Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
manis nya minta ampun


__ADS_3

"Eh,bukan kah dia tuan fian,tuan fian suharja"ucap seseorang di kerumunan sana baru menyadari,bahwa yang mereka lihat tuan fian yang memiliki perusahaan besar di negaranya.mereka yang mendengarnya pun langsung melihat wajah fian dengan intens.


"iya benar"ucap sebagian orang


"selamat tuan fian,nona"ucap semuanya ikut bahagia dan ada juga yang melihat nya tidak suka,ataupun iri melihat ara dan fian bisa begitu dekat,bahkan sampai jadian, terlihat dari mimik wajah nya yang berubah ubah.


"iya, makasih semuanya"ucap fian pelan


"silahkan lanjutkan makan nya"lanjut fian lagi sambil menarik ara ke kursi nya tadi agar duduk.


"makan yang banyak sayang"ucap fian bercanda menggoda ara,ketika ke duanya duduk,begitu pula dengan yang lain.


"apaan sih ian"ucap ara malu dengan wajah nya yang mulai memerah tanpa menatap fian,dan milih memalingkan muka ke arah yang lain.dan itu malah membuat fian terkekeh melihat kelakuan pacar nya yang menurut nya lucu itu.


"kenapa melihat ke arah lain,apa aku gak tampan,makanya kamu gak melihat ku malah melihat ke arah yang lain"ucap ian dengan nada sedikit marah di telinga ara,padahal fian sedang tersenyum bercanda di dalam hati bermaksud mengerjai ara,ara yang mendengarnya langsung saja beralih menatap fian yang sedang melihat nya.


"enggak ko,enggak gitu,ian tampan ko,bahkan benar benar tampan,jadi jangan marah nya,tadi ara cuma malu aja mendengar ian ngomong kanya gitu,jadi jangan marah nya,nya"ucap ara panjang lebar dengan menatap mata fian sambil memegang tangan nya sendiri,padahal kan sebenar nya fian bercanda.


"apa ara kira aku beneran marah ke dia"ucap fian melihat ara.


"ah iya ,mendingan di manfaatin aja"ucap fian lagi sambil tersenyum


"iya ian gak akan marah kanya tadi,tapi ara harus dengar apa kata ian,gimana?"ucap fian sambil memegang tangan ara di atas meja.


"emang apa?"tanya ara menatap ian yang sedang tersenyum ke arah nya,sambil melepas genggaman tangan fian.


"nanti aja,sekarang makan dulu keburu dingin"ucap fian mengambil makanan ara.


"eeeeh,itu makanan ara"ucap ara ingin merebut makanan nya di tangan fian


"tau,makanya,aaaaa"jawab fian ingin menyuapi ara dan di balas ara dengan menerima suapan nya.


"ian juga makan"ucap ara sambil mengunyah makanan nya


"abis kan dulu makanan nya ara,baru ngomong"ucap fian mengingatkan ara.mereka berdua akhir nya makan bersama dengan sesekali fian menyuapi ara dengan lembut,dan itu terlihat pasangan mesra dan serasi di mata orang orang yang ada di sana,tanpa mereka semua sadari,salah satu dari mereka ada yang mengambil foto fian dan ara dengan memakai pakaian yang serba hitam.

__ADS_1


setelah fian dan ara selesai makan dengan ara yang masih memakan cake coklat nya yang tadi dia pesan melalu boks kecil.


"ara,masih belum makan nya"tanya fian melihat ara,sesekali membersihkan coklat yang sedikit belepotan di pinggir mulut nya.


"udah,ian gak liat apa,kalo makanan kita udah gak ada, bahkan piring nya pun udah di bawa sama pelayan tadi"ucap ara kesal melihat fian yang dari tadi menanyakan hal yang sama menurutnya.


"araaa,tapi ara masih makan"ucap fian tersenyum paksa melihat ara yang tiap di tanya menjengkelkan,walaupun jawabannya emang benar.


