
"aaar"panggil fian yang tidak sempat di dengar ara yang keburu pergi dari ruangan nya.
"tuan,nona ara mau kemana?"tanya eki ketika baru masuk keruangan fian dengan ke adaan fian yang berdiri di mejanya,yang tadi sempat melihat ara berlari kecil ke arah lift.
"gak tau,dia bilang tadi mau pulang,saya ikutin dia dulu ki,kau kerjakan dulu pekerjaan ku nya"ucap fian bergegas pergi menyusul ara yang mungkin masih di lobi.
tink'suara lift terbuka ketika sampai di lantai paling bawah, kemudian diiringi suara sepatu fian yang keluar dari lift tersebut menuju represionis dan menanyakan keberadaan ara.
"baru saja nona keluar tuan"ucap represionis yang memberitahukan keberadaan ara tadi,fian yang mendengar nya langsung bergegas keluar gedung mencari ara,ketika dia keluar,dia melihat ara sedang menaiki taksi yang dia pesan mungkin.dia langsung saja bergegas menaiki mobil dan mengendarainya yang tidak jauh dari keberadaan nya tadi,mengikuti taksi yang di tumpangi ara.
tidak lama kemudian,taksi yang di tumpangi ara berhenti di kosan yang di tinggali ara selama dia di sini.
"makasih pak"ucap ara ke sang sopir taksi sambil memberikan uang nya.
"iya,sama sama nona"jawab sang sopir menerima uang dari ara dan menjalan kan mobilnya kembali.setelah mobil itu pergi,ara pun masuk ke kosan nya.
"gak ada apa apa,kenapa dia ingin pulang?"ucap fian dalam mobilnya yang agak jauh dari ara,biar tidak di curigai.
"eh,siapa dia?"ucap fian lagi,ketika ada mobil putih yang berhenti di depan kosan ara.
"pria?"ucap fian kaget ketika orang itu keluar dari mobilnya dan mengetuk pintu kosan ara.dan paling kaget nya lagi menurut dia,ketika lelaki itu di suruh masuk oleh yang punya rumah nya,ara.
"araaa,apa kau selingkuh dengan ku"ucap fian geram sambil menjalan kan mobilnya ke rumah ara,dan langsung masuk ketika sudah sampai di kosan ara.
"araaa"ucap fian sedikit berteriak ketika masuk rumah ara.
"siapa sih yang teriak teriak"ucap ara kesal yang lagi di dapur membuat minuman dengan pria tadi langsung menghampiri asal suara.
"eh fian"ucap ara ketika melihat yang berteriak ternyata fian,dan di susul dari arah belakang ara keluar seorang pria yang fian lihat tadi sedang membawa cemilan dan minuman dan menaruhnya di atas meja.
"siapa dia ar"tanya pria tadi ke ara sambil menunjuk fian dengan matanya.
"harus nya saya yang bertanya,siapa anda"ucap fian ngegas ketika melihat ara dan pria ini.
"ian,jangan teriak teriak di sini,berisik"ucap ara dengan masih serak karena semalam
"jangan bicara ar,tenggorokan nya nanti tambah sakit,ok"ucap pria tadi memperingati ara,yang hanya di angguki ara pertanda iya.
"siapa anda"tanya fian ke pria yang ada di depan nya di dekat ara.
__ADS_1
"dia ka.."ucapan ara terpotong
"jangan bicara ar, tenggorokan mu masih sakit,ian bertanya kepadanya ar"ucap fian menghentikan ucapan ara yang ingin menjelaskan nya.
"ian?"gumam pria tadi pelan tapi masih bisa di dengar oleh fian dan ara.
"jangan bicara kata kata itu,ini nama khusus untuk ku dan ara"ucap fian ngegas ke arah pria tadi ketika mendengar gumaman nya.
"ahahaha,jadi dia ar orang nya"ucap pria tadi melirik fian dan ara bergantian,dan hanya dapat anggukan dari ara.
"apa maksud orang nya"tanya fian ketika mendengar ucapan dari pria itu lagi.
