Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
menaiki roller coaster


__ADS_3

"Ayo"ajak ara menarik tangan fian ke area pasar di ikuti eki dari belakang.mereka di sana akhirnya menaiki beberapa wahana atas permintaan ara dengan menurut tanpa membantah,dan ara terlihat begitu senang bisa menaiki wahana² yang menurut nya jarang di naikin oleh nya.


dan ada satu wahana yang menurut fian dan eki jangan di naikin,yaitu roller Koster,tapi ternyata dugaan fian dan eki sekarang sedang salah,karna buktinya,mereka bertiga sekarang berdiri di depan wahana yang fian dan eki di larang ke pada ara,apa lagi kalo bukan roller koster.


"araaa, mending kita pulang aja udah mau malem juga"ucap fian ke ara sambil menarik tangan ara untuk jalan menjauhi permainan yang menurut nya bahanya itu.


"ian,jadi ian gak mau nurutin ara"ucap ara menatap fian sambil menahan beban nya sendiri biar gak ketarik fian atau lebih tepat nya dia menarik fian agar tidak pergi membawanya.


"bukan gitu ara,kalo mau di sini jangan main wahana itu nya,yang lain aja,nya kan ki"ucap fian ke ara sambil menatap eki bermaksud mengiyakan ucapan nya.


"iya nona,sebaik nya yang lain aja,atau kita pulang aja,ini juga udah jam tujuh malam"ucap eki menyetujui ucapan tuan nya dengan sopan


"kalian sama aja,baru juga jam tujuh,lagian mana permainan yang belum kita coba"ucap ara sambil melihat sekeliling permainan yang belum mereka coba.fian dak eki yang mendengarya pun langsung mengikuti apa yang ara lihat,dan benar saja,tidak ada yang mereka lewati satu permainan pun di sana.


"tapi araa,udah malem, permainan nya juga serem,nanti ara turun turun dari sana bisa sakit,bagaimana coba"ucap fian lembut sambil menunjuk rollercoaster yang ada di dekat mereka.


"mana ada sakit,emang sakit ap..."ucapan ara terpotong ketika melihat roller coaster


"fian,eki, ayo,udah mau penuh tuh"ucap ara sambil menarik fian ke arah roller coaster yang mulai penuh dan menaiki nya dengan segera,dengan fian dan ara duduk sebaris,sedangkan eki di belakang mereka berdua yang posisi nya ke dua di hitung dari akhir dan eki paling belakang.eki dan fian hanya bisa menurut tanpa membantah apa yang di lakukan ara.tidak lama kemudian, wahana yang mereka bertiga tempati dan begitu banyak orang yang menaiki itupun dimulai.


"aaaaa"


"aaaaa"


"aaaaa"teriakan ara dan semua orang yang ada di sana ketika roller koster berjalan dengan begitu cepat bahkan fian dan eki pun ikut berteriak.


"aaaaa"teriakan ara dan para penumpang roller coaster terdengar kembali ketika berada di atas dan turun begitu cepat nya dengan terpaan angin yang begitu berhembus dan dingin.tapi tiba tiba fian berhenti berteriak,dan melihat ke samping nya begitu pula eki yang melihat bos nya itu sedang memperhatikan ara.


"araa,gak dingin?"tanya fian pelan ke ara yang tidak mendengarkan sambil menyelimuti baju kerjanya ke badan ara,mungkin karna roller coaster nya terlalu cepat.


"eh"ucap ara refleks ketika merasakan ada sesuatu di tubuh nya,dan benar saja,ada baju yang menempel di tubuh nya,dan melihat fian di samping nya sedang membenar kan baju fian yang di pake.

__ADS_1


"aaaa"teriakan ara ketika melihat ke depan dengan para penumpang lain ketika roller coaster turun dengan cepat.


"araaa,jangan teriak teriak,nanti sakit tenggorokan nya ar"ucap fian sedikit berteriak memperingati ara , tapi yang di beri peringatan tak mendengar.