"itu ian tau,mau"ucap ara memakan cake nya sambil menawarkan suapan nya di depan fian.


"enggak,makan aja ar"jawab fian menolak lembut


"jadi ian menolak pemberian ara gitu"ucap ara tambah kesal menatap fian


"ais tuh kan,kalo di tolak,pasti dia kesal lagi,bahkan bisa jadi ngambek"ucap fian menatap ara kesal ,tanpa di perlihatkan kekesalan nya di depan ara,dan hany di tutupi dengan senyuman nya.


"enggak ko ar,aaa"jawab fian sambil menerima suapan dari ara.


"enakan?"tanya ara gembira melihat fian yang hanya diam melihat nya.


"iya,kok enak,perasaan waktu kecil dia kasih kue kanya gini,manis nya minta ampun"ucap fian merasakan cake coklat yang ara pesan di mulut nya.


"sepertinya,waktu itu dia mengerjai ku dengan kue nya itu nya"ucap nya tersenyum mengingat nya


"ayo ian kita pulang,udah abis juga cake nya"ajak ara menarik tangan fian ke luar restoran yang sedang melamun memikirkan coklat yang terlalu manis seketika tersadar.


"eeeeeh,iya ayo"jawab fian mengikuti langkah ara di samping nya dengan masih di tarik tangan ny oleh ara menuju mobil.


mereka berdua masuk ke mobil dengan di kendarai oleh fian.


ditengah jalan


tuuuut


tuuuut

__ADS_1


tuuuut


suara ponsel terdengar dari handphone fian yang ada ditangan ara ketika lagi di pinjam oleh nya,menandakan ada yang menelepon.


"ian"ucap ara ke pada ian yang sedang menyetir


"angkat aja ar"ucap fian melirik ara sebentar sambil terus menyetir,tanpa menanyakan siapa sang penelepon.ara yang mendengar nya pun langsung mengangkat telepon nya,tanpa melihat nama si penelepon.


"hallo"ucap ara di telepon


"hallo nona,apa tuan nya ada?"jawab si penelepon yang ternyata sang sekertaris pacarnya,eki.


"ada,jangan ganggu dia,dia lagi menyetir"jawab ara terdengar sedikit garang di telinga eki maupun fian.


"oh iya kalo gitu nona,di tunggu di perusahan"jawab eki mengakhiri pembicaraan dengan telepon di matikan oleh ara sepihak.


"siapa?"tanya fian menatap ara sekilas,padahal dia tau yang menelepon tadi siapa dari suara nya,walaupun hanya terdengar kecil.


"eki,katanya di tunggu di perusahaan"jawab ara tanpa melihat fian dan malah melihat ke samping jendela melihat jalanan yang ramai.dan hanya di angguki fian.


setiba di kantor,fian dan ara langsung saja menuju ruangan fian di lantai khusus,dan hanya di tempati fian dan sekertaris nya eki.


cklek'pintu ruangan fian di buka eh nya dan masuk ke ruangan nya di ikuti ara di belakang.


"ara,istirahat saja di sini,ian mau ke ruangan eki dulu sebentar"ucap fian pamit ke ara sambil mencium pucuk kepala nya sebentar sebelum keluar ruangan.


"iya"jawab ara sambil menganggukkan kepala,setelah mendengar itu,fian pun keluar menuju ke ruangan eki.menyisakan ara yang hanya sendirian di sana.


di ruangan perusahaan lain,terdapat seorang pria yang sedang duduk di kursi kerjanya sambil memandangi poto dirinya dengan seorang perempuan cantik yg dia sayangi dan dia sakiti,yaitu rara aprilian,dan yang sedang memandangi fotonya itu,tidak lain dan tidak bukan adalah ifan,seorang yang menyayangi pacar nya tapi malah memilih yang lain untuk jadi istri nya.


"araa,aku mencintai mu,sungguh"gumam fian pelan sambil melihat fotonya dan di lanjut mencium fotonya sebentar.


.


.

__ADS_1


.


bersambung 🍁


__ADS_2