
"Tapi kakak mau kamu dulu,dan setelah kamu nikah,kakak juga akan menyusul mu"ucap rangga tersenyum.
"janji"ucap ara sambil mengangkat jari kelingking di depan wajah kakak nya yang di terima oleh rangga.
"iya ara,kakak janji"ucap rangga
"emang kakak udah punya pacar,kok gak ngasih tau ibu dan ayah"ucap sang ibu.
"ibu ini,anak ganteng gini masa gak ada yang naksir sih bu"ucap rangga pura pura kesal menatap ibu nya.
"iya iya,ibu percaya,kamu kan anak ibu yang paling ganteng di antara yang lain"ucap ibu
"kan anak ibu yang laki ada satu doang bu,gimana sih"ucap ara tertawa kecil,di ikuti yang lain.
"fian,paman merestui hubungan kalian,tapi,apa mamah mu merestui nya juga fi"ucap sang ayah
"tentu saja paman"jawab fian
"yaudah kau panggilkan saja mamah mu sekalian,tak perlu ada tunangan tunangan segala,langsung saja tentuin hari pernikahan nya,iyakan yah"ucap sang ibu yang di angguki sang ayah.
"tapi apa gak terlalu cepat langsung nikah segala yah"tanya ara
"enggak ar"jawab ayah
"fian telefon mamah dulu,paman"ucap fian di angguki ayah ara dan langsung menelepon mamah nya.
di telepon
"ada apa fi?"
"mah,kesini kerumah ara bisa,mamah tau kan?"
"ngapain?"heran mamah
"fian mau nikah mah"
"APAA NIKAH, KAPAN"kaget mamah
"makanya mamah kesini sekarang"
"iya iya mamah kesana sekarang"ucap sang mamah langsung mematikan sambungan telepon nya dan bergegas ke rumah ara,kebetulan pakaian yang dia pakai juga tidak terlalu buruk untuk di bawa jalan.
"sudah?"tanya rangga
"bentar lagi dateng"jawab fian
tidak lama kemudian,mamah fian pun datang dan langsung menerobos masuk ke rumah ara.
"assalamualaikum"
__ADS_1
"waalaikum salam"jawab bersamaan
"siapa yang akan nikah,dan dimana,kok gak ada riasan apapun"tanya sang nyonya rifa(mamah fian)sambil melihat sekeliling.dia pikir fian akan menikah sekarang setelah mendengar ucapan anak nya tadi.
"siapa yang menikah,emang di sini ada yang akan menikah,tapi bukan menikah sekarang rif"ucap sang ibu ara(ida)menghampiri rifa dan menarik nya untuk duduk bergabung.
"fian,apa kau membohongi mamah mu hah"kesal nyonya rifa menatap anak nya(fian)
"iss,mamah ini apaan sih,fian gak bohong,jadi mamah harus merestui kami berdua menikah mah"ucap fian
"kalian akan menikah?,kapan?"ucap nyonya rifa semangat.
"mamah merestui kami"tanya ara
"mana mungkin mamah tak merestui hubungan kalian,apa lagi punya mantu yang imut dan manis ini, baik lagi"ucap nyonya rifa.
"jadi ini sepakat nya untuk menikah kan anak kita,dan kau rifa,kau bukan hanya teman ku,bahkan jadi besan ku nanti,hahaha"ucap nyonya ida tertawa dan di susul juga tawa dari nyonya rifa.
"ia da,aku senang mendengar nya"
"jadi,kapan di tentukan nya tanggal pernikahan adik ku ini?"tanya rangga
"gimana kalo dua minggu lagi"usul sang ayah
"boleh tuh,lebih cepat lebih baik"jawab nyonya rifa.
"jangan ngaco kamu ian,mana mungkin satu minggu bisa selesai,dua minggu aja kecepatan"ucap ara
"iya,satu minggu aja,dil"jawab sang mamah
"kamu jangan memikirkan itu ar, tenang saja,kami sebagai kakak dan orang tua yang akan mengurus nya,kau lihat saja nanti"ucap rangga yakin.
