
"Siapa dia ar"tanya rangga tak menggubris ucapan rangga.
"dia teman ara yang ara bilang itu,nama nya aldi"ucap ara
"dan aldi,kenalin dia fian,pacar nya ara"lanjut ara tersenyum,fian pun ikut tersenyum mendengar ucapan ara.
"di dia pacar mu ar"kagum aldi dengan refleks mengguncang guncang kan pundak ara pelan
"wah kau hebat ar,kau udah cantik anak orang kaya pula,dan pacar mu bahkan di segani oleh perusahaan lain"lanjut aldi.sedangakan mata fian berfokus pada tangan nya yang memegang pundak ara dengan tatapan tajam.
"apa kau ingin merasakan pergelangan tangan mu patah"ucap fian dingin yang membuat ketiga nya diam.
aldi yang menyadari tatapan mata fian pun tersadar,dan langsung melepaskan tangan nya di pundak ara.
"ma maaf tuan"gugup aldi saking takut nya
"ara,ayo"ajak fian menarik ara masuk ke mobil begitu pula dirinya.
"ALDI DULUAN NYA,"teriak ara dari dalam mobil
"IYA HATI HATI RA"jawab rangga
"IY.."
"jangan bicara lagi ar"potong fian mengehentikan ara dan mengendarai mobil nya.
"jangan marah,dia hanya teman ku saja"ucap ara,sedangkan fian hanya diam menyetir.
"ian"panggil ara
"hemm"
"jangan marah lagi ok"
"hemm"
"iaaan"panggil ara lagi sambil menggoyang goyang kan pundak fian pelan.
"jangan diem aja ian"
"ara minta maaf kalo gitu,tapi kita berdua hanya berteman saja ian"ara mengehentikan tangan nya
"ara harus apa biar ian gak marah marah terus kaya gini"ucap ara pelan,fian yang mendengar nya pun seketika melirik ara sebentar.
"ara mau minta maaf dengan cara apa emang?"tanya fian
"apa saja,tapi ian jangan marah marah lagi,itu pun kalo ara bisa"
"hemm,bicaranya nanti saja,kita ke restoran dulu"ucap fian menjalan kan mobil nya
"iya"
di perusahaan aprilian
"mau ngapain kau kesini"tanya rangga di kursi kerjanya.
__ADS_1
"ka,kali ini saja bantuin saya ka"pinta ifan di depan nya.
"setelah kau menyakiti adik ku,kau malah meminta bantuan kesini,apa kau tak malu punya muka seperti itu"ucap rangga
"saya mohon ka, perusahaan lain tak ada yang membantuku,kakak satu satu nya harapan saya ka"
"saya janji tak kan menyakiti adik anda lagi ka,dan saya juga sangat mencintai nya ka"ucap ifan
"cih,mencintai katamu,jika kau mencintai nya,mana mungkin kau malah memilih perusahan dan bertunangan dengan nya"
"tapi saya benar ben..."
"jika sekali lagi kau mengatakan nya,aku pastikan perusahaan mu akan benar benar bangkrut,dan tidak ada yang ada nama nya perusahaan mahendra"ancam rangga.
"iya iya ka"
"jangan panggil saya kakak,saya bukan kakak mu"kesal rangga.
"saya akan membantu mu,tapi cuma tiga puluh persen dari perusahaan saya"lanjut rangga.
"beneran k..tuan,gak papa tuan, walaupun 30% ,itu sudah cukup tuan,bahkan sangat membantu, "ucap ifan
"nanti jika perusahaan saya berkembang kembali,saya akan membagi ke untungan nya dengan tuan,sebagai tanda terimakasih"lanjut fian
"bagus,itu saya setuju,nanti sekertaris ku yang akan mengerjakan nya"ucap rangga
"iya tuan, terimakasih,kalo begitu saya permisi tuan"pamit ifan beranjak dari kursi nya melangkah pergi keluar ruangan rangga
"tunggu,dan kau juga jangan ganggu adik ku lagi,mengerti"ucap rangga
di restoran tempat fian dan eki makan siang tanpa di ikuti eki seperti biasa nya.ara yang biasa nya selesai makan memakan cake coklat nya,hari ini terasa beda,karna yang di pesan bukan sebuah cake seperti biasanya,melain kan roti biasa yang tidak di sukai ara yang tidak ada lumer lumer nya sama sekali.
