalam lemari yang dia buka
"apa ini kamar pacar nya?,tapi kenapa juga ada pakaian pria di sini"lanjut ara lagi ketika membuka lemari di samping nya,begitu banyak nya pakaian pria,mulai dari baju,celana,sepatu,bahkan kaos dalaman pria dan wanita pun ada.
tanpa mau bertanya dengan dirinya sendiri lagi,dia langsung memakai pakaian yang menurut nya pas di pakai sekarang.
"pas"ucap ara tersenyum ketika melihat dirinya di depan cermin, setelah merasa pas, dia pun berniat ke lantai bawah,bukan untuk sarapan,tapi untuk berpamitan ke pada yang punya rumah.sambil membawa barang barang nya yang semalam dia bawa,yaitu tas.
"selamat pagi tuan tuan"sapa ara tersenyum ketika sampai di meja makan kepada eki dan fian,seperti sedang mau sarapan.
"selamat pagi juga nona"jawab eki sopan sambil tersenyum ke arah ara.
"selamat pagi juga ara"jawab fian barengan dengan eki, sambil memerhatikan penampilan ara.
"cantik"gumam fian tersenyum,eh,tapi tunggu,kenapa senyuman fian sedikit memudar ke arah ara.
__ADS_1
"mau kemana ar"tanya fian ketika melihat tas kecil di pegang ara
"saya mau pamit tuan"jawab ara ramah
"makasih atas tumpangan nya,walaupun saya gak butuh tumpangan tempat tidur tuan"lanjut ara tersenyum seperti dia sedikit menyindir
"gak boleh"ucap fian tegas sambil menarik lengan ara yang tidak jauh dari dirinya agar duduk di samping nya.
brak
suara keras dari kursi di geser oleh fian yang di duduki ara ke samping nya lebih dekat lagi, bahkan sekarang duduk nya pun seperti dua kursi jadi satu.
"astaga tuan"kaget ara dan eki yang melihat tingkah laku fian
"apa?"tanya fian ngegas ke arah ara
"saya bilang gak boleh ya gak boleh"tegas fian ke arah ara
"dan saya ingatkan,saya itu bukan tuan mu,jadi panggil saya fian"ucap fian mengingatkan ara supanya memanggil dirinya fian bukan tuan
"i-iya tu eh fian,ja-jangan marah kanya gitu serem tau"ucap ara jujur kearah fian,memang menurut dia dari tadi fian ngomong sedikit seram.
fian yang mendengar ucapan ara hanya diam.
__ADS_1
"apa ara ingin pulang karna takut pada saya"pikir fian was was
"gimana cara nya,biar ara di sini terus"ucap fian dalam hati
"ara,apa ara pernah punya teman waktu kecil?"tanya fian lagi,tanpa dia sadari melupakan sarapan pagi nya terutama ara
"pernah"jawab ara singkat,kenapa juga dia tanya gitu,pasti pernah lah,aneh.pikir ara
"siapa?"tanya fian penasaran berharap yang ara jawab dia
"eris,widi,siska,fin.."ucap ara menghitung teman² nya walaupun hanya kenal terhenti oleh suara fian
"suuuut,bukan itu maksudnya, tapi temen pria,ada?"tanya fian kesal,bukan ini yang dia maksud.
"temen?,pria?"ucap ara terhenti karna berfikir
"iya"angguk fian
"ada,tapi ara lupa wajah nya"jawab ara masih berpikir.
.
.
__ADS_1
.
bersambung 🍁