Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
aneh


__ADS_3

"Saya permisi dulu paman,Tante"lanjut ifan pamit dan ingin pergi dari rumah ara tapi di hentikan oleh ayah ara.


"tunggu"


"dari mana kamu tau rumah ara di sini"lanjut nya lagi.perasaaan,ifan gak tau rumah nya,dan tiap kali dia bertemu dengan nya juga di kosan putrinya(ara).


"aaah,itu gak perlu tau paman saya tau dari mana,yang penting saya kesini,yaudah paman,saya permisi dulu, assalamualaikum "jawab nya sekaligus pamit dan benar benar pergi dari rumah ara.


20 menit yang lalu


sebenarnya tadi dia pergi ke kosan nya ara untuk menemui nya,dia tidak tau rumah ara,yang dia tau,ara hanya tinggal di kosan nya meninggal kan rumah nya untuk bekerja mencari uang,dia pikir ara itu hidup nya seperti orang biasa,rumah kecil,orang yang pas pasan,tapi,ternyata dugaan nya selama ini salah,ketika dia menanyakan rumah ara ke yang punya kosan,dia pun langsung mencari alamat nya.sampai di alamat yang dia tuju,dia seketika terheran heran melihat rumah yang begitu mewah dan besar berada di depan nya,seukuran rumah dirinya.


"apa ini rumah ara,masa iya"heran ifan


sekarang


"gimana, apa ara ada di kosan nya?"tanya sang ayah ifan ketika melihat anak nya masuk ke rumah dan duduk di samping nya.


"dia gak ada di kosan,dan juga lagi gak ada di rumah nya yah"jawab ifan


"rumah,kau kerumah ya fan"tanya ayah


"iya yah,dan apa ayah tau,ara bukan orang yang tak punya yah, bahkan rumah nya saja mungkin segede ruman ini yah"jawab ifan


"benarkah yang kamu bilang fan"antusias sang ayah yang hanya di angguki ifan.


"tapi gimana dong yah, ternyata ara udah punya pengganti ifan yah"bingung ifan


"maafin ayah fan,ini memang semua salah ayah,tapi tenang saja,ayah akan menemui orang tua ara kerumah nya untuk meminta maaf besok,dan meminta restu nya juga untuk mu"ucap sang ayah menenangkan ifan dengan nyakin.


"iya yah, semoga ayah berhasil"angguk ifan


"kau tinggal bilang saja di mana alamat nya"ucap ayah ifan,dan ifan langsung mengirim alamat nya sekaligus foto rumah ara tadi sebelum dia pulang di depan gerbang nya melalui handphone.


"benar ini rumah nya fan"kagum sang ayah ketika melihat nya.


"iya"


"mamah mana yah"tanya ifan ketika tidak melihat mamah nya di rumah.


"biasa,dia lagi bersama teman teman nya belanja"jawab ya yang hanya di angguki ifan.


*****


di ruang tamu rumah fian,mamah fian,ara,fian dan eki sedang berkumpul bersama dengan diiringi candaan dan tawa dari semua nya ketika sedang membicarakan tentang fian dan ara.tapi seketika tawa mereka terhenti ketika ara berucap.


"mah,sepertinya ara harus pulang dulu"


"kenapa?"tanya sang mamah terdengar sedih


"udah sore mah,maaf nya"ucap ara tak enak mengucapkan nya,tapi diakan udah janji sama orang tuanya akan pulang sore.

__ADS_1


"bentar"ucap mamah,menelpon ibu ny ara.


"assalamualaikum teman lama"ucap sang mamah tersenyum bercanda di telepon.


"waalaikum salam,siapanya"jawab ibu ara pura pura tidak tau.


"kau ini,bisa bisa nya pada teman sendiri gak tau"jawab mamah fian pura pura kesal.


"iya maaf maaf,mana mungkin lupa"jawab ibu ara di sebrang sana.


"ada apa menelepon ku,kau sehat sehat saja kan,maaf nya tidak menemui,anak mu tidak mengajak ku soal nya"lanjut ny lagi.


"gak papa tenang saja,kan ada putri mu yang cantik ini menjemput ku"jawab mamah fian tersenyum melirik ara.


"saya mau minta izin tentang putri mu,biarkan dia menginap di sini yah"lanjutnya.