"apaaa"taya ara berteriak di samping fian


"jangaan teriaaak araaa"ucap fian keras mulai kesal dengan ara yang tidak mendengarkan nya.


"mmmm"suara ara ketika di bungkam oleh tangan seseorang yang ada di samping nya,siapa lagi kalo bukan fian yang lagi kesal itu langsung membungkam mulut ara biar yg tidak berteriak' menutur nya.


"issss ian apaan sih"ucap ara kesal sambil melepaskan tangan fian di mulut nya.


"kamu yang apa apaan,dibilangin jangan teriak teriak juga"jawab fian kesal walaupun agak tidak terdengar suara ara,hanya melihat gerakan mulut ara yang sepertinya bicara demikian.


siiiit bres' suara roller coaster berhenti di tempat yang seharusnya.para penumpang pun pada turun dari wahana yang sedikit menegangkan bahakan sangat menegangkan bagi sebagian besar orang. tanpa terkecuali ara dan fian beserta eki pun sama sama turun.


"akhirnya"ucap fian ketika turun dari wahana itu.


"tidak,lain kali jangan menaiki wahana itu lagi ara"jawab fian ketus,dan itu di luar ekspektasi ara.


"seru kok,iya kan ki"tanya ara lagi melihat eki.


"seru nona,tapi lain kali kalo bisa jangan naik wahana itu lagi nona"jawab eki tersenyum sopan di depan ara,ketika melihat fian yang melihat nya sebagai kode 'jangan di dukung'


"ahh,ya sudah lah terserah kalian"ucap ara pergi berjalan ke arah jajanan di sana di ikuti fian.sedangkan eki membayar wahana yang tadi tidak sempat di banyar.dan menyusul ara dan fian.


"kemana lagi ar?,mending pulang aja ny,udah malem"tanya fian mengikuti ara begitu juga eki


"jajan dulu,baru pulang,ok"jawab ara ke arah fian sambil membuat lingkaran o dengan jarinya sebentar.


"pak kita beli kue nya 3 bungkus nya"ucap ara ketika sampai di salah satu pedagang yang sedikit ramai pembeli.

__ADS_1


"baik nona,di tunggu sebentar"jawab sang pedagang


"mana uang"ucap ara ke arah fian sambil mengangkat tangan nya meminta.


"nih,emang nya mau kemana?"tanya fian sambil memberikan uang beberapa lembar berwarna merah dan biru.


"aku jalan jalan ke sana dulu nya"ucap ara ketika sudah mengambil uang nya di tangan fian


" pa,berikan nya ke pria ini nya"ucap ara sedikit berteriak ke arah pedagang tadi yang sedang melayani yang lain,dan dia bergegas pergi ke jajanan yang lain.


"baik nona"jawab pedagang sedikit berteriak juga.


"eh ara,mau kemana?"tanya fian ketika ara melangkah pergi dan tidak di tanggapi karna agak jauh.


🌿🌿🌿🌿🌿


ara sedang membeli beberapa jajanan dan beberapa aksesoris yang menurut nya bagus dan menarik menurut nya.dan langkah nya terhenti di salah satu aksesoris yang menyediakan beberapa gelang dan kalung dan masih banyak lagi,ketika sedang melihat lihat,matanya tertuju ke dua gelang yang memiliki gantungan seperti berpasangan.dia tersenyum sebentar melihat nya,dan langsung mengambil dan membelinya.


"makasih mba"ucap ara ke pedagang nya


"iya"ucap pedagang,setelah membeli nya,dia langsung berbalik arah untuk kembali ke pedagang roti tadi menemui fian dan eki.tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikan ara dari arah belakang dengan memakai baju biasa dan memakai topi menutupi wajah nya.


"itukan nona ara"gumam seseorang bertopi melihat punggung ara sedang berjalan.


.


.


.


bersambung 🍁

__ADS_1


__ADS_2