
"engg.."ucapan rangga ingin protes terpotong oleh fian yang menginjak kakinya di bawah meja.
"apaan sih,main injak injak"ucap rangga kesal sambil berbisik ke arah fian yang hanya bisa di dengar mereka berdua.fian yang mendengar rangga bicara menyuruhnya melihat ara dengan tatapan matanya melirik ara sebentar.
"enggak terima maksudnya"ucap ara meneruskan ucapan kakak nya yang terhenti.
"enggak,bukan itu,gak papa ko maksudnya"ucap fian tersenyum menjelaskan sambil melirik rangga sesekali tersenyum melihat ara kembali.
"iya,gapapa ar"ucap rangga tersenyum ke arah ara,ketika tau maksud dari tatapan fian ke arah nya.
"bagus"hanya ucapan itu yang keluar dari mulut ara.
di perusahan fian,eki yang sedang mengerjakan tugasnya tiba tiba terhenti ketika ada orang yang menelepon nya.
"iya"ucap eki ketika mengangkat telepon nya
"tuan,ada seorang yang menanyakan keberadaan tuan fian, tuan"ucap sang penelepon yang ternyata seorang represionis di perusahaan nya.
"siapa dia?,wanita?"ucap eki bingung ketika ada yang menanyakan tuan nya itu adalah seorang wanita.
"iya tuan,dia mengatakan dia pacar nya tuan fian"ucap sang represionis di bawah lantai dasar melalui telepon.
"jangan biarkan dia masuk ke lantai atas,kau taukan pacar tuan fian siapa?"ucap eki memperingatkan sang represionis.
"baik tuan,dan saya juga tau tuan pacar nya tuan kita,nona rara kan"jawab sang represionis terdengar di telinga eki.
"heem"gumaman eki mengakhiri panggilan.
"sesekali aku gitu tuan yang mematikan teleponnya"ucap represionis kesal menatap ponsel yang ada di genggaman nya,dan menaruhnya di atas meja kembali.
di kosan ara
"gak boleh"bantah fian tegas ketika mendengar ucapan rangga yang ingin membawa ara pulang ke rumah nya.
"siapa kamu berani melarang saya membawanya pulang"ucap rangga menatap mata fian tajam,begitu juga sebalik nya.
"saya pacarnya,calon suami nya,paham karang"ucap fian tegas dan memelankan suara nya ketika menyebut nama karang seperti mengejek.
"kak rang,bukan bukan karang"ucap rangga kesal dengan mata keduanya saling menatap sengit.
__ADS_1
"dan, e hah,pacar,masih pacar aja udah larang larang,dan apa tadi?,calon suami,kapan kau melamar nya?,udah di lamar sama dia ra"ucap rangga sambil tertawa mengejek ke arah fian dan menatap ara untuk menjawab pertanyaan nya.
"belum ka,dan aku juga baru resmi pacaran sama dia hari hari kemarin"ucap ara jujur menatap kedua lelaki di depan nya.
"tuuuh kan,kau dengar fian"ucap rangga mengejek menatap fian sekilas.
"araaa jangan gitulah,kau taukan dari dulu aku sangat menyayangi mu"ucap fian manja sambil memeluk ara di depan rangga yang hanya menyaksikan keduanya dengan melongo.
"apa dia dari dulu ke ara juga begini?"ucap rangga dalam hati menyaksikan ara yang di peluk fian,dan matanya tertuju menatap mata ara yang seperti memberikan kode yang hanya di tanggapi senyuman oleh dirinya.
tuuut
tuuut
suara dari handphone fian ada yang menelepon yang langsung di ambil dari saku celananya tanpa melepaskan pelukannya dengan ara.
"eki"ucap fian ketika melihat nama si penelepon dan langsung mengangkatnya.
"iya ki"ucap fian ke eki yang di seberang sana.
