Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
pulang?


__ADS_3

"ara"panggil fian ketika tidak mendengar suara ara sambil menyetir tanpa melihat ara.


"ara"panggil fian lagi,karna tidak mendengar sahutan ,diapun melihat ara yang sedang tertidur tanpa memakai sabuk pengaman,diapun segera menghentikan mobil nya di pinggir jalan.


"pantesan gak ada sahutan,ternyata tidur"ucap fian tersenyum melihat ara sambil memakai kan sabuk pengaman nya ke pada ara.


"tidur yang nyenyak ara"ucap fian mencium kening ara sebentar,dan di lanjutkan berkendara kembali menuju rumah nya dengan kecepatan yang lebih sedang biar tak membangunkan ara.


setiba di rumah,fian langsung saja memarkirkan mobil nya dan keluar ke samping pintu ara dan melepaskan sabuk pengamannya,dan membawanya dengan cara di gendong ala bridal style masuk ke kerumah menuju ke kamar nya ara.


cklek'pintu kamar ara di buka dan masuk ke kamar nya dengan cara di dorong oleh kaki fian menuju kasur dan menidurkan nya perlahan dan mengambil baju dirinya perlahan yang di pakai ara tadi untuk di bawa ke kamar nya.


"selamat tidur ara,good night"ucapan terakhir dari fian sebelum ke luar dari kamar ara sambil mengelus kepala nya pelan fan menyelimutinya.


di tempat lain,di kantor polisi,di depan sel penjara.


"terimakasih pak"ucap eki kepada polisi ketika pria tadi yang dia bawa sudah di masukan ke sel penjara dengan sadar.


"iya tuan sama sama,ini juga bagian tugas kami"ucap sang polisi menanggapi ucapan eki.


"tuan,pak,jangan penjara saya,lagian saya tidak membunuh nya pak"ucap pria tersebut di dalam sel meronta ronta sambil memegang pagar sel.


"suuuut,diam,ganggu aja kamu"ucap eki menatap tajam pria tersebut yang seketika diam.


"tapi pa,bos pria tadi jangan di cari pak biarkan saja"ucap eki lagi ke arah polisi


"eh kenapa emang nya, kan dia juga salah?"tanya pak polisi


"ini masalah nya dengan tuan dan nona saya,tapi mereka sungguh baik hingga mau memaafkan kesalahan nya dengan cara kekeluargaan"ucap eki lagi mejelaskan


"emm,baiklah kalo gitu,emang kalo boleh tau bos tuan siapa?"tanya polisi menyetujui dan bertanya.


"tapi jawaban nya gak boleh tau pak,kalo begitu saya permisi"ucap eki pamit ke pak polisi sambil tersenyum yang berubah wajah nya menjadi masam dengan ucapan nya dan melangkah keluar menuju mobil yang sudah di pesannya tadi dari penjaganya rumah fian.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


pagi hari menjelang menggantikan gelap nya malam di gantikan dengan Kilauan matahari yang mulai muncul di sekitar jendela,yang menyilaukan mata yang sedang terpejam itu seketika mulai terbangun karna ulah sang cahaya matahari yang menyilaukan mata.


"aaah,selamat pagi ara"ucap ara terbangun dari tidurnya menjadi duduk dengan suara serak.

__ADS_1


"eh,perasaan semalam tidur di dalam mobil"ucap ara sendiri ketika mengingat semalam


"apa ian ya membawaku kemari,astaga,bisa bisa nya tertidur di dalam mobil kanya semalam"ucap ara lagi sambil menelungkup kan wajah nya sebentar ke bantal di depan nya malu sendiri membayangkan wajah tidurnya di lihat oleh fian.


di ruang tamu lantai bawah dengan waktu yang sama dan tempat yang sama.fian dan eki sedang duduk santai dengan cara berhadap hadapan.


"sudah?"tanya fian ke eki di depan nya


"sudah beres tuan"jawab eki singkat karna tau apa yang tuan nya bicarakan.


tuk tuk tuk'suara dari arah tangga terdengar di telinga fian dan eki yang sedang berbicara itu seketika terhenti,dan beralih melihat asal suara yang di buat oleh ara yang baru turun dari lantai atas menggunakan tangga.