"emang bisa dalam satu minggu"ucap ara lagi belum yakin.
"jangan memikirkan itu,selagi ada kami,pasti jadi,iyakan yah,ibu"ucap rangga
"iya"
setelah menyepakati tanggal bulan dan hari yang akan di adakan pernikahan fian dan ara sekaligus di gabung dengan acara resepsi,fian dan mamah nya pun pamit pulang di karenakan cuaca juga mulai sore bentar lagi malem di gantikan dengan warna langit yang gelap.
"hati hati di jalan nya rif,fian"ucap sang ibu kepada teman nya.
"iya"jawab nya sebelum menaiki mobil anak nya dan pergi.
"ayo masuk semua nya,cuaca mulai dingin"ajak sang ayah,semua nya pun masuk kedalam rumah untuk beristirahat kan badan yang bekas beraktifitas tadi siang.
keesokan hari nya,seperti yang di janjikan mereka kemaren,mereka akan menyiapkan semua kebutuhan yang akan di adakan nya acara pernikahan,mulai memilih dekorasi,tatak hias pengantin,dan masih banyak lagi, mereka pun semau menjalan kan tugas mereka masing masing, bahkan sekertaris fian pun(eki)ikut membantu dengan memesan kan kertas undangan atau pun membuat undangan menggunakan handphone (online).
di kantor fian
__ADS_1
"apa bos kita akan menikah?"
"apa dengan nona ara yang manis itu?
"sepertinya pernikahan nya akan meriah"
"saya ingin melihat tuan kita menikah secara langsung,semoga saja saya di undang"
"ucap para pegawai pegawai yang bergosip tentang bos nya"
"tian eki,apa tuan kita akan menikah?"tanya salah satu pegawai ketika melihat eki masuk ke lobi perusahaan.
"iya,dan kalian semua kerjakan semua pekerjaan kalian dengan baik,karna nanti pas hari pernikahan tuan kita,kita semua akan di undang ke pernikahan nya,jadi jangan sampai ada kerjaan lagi,kalo di tunda,kalian juga yang akan kewalahan"ucap eki panjang lebar yang membuat para pegawai nya melongok melihat nya
"tuan bicara"bego sebagian pegawai yang melihat nya.
sedangkan yang ditanya hanya diam dengan muka dingin ny.
"yah kumat lagi"ucap semua nya dalam hati
"apa tuan yakin kami semua ini di undang,SEMUA NYA"salah satu pegawai memastikan
"hemm,dan harus sesuai sarat yang saya katakan tadi(mengerjakan tugas sampai selesai), mengerti"ucap eki datar kembali
"mengerti tuan"ucap nya.eki pun melanjutkan perjalanan nya menuju ruangan kerjanya.
di Kampus ara,fian yang ingin membawa ara untuk fighting baju pun menjemput keruangan nya,dan membawa nya setelah dosen memberikan izin nya diikuti aldi di belakang.
"ngapain ikutan izin segala"ucap ara
"sebagai teman yang baik,jadi harus ikut"jawab aldi tersenyum.
"boleh nya ar,tuan"lanjut nya
"menyusahkan saja"gumam gian kesal
"iya boleh,ayo"jawab ara tak keberatan.
merekapun akhirnya menuju ke butik yang di khususkan baju pengantin saja,dan memilih yang cocok di pakai untuk nya nanti,sesekali aldi juga mengomentari jika menurut cocok atau tidak.dan itu di terima oleh keduanya yang membutuhkan komentar tentang baju nya.
setelah memilih dan fighting baju yang cukup memakan waktu itu untuk mereka bertiga terutama ara dan fian,akhirnya mereka sekarang berada di tempat yang menghidangkan banyak makanan,apa lagi kalo bukan restoran.
.
.
.
bersambung 🍁
__ADS_1