"tuan,ada seorang wanita yang mencari tuan,saya gak tau siapa"ucap eki di seberang sana dengan melihat seorang wanita sedang duduk di lobi perusahaan depan represionis.
"apa,wanita"ucap ara kaget ketika mendengar ucapan eki di telepon,karna keadaan mereka berdua sedang pelukan,otomatis ara juga mendengar nya,dan langsung melepaskan tubuhnya yang di peluk fian.eki yang mendengar suara ara juga ikutan kaget,bagaimana jika ara salah paham,belem tentu orang yang di depan nya pacar tuan beneran' pikir eki sendiri
"saya akan segera ke perusahaan"ucap fian mematikan telepon nya,tanpa mendengar ucapan eki lagi,dan langsung menarik tangan ara di ikuti rangga di belakang nya.
"mau di bawa kemana ara"tanya rangga ketika mereka bertiga sudah masuk mobil fian.
"perusahaan"jawab fian singkat dan menyalakan mobilnya untuk di kendarai menuju perusahaan nya sekarang.
sedangkan di sebrang sana
"sesekali gitu saya yang matiin telepon nya tuan"ucap eki pelan melihat telepon genggamnya,persis apa yang di lakukan represionis tadi.
"tadi juga saya bicara begitu tuan"ucap sang represionis tersenyum di samping eki tiba tiba.
"astaga,kapan kamu di sini"ucap eki kaget melihat ke arah samping.
"baru aja,ketika tuan mengeluh sambil menatap ponsel itu"ucap sang represionis menunjuk ponsel di tangan eki sebentar.
__ADS_1
"ais, sana kerja,ngapain kamu di sini, ganggu saja"ucap eki sambil mendorong represionis pelan menuju mejanya.
"iya iya tuan"ucap represionis kesal sambil menuju mejanya yang ada teman nya sambil sesekali menatap atasan nya di belakang selain fian.
tidak lama kemudian
tak tak tak tak tak' suara beberapa sepatu terdengar di lobi perusahaan yang berasal dari fian,ara dan rangga.
"selamat siang tuan,nona"ucap pegawai di sana yang menyambut fian dan ara ketika melihatnya dengan tersenyum ramah.
"iya"jawab ara tersenyum menanggapi, sedangkan kedua pria di samping nya hanya diam dan terus berjalan.
"sayaaaaang,apa kabar"ucap wanita tadi yang menunggu di lobi langsung berlari ke arah fian dan memeluk nya yang langsung di lepaskan oleh fian sendiri sambil melihat ara di samping nya.
"sayang"ucap ara pelan sambil mendongak melihat fian di samping nya yang juga melihat nya.
"jangan mendongak kaya gitu ara"ucap fian memperbaiki posisi kepala ara biar tidak mendongak tapi di gubris oleh ara.
"fian,siapa dia"tanya wanita tadi menunjuk ara dan melihat fian.
"jangan menaiki jari telunjuk mu ke arah nya"jawab fian sambil menurunkan jari telunjuk wanita itu dengan sedikit kasar.
"siapa kamu"tanya fian dingin menatap wanita di depan nya.
"siapa dia"tanya ara ke arah fian sambil menunjuk ke arah wanita itu
"kenalin,saya pacar dari tuan fian suharja"ucap wanita itu dengan pd nya sambil menjulurkan tangan kanannya ke arah ara seperti ingin bersalaman,dan hanya mendapat tepisan dari rangga.
"jangan menyentuh dia,walaupun hanya sekedar salaman dengan tangan mu itu"ucap fian datar ketika melihat rangga menepis tangan wanita itu.
"apa tuan selingkuh dari nona rara"ucap salah satu karyawan di sana dengan suara pelan ke teman nya
"mana mungkin,tuan kita belum pernah membawa seorang wanita ke kantor nya,baru nona rara"jawab teman nya,sama sama pegawai di sana
"iya juga"ucap yang lain ketika mendengar percakapan mereka berdua.
.
.
__ADS_1
.
bersambung 🍁