"pagi fian,eki"sapa ara ketika tiba di depan mereka berdua dengan suara serak.


"pagi ara"


"pagi nona"jawab fian dan eki barengan


"kenapa suara ny ar?"tanya fian menyadari suara ara yang serak itu.


"nggak tau"jawab ara


"mungkin karna teriak teriak semalam waktu naik roller coaster tuan"ucap eki menebak dengan tepat.


"apaa"ucap ara masih serak,bahkan tenggorokan nya sedikit terasa sakit.


"tau akibatnya kan,sudah dibilangin,jangan teriak teriak ara"ucap fian lagi dengan nada yang masih sama.


"jangan marah marah ian"ucap ara sambil melangkah ke arah meja makan meninggal mereka berdua di ruang tamu.


"ian gak marah, cuma ngingetin, jangan bicara lagi ar"ucap fian sambil mengikuti langkah ara ke meja makan yang tidak ada sahutan dari ara,yang memilih duduk di meja nya,begitu pula fian dan eki.mereka akhir nya sarapan bersama ketika pelayan sudah menghidangkan makanan nya di atas meja.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


di rumah lain, masih di kota yang sama, terdapat satu keluarga sedang berkumpul menyantap sarapan nya dengan tenang di iringi sesekali pertanyaan atau candaan yang terdengar di ruang makan,terdiri dari ayah,ibu,dan sang anak yang berjenis laki laki yang sudah dewasa.


"gimana kabar nya adik mu itu"ucap sang ibu ke anak nya yang sedang makan di depan nya yang terhalang meja makan dengan nya.


"belum tau bu,belum bertemu dia akhir akhir ini"jawab sang anak setelah menelan makanan nya dan melihat ibunya.

__ADS_1


"coba kau tengok dia rang,kalo misalkan dia merasa capek di bekerja di kafe itu,mending suruh pulang aja nya rang,ya kan yah"ucap sang ibu lagi menyuruh anak nya itu sambil berharap persetujuan dari sang suami.


"iya, ayah setuju sama ibu mu"jawab sang ayah menyetujui ucapan istrinya.


"iya yah,bu,nanti rangga ke kosan yang di tinggali ade"jawab sang anak menyetujui ucapan orang tuanya.


di kantor fian


"iaaan ara bosan tau"ucap ara sambil bangun jadi duduk di sopa yang tadi dia tiduri sambil rebahan menatap fian yang sibuk dengan pekerjaan nya.


"terus mau kemana ar?"tanya fian tanpa melihat ara yang masih melihat kertas kertas di tangan nya.


"ya kemana gitu,keluar sebentar misalnya"jawab ara sambil rebahan kembali


"kan ara tau,ian lagi banyak kerjaan"jawab fian menghentikan pekerjaan nya dan melihat ara sebentar dan mengerjakan pekerjaan nya lagi.


tuuuut


tuuuut


suara ponsel ara berbunyi menandakan ada yang menelepon dari tasnya.langsung saja mengambilnya dan mengangkat telepon nya.


"hallo,siapa"ucap ara ketika membaca si penelepon tidak ada namanya, fian pun yang mendengar suara handphone ara berbunyi pun menghentikan pekerjaan nya dan memilih melihat ara yang sedang mengangkat telepon.


"benarkah?"ucap ara senang mendengar nya,fian yang mendengar ara bicara senang pun tambah penasaran.


"siapa yang menelepon nya"ucap fian bertanya tanya sendiri


"ia sebentar,ara akan pulang"lanjut ara lagi ke pada si penelepon, dan langsung memasukan handphone nya ke tas nya kembali ketika sambungan telepon berakhir.


"pulang?"lanjut fian lagi


"ian,ara pamit dulu nya,daaah"ucap ara langsung bergegas pergi ke luar ruangan kerja fian.


"aaar"panggil fian yang tidak sempat di dengar ara.


.


.

__ADS_1


.


bersambung ๐Ÿ


__ADS_2