"ian,apa gak ada cake seperti biasa nya,atau gak roti yang lain gitu"ucap ara
"gak ada ar,makan saja yang itu"ucap fian,ara yang mendengar nya pun langsung memakan nya dengan menggigit nya pelan.
"eh apa ini"kaget ara ketika menggigit rotinya yang di dalam nya keras itu yang langsung membongkar rotinya.
ketika sudah terbongkar,terlihat sebuah kotak yang berukuran kecil berwarna biru muda,dan membukanya.
"ian,apa ini kau yang buat,dan ini untuk ku"ucap ara terharu ketika membukanya,terlihat kalung yang berwarna putih yang di tengah nya terdapat berlian berwarna biru muda yang begitu indah.
"emang siapa lagi kalau bukan untuk ara ku yang manis dan cantik ini"senyum fian menjawab pertanyaan ara.
"makasih ian"ucap ara tulus
"sini kan kalung nya"pinta fian
"ngapain"ucap ara
"jangan bilang kau ingin mengambil nya kembali"lanjut ara
"mana ada"jawab eki sambil mengambil kalung nya ditangan ara,dan beranjak dari kursinya menghampiri ara.
"ini itu punya ara,dan ian mu ini milik ara,jadi semua yang ada di diriku milik ara"ucap fian sambil mengalungkan kalung nya di leher ara.sedang kan ara yang mendengar nya tak berhenti tersenyum mendengar nya.
__ADS_1
"jadi,apa mau ara menikah dengan ian hem?"tanya fian kembali duduk yang di angguki ara.
"iya,ara mau ian"jawab ara tersenyum bahagia.ian yang mendengar nya begitu bahagia, ingin sekali dia memeluk ara,tapi mana mungkin di tempat umum seperti ini kan.
"yaudah ian,ayo pulang,kita bicarakan sama ayah dan ibu ku"ucap ara semangat.
"ayo"jawab fian,mereka pun akhirnya pulang ke rumah ara dengan sama sama tersenyum bahagia di wajah nya,begitu pula perasaan nya.
setiba di rumah ara
"assalamualaikum ayah ibu"
"assalamualaikum"ucap mereka berdua bersamaan
"waalaikum salam,kenapa kalian terlihat bahagia begitu"ucap sang ibu aneh melihat anak nya dan calon mantunya itu.
"ibu,mana ayah,dan kakak mana?"ucap ara
"kakak di sini ar,ada apa hem"ucap rangga baru datang dari kerjanya.
"kakak ibu,lihat,apa ini"ucap ara menunjukan kalung yang ada di lehernya.
"astaga ara, jangan di tunjukkin gitu juga kali"ucap fian
"kalung?,siapa yang belikan?"tanya rangga memegang kalung yang ada di leher ara.
"ian"jawab singkat ara
ibu dan rangga yang mendengar nya sama sama melihat ara.
"khem,maaf bi sebelum nya,tapi saya bener bener mencintai nya bi,jadi saya minta izin untuk menikahinya bi,ka rang"ucap fian setelah menghilangkan rasa canggung yang tiba tiba dengan cara berdehem.
"duduk dulu kalian bertiga,ayo"ajak sang ibu,mereka bertiga pun semua duduk begitu pula sang ibu.
"ada apa ini kumpul kumpul"ucap sang ayah baru datang dan ikut berkumpul.
"fian ingin menikahi adik ku yah"ucap rangga
"menikah,kabar baik itu,kapan ingin di selenggarakan nya"antusias ayah.
"tapi kakak saja belum menikah yah"ucap ara tak enak.
"gak papa ra,lagian kakak kan laki,biasa kan kalo perempuan itu duluan nikah"ucap rangga tersenyum.
"tapi ara mau,kakak dulu yang nikah ka"ucap ara
"tapi kakak mau kamu dulu,dan setelah kamu nikah,kakak juga akan menyusul mu"ucap rangga tersenyum.
.
.
.
bersambung 🍁
__ADS_1