"kenalin,saya kakanya ara,rangga adrian"ucap rangga tegas ketika menyebut namanya sendiri sambil mengulurkan tangan nya yang di balas ragu ragu oleh fian sebentar.
"ka kak"ucap fian terputus putus,sambil melirik ara yang sedang mengangguk.
"ka,fian,silahkan dudu dulu"ucap ara mempersilahkan kedua untuk duduk ketika tersadar mereka bertiga masih pada berdiri.
"iya"jawab kedua nya bersamaan sambil duduk di kursi yang ada di ruangan nya.
"dek,dimana pacar kamu itu"tanya rangga ke ara yang duduk di sampingnya.karna meja ini berbentuk bulat.
"di sini"jawab fian singkat
"di depan mu"ucap fian cuek.
"iyakan ara sayang"ucap fian lagi sambil tersenyum melihat ara dengan mengelus kepalanya.
"apaan sih"ucap ara malu sambil menyingkir kan tangan fian di kepalanya.sedangkan rangga yang menyaksikan adik nya yang malu itu hanya tersenyum melihat nya.
"dia pacarmu ar?"ucap rangga melihat keduanya bergantian.
"bukan ka"jawab ara singkat
"apaan bukan bukan,kau itu ara ku tau"ucap fian membenarkan ucapan ara sambil memeluk nya.
"eeeeh, jangan peluk peluk adik ku,dia juga ara ku tau"ucap rangga ingin memisahkan keduanya.
"lagian aku juga tak merestui kalian berdua,begitu pula dengan orang tua kami,iyakan ra"ucap rangga lagi masih berusaha melerai pelukan mereka berdua dan akhirnya terlepas.
__ADS_1
"apa apaan kau ini,aku itu udah kenal ara sejak lama,mana mungkin paman tak merestui kami"jawab fian membantah ucapan nya rangga
"paman?,kau tau ayah kami"ucap rangga bingung menatap fian.
"ya taulah,orang paman juga yang mengenalkan kami berdua"jawab fian dengan berlaga sombong
"sombong nya kau ini"ucap rangga yang tidak suka dengan laga nya fian sambil memukul pundak nya tidak terlalu keras dengan tangan nya.
"auh,apa apaan kau ini main pukul pukul segala"ucap fian kesal menatap rangga tajam walaupun gak sakit karna pukulan nya yang pelan,sambil mengusap pundaknya.
"kau,kau,aku kaka nya ara,lebih tua dari mu,ingat itu"ucap rangga mengingatkan fian sambil menunjuk nunjukan telunjuknya di depan wajah fian.
"iya kaka..,siapa tadi"ucapan fian terpotong dan menatap ara.
"ka rangga"ucap ara tau apa yang fian maksud
"iya kaka rangga yang tua"ucap fian tersenyum mengejek ketika mengatakan tua
"apa kau bilang,TUA?"ucap rangga mulai terpancing karna terlalu kesal dengan fian yang menganggapnya tua.
"tadi kan kakak yang bilang 'ingatnya aku itu lebih tua darimu'"ucap fian sambil menirukan gaya rangga tadi.
"udah nya kalian diam,berisik tau,udah pada tua juga"ucap ara yang tadi hanya mendengarkan pertengkaran mereka berdua.
"apa,TUA?,KAMI TUA?"ucap keduanya barengan melihat ara kaget.
"kalian berdua kan emang tua,buktinya ara yang paling muda di antara kalian,kan"jawab ara jujur menjawab pertanyaan mereka yang menganggap dirinya sendiri muda,padahal kan pada tua' pikir ara.
"tapi ian gak tua ara"
"tapi kakak gak tua dek"ucap rangga barengan dengan fian dengan sama sama menatap ara kesal.
"kalian gak terima di bilang tua sama ara"tanya ara tanpa ekspresi di wajahnya.
"engg.."ucapan rangga ingin protes terpotong oleh fian yang menginjak kakinya.
.
.
__ADS_1
.
bersambung 🍁