Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
batalkan


__ADS_3

"ara nya,ara nya,dia adik ku bukan ara mu"ucap rangga masih dengan sewot.


"apa ian?"tanya ara tanpa memperdulikan mereka berdua yang selalu sama sama sewot ketika bertemu.


"ayo kita pulang ar?"ajak fian


"hey,ara itu mau pulang kerumah nya,ngapain ajak ajak segala"sewot rangga plus kesal mendengar ucapan fian barusan.


"rumah ku itu rumah nya juga,jadi dia harus pulang ke rumah ku"ucap fian ngegas


"ais,udah udah,kalian kenapa sih,kamu juga kenapa masih ngikutin ara,ara itu punya rumah"ucap ara ke arah fian


"dan kakak lagi,kakak itu sudah tua,masih aja ladenin orang dengan sewot kanya gitu"lanjut ara menatap kakak nya,sedangkan rangga sedang kesal menatap fian,walaupun kacanya tertutup,tapi dia bisa melihat fian yang mengejek


nya ketika ara mengatakan nya tua.


"awas aja kau fian sialan, bisa bisa nya dia mengejek ku dengan tertawa kecil begitu"kesal rangga dalam hati.


"ayo ka jalan"ucap ara,rangga yang mendengar adik nya langsung menjalan kan mobil nya tanpa mendengarkan fian yang berteriak memanggil manggil nama ara.


"kenapa teman mu bisa seperti itu ra,menyebalkan sekali"tanya rangga masih kesal


"gak tau,perasaan waktu ara masih kecil,dia gak kanya gitu"jawab ara jujur dan hanya di balas anggukan oleh rangga.


sedangkan fian yang masih di depan kantor polisi mengajak eki pergi ke perusahaan nya kembali.


di kediaman rumah tuan ferdi sedang berkumpul di ruang tamu setelah kepulangan tuan ferdi tadi dari kantor.


"APA YAH?"kaget ira setelah mendengar ayah nya bicara tentang dirinya akan di bawa oleh seseorang besok.


"kenapa?"cuek tuan ferdi


"AYAH APA APAAN SIH BILANG KANYA GITU SEGALA"teriak istrinya kesal


"mau gimana lagi,lagi pula ini juga karna dia (ira)sendiri,emang kamu mau perusahaan kita hilang?"ucap tuan ferdi datar.


mamah ira yang mendengar ucapan suami nya terdiam memikirkan ucapan nya"mana mau perusahaan itu hilang begitu saja,tapi dia juga kan anak ku"


"kenapa diam?"suara tuan ferdi terdengar kembali


"iya aku setuju"ucapan mamah ira yang mengagetkan ira


"tapi ma.."


"suuut,ira,mending kamu denger kata ayah mu,kesalahan mu itu bisa masuk penjara ira,untung ada tuan fian yang menghalangi"tutur mamah ira(nyonya ferdi)menasehati anak nya.


"emang tuan fian itu bagaimana sih yah?"penasaran ira tidak tau wajah tuan fian yang di maksud ayah nya.


"kau juga pasti pernah lihat ra,tapi kau tidak tau namanya karna dia jarang sekali menampakan diri di media"jawab sang ayah sambil mencari sesuatu di ponsel nya dan memberikan ke putri nya.

__ADS_1


"siapa ini yah,tampan sekali"puji ira melihat foto di ponsel ayah nya


"dia tuan fian yang ayah maksud tadi?"ucap ira penasaran yang hanya di angguki ayah nya.


"aaahhh,kenapa dia tampan sekali yah,kalo gitu aku mau yah"girang ira


"hemm baguslah,tapi kau jangan harap bisa mendapatkan dia ira,dia sudah punya pacar,dan kau tau juga pacar nya siapa"ucap tuan ferdi


"siapa"tanya ira penasaran


"ara"jawab tuan ferdi singkat,dan lagi kata kata itu membuat ira lagi lagi kaget mendengar nya.


"ayah gak salah bicara kan?"tanya ira tanpa ada balasan fari ayah nya,tapi itu cukup membuktikan ayah berkata iya.