"bentar saya minta izin dulu ke suami saya"


di sebrang sana


"gimana yah,mamah fian ingin putri kita menginap di rumah nya"tanya ibu ara ke arah suami nya dan rangga,keadaan mereka sama dengan ke adaan di rumah fian sekarang.


"jangan,biarkan dia pulang,dia itu anak gadis,gak boleh nginap nginap kaya gitu,apa lagi nginap di rumah lelaki"jawab sang ayah di angguki sang sang ibu.


di telepon


"gimana?"tanya mamah fian(rifa)


"yaah, padahal kan mau nya ara di sini"ucap nyonya rifa kecewa


"maaf nya"ucap nyonya ida(ibu ara)


"yasudah kalo gitu,akh tutup dulu telpon nya da, wasallamualaikum"ucap nyonya rifa


"waalaikum salam"jawab nyonya ida di sebrang sana.dan telepon pun terputus oleh nya.


"gimana mah"penasaran fian yang dijawab gelengan oleh sang mamah.


"yah mamah"lanjut fian kecewa.


"ara pulang dulunya mah"ucap ara yang di angguki sang mamah.


"fian,kau antar ara pulang dengan selamat nya,awas kalo tidak"ucap sang mamah


"e eh tidak perlu mah,ara bisa pulang sendiri ko mah"tolak ara lembut.


"mana bisa begitu ar,ayo"ajak fian menarik tangan ara keluar rumah.


"assalamualaikum mah"ucap berdua barengan sebelum menaiki mobil.


"wassalamu'alaikum salam, hati hati bawa calon mantu mamah fian"lanjut sang mamah.

__ADS_1


"IYA MAH,TENANG SAJA"teriak fian dari dalam mobil sebelum mengendarai mobil nya dan pergi.


di perjalanan


"ara ingin pernikahan yang seperti apa?"tanya fian


"ara gak mikirin pernikahan ian,ara masih mau kuliah,lagi pula ara masih muda"jawab ara


"jadi maksud nya,ara gak mau nikah sama ian gitu?"tanya fian datar


"bukan begitu,ian kan tau ara masih muda,baru dua puluh ian"ucap ara


"tapi gak papa juga ar,banyak ko yang nikah muda,dan masalah kuliah juga,bisa ko yang sudah menikah juga"jawab fian


"jadi maksud ian,ara gak usah kuliah gitu"ucap ara mulai kesal


"ya gak gitu juga ar"ucap fian bingung dan memilih diam saja menyetir sampai datang kerumah ara tanpa ada percakapan.


"assalamualaikum"ucap ara ketika sampai di rumah nya dan langsung masuk, kebetulan pinta juga tidak terkunci.


"waalaikum salam ar"jawab ibu,ayah dan kak rangga sedang menunggunya di ruang tamu bersamaan.


"ayah,ibu,ara ke kamar dulu nya"ucap ara


"ian,kau sama orang tua ku dulu nya"lanjut ara dan pergi ke kamar nya di lantai dua tanpa mendengar jawaban dati fian.


"fian,kata ayah ku,tadi ifan ke sini menanyakan keberadaan ara "rangga memberitahu


"ngapain"tanya fian


"seperti nya dia ingin mengajak nya balikan lagi fan"ucap rangga memanas manasi fian,dan itu sepertinya berhasil,ketika melihat fian langsung mengepalkan tangan nya.


"apa,mengajak nya balikan,enak saja dia,tak kan ku biarkan dia merebut ara dari ku lagi"geram fian.


"tenang saja fi,ara tak kan berpaling darimu,bahkan dia berpacaran dengan nya saja,berharap dia akan seperti dirimu,tapi nyatanya tidak,ara hanya merindukan mu,makanya berusaha mencari seorang pria yang seperti mu dulu"ucap rangga


"benarkah,ara selama ini merindukan ku ka rang"fian tersenyum senang dan di angguki rangga.


"yasudah,fian pulang dulu paman,bibi,dan kau ka rang"pamit fian senang menyalami semua nya.


"assalamualaikum semuanya"lanjut nya dan keluar rumah ara menaiki mobil nya berniat akan pulang.


"kenapa dia sekarang terlihat aneh,tadi marah,tiba tiba senang kanya gini,dasar"gumam rangga yang masih di dengar orang tuanya.


.


.


.


bersambung 🍁

__ADS_1


__ADS_2