"makanya ayah bilang,jangan harap bisa mendapat kan dia,dia tidak di kenal seseorang yang suka berpacaran,dia hanya tau satu wanita,yaitu ara aprilian"jawab ayah menyakinkan .


"iya ayah"jawab ira dengan tersenyum aneh.


tuuut


tuuut


handphone tuan ferdi bergetar


"hallo"ucap tuan ferdi mengangkat telpon nya


"mau ngapain,pernikahan nya juga kan tinggal tiga hari lagi"ucap tuan ferdi bingung yang langsung di matikan sambungan nya di sebrang sana.


"siapa"tanya sang istri


"ayah ifan menelepon"jawab nya


"mau ngapain yah"tanya ira penasaran dan ayah hanya mengangkat bahunya tidak tau.


beberapa menit kemudian....


ting nong tong nong(suara bel rumah ira)


"IYA SEBENTAR"teriak ira sambil membuka kan pintu.


"selamat datang ayah,ibu"lanjut ira tersenyum melihat calon mertuanya dan suami nya,dan mempersilahkan masuk.


setelah di memasuki rumah ira,mereka di persilahkan duduk dengan di temani hidangan dan minuman jus di atas meja yang baru pelayan hidangkan.


"silahkan tuan, nyonya,ifan"ucap nyonya ferdi tersenyum.


"gak usah repot repot begini segala,kami cuma sebentar doang ko "ucap ifan ramah plus tersenyum senang.


"mau membahas tentang apa nya tuan,kan pernikahan juga sebentar lagi,dan persiapan nya juga udah selesai"ucap tuan ferdi.

__ADS_1


"maka dari itu,saya akan menggantikan uang yang kamu pakai untuk perusahaan saya dulu dan menggantikan untuk persiapan pernikahan"ucap ayah ifan


"tunggu tunggu,maksud nya apa ini,menggantikan?"bingung tuan ferdi dan istri nya termasuk juga ira yang mendengar nya.


ayah ifan yang mendengar nya hanya tersenyum dan memberikan tas yang ifan bawa tadi di atas meja di depan tuan rumah.yang langsung di tarik tuan ferdi untuk melihat nya.


"uang"bingung nya lagi ketika melihat isinya yang terdapat begitu banyak uang berwarna merah semua,istri dan anak yang penasaran pun ikut melihat nya.


"itu yang saya janjikan tadi,dan pernikahan ini akan di batalkan oleh ku sendiri"ucap ayah ifan


"tapi kenapa,bahkan semua orang juga sudah tau"ucap tuan ferdi


"emang kami mau punya menantu yang begitu jahat seperti anak mu"jawab ayah ifan datar


"dan saya juga gak mau punya istri yang sepertinya"timbal ifan yang membuat keluarga itu kaget,terutama ira.


"ifan,kau"suara ira tercekat


"apa"ucap ifan songong


"kenapa kau lakukan ini fan"ucap ira menatap ifan sesal


"kau gak lihat berita mu"ucap ifan mengingatkan


"yasudah,urusan kita sudah selesai,kami permisi dulu"pamit ayah ifan bangun dari duduknya diikuti anak dan istri nya tanpa mau banyak bicara.


"tapi tuan jangan begitu lah"ucap tuan ferdi


"ifan jangan begitu lh fan,kau tau aku benar benar mencintaimu"ucap ira ikutan berdiri


"cinta,kalo kau cinta kenapa kau lakukan ini,kau sudah berjanji kepadaku waktu itu"jawab ifan mengingatkan janji yang mereka buat saat makan siang waktu itu.dan itu masih teringat di pikiran ira sekarang.


"tapi fan.."ucapan ara terpotong


"ayo,permisi semua nya"ajak ayah ifan berlalu pergi dan di ikuti anak dan istrinya.


"udah lah terserah mereka,lagian siapa juga yang mau punya istri yang berniat membunuh"ucap tuan ferdi menyetujui setelah mereka bertiga tak terlihat.


"ayaah"rengek ira


"sudah diam,kau yang salah,harusnya kau itu berfikir,sudah besar juga"ucap tuan ferdi tak perduli dan memilih pergi kelantai atas menuju kamar nya.


.


.


.


bersambung 🍁

__ADS_1


__